Barcelona mengambil keputusan penting terkait masa depan penyerang muda Mesir, Hamza Abdelkarim. Di tengah minimnya menit bermain sang pemain pada awal musim, klub Catalan justru memilih mempertahankannya dan menolak opsi peminjaman yang sempat muncul pada bursa transfer.

Keputusan tersebut menjadi salah satu indikasi kuat bahwa Barcelona memiliki rencana jangka panjang terhadap Hamza. Pelatih Hansi Flick dan direktur olahraga Deco disebut ingin melihat perkembangan pemain berusia 18 tahun itu dari dekat, sekaligus memberinya kesempatan untuk beradaptasi dengan tuntutan sepak bola level senior.

Hamza sebelumnya sempat dikaitkan dengan kemungkinan dipinjamkan ke klub lain. Opsi tersebut dinilai dapat memberikan menit bermain lebih banyak dan membantu sang pemain berkembang melalui pengalaman reguler di kompetisi senior.

Namun, Barcelona akhirnya mengambil arah berbeda.

Menurut laporan Sport yang dikutip Goal, Barcelona memilih mempertahankan Hamza karena Flick dan manajemen klub melihat ada karakteristik khusus dalam permainan sang penyerang yang dapat memberikan solusi bagi tim utama.

Rencana tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan Barcelona terhadap seorang penyerang tengah murni. Hamza dinilai mempunyai karakteristik sebagai nomor 9 yang berbeda dibandingkan beberapa pemain ofensif lain dalam skuad Flick.

Barcelona bahkan disebut telah menyiapkan target antara 10 hingga 15 penampilan bagi Hamza bersama tim utama sepanjang musim ini. Jumlah tersebut tidak berarti sang pemain akan langsung menjadi starter secara reguler, tetapi merupakan bagian dari proses bertahap untuk meningkatkan pengalaman dan kepercayaan dirinya di level tertinggi.

Flick diyakini ingin memberikan kesempatan secara terukur. Hamza tidak akan langsung dibebani tanggung jawab besar, tetapi akan mendapatkan menit bermain ketika situasi pertandingan maupun kondisi skuad memungkinkan.

Strategi tersebut sejalan dengan cara Barcelona menangani perkembangan pemain muda. Klub tidak ingin terlalu cepat menempatkan Hamza sebagai pemain utama, tetapi juga tidak ingin perkembangannya terhambat karena terlalu lama berada di level akademi.

Hamza sendiri sudah memberikan sejumlah alasan bagi Barcelona untuk mempertahankannya.

Sejak bergabung dengan klub Catalan pada Februari 2026, ia menunjukkan ketajaman yang mengesankan. Awalnya, Hamza datang dari Al Ahly dengan status pinjaman. Barcelona kemudian memutuskan mengaktifkan opsi pembelian setelah sang pemain tampil impresif bersama tim muda.

Pada level U-19, Hamza langsung memperlihatkan naluri mencetak gol. Ia mencetak enam gol dalam sembilan pertandingan setelah bergabung dengan Barcelona. Catatan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat klub semakin yakin terhadap potensi sang pemain.

Performa Hamza kemudian berkembang lebih jauh ketika ia mendapat kesempatan mengikuti persiapan tim utama di bawah arahan Flick.

Dalam rangkaian pertandingan pramusim 2026, Hamza menjadi salah satu pemain paling menonjol di lini depan Barcelona. Ia mencetak empat gol dan menjadi pencetak gol terbanyak tim selama periode tersebut.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi ketika Barcelona menghadapi Birmingham City. Hamza berhasil mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut dan kembali menunjukkan kemampuan menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti.

Penampilan impresif itu sempat menimbulkan harapan bahwa Hamza akan mendapatkan banyak kesempatan ketika musim kompetitif dimulai. Namun, Flick memilih berhati-hati.

Pada awal musim LaLiga, kontribusinya masih sangat terbatas. Hamza hanya mendapatkan beberapa menit bermain dalam pertandingan resmi, termasuk ketika Barcelona menghadapi Rayo Vallecano.

Keputusan tersebut sempat menimbulkan pertanyaan karena sang pemain tampil sangat baik selama pramusim. Namun, Flick sebelumnya telah menegaskan bahwa Hamza masih muda dan membutuhkan proses adaptasi sebelum mendapatkan tanggung jawab lebih besar.

Pelatih asal Jerman itu juga pernah memberikan pujian kepada Hamza dengan menyebutnya sebagai penyerang nomor 9 yang masih memiliki banyak potensi.

"Dia adalah pemain muda dengan banyak potensi dan seorang penyerang nomor sembilan," ujar Flick dalam salah satu konferensi pers.

Kini, rencana Barcelona terlihat semakin jelas. Hamza tidak akan langsung dilempar ke dalam persaingan utama, tetapi secara bertahap akan diberikan pengalaman bersama tim senior.

Keputusan mempertahankannya juga berkaitan dengan perubahan kontrak yang dilakukan Barcelona. Pada September 2026, klub mengumumkan kesepakatan kontrak baru dengan Hamza yang membuatnya terikat hingga 30 Juni 2030. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Barcelona ingin mengamankan masa depan sang pemain dalam jangka panjang.

Klub juga meningkatkan nilai klausul pelepasan dalam kontraknya. Sebelumnya, angka tersebut disebut relatif rendah dibandingkan potensi Hamza sehingga Barcelona khawatir klub lain dapat mencoba merekrutnya dengan mudah.

Dengan kontrak baru, Barcelona kini memiliki perlindungan lebih besar sekaligus memberikan sinyal bahwa Hamza termasuk dalam rencana masa depan klub.

Perkembangan sang pemain bersama tim nasional Mesir juga ikut memperkuat keyakinan Barcelona. Hamza mendapatkan kesempatan bermain di level senior dan bahkan berhasil mencetak gol pertamanya untuk tim nasional.

Ia juga menjadi bagian dari skuad Mesir di Piala Dunia 2026. Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena Hamza mendapatkan kesempatan menghadapi lawan-lawan dengan kualitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan kompetisi usia muda.

Bagi Flick, pengalaman internasional tersebut dapat membantu proses transisi Hamza menuju sepak bola senior. Namun, Barcelona tetap ingin menjaga agar proses tersebut berlangsung secara bertahap.

Situasi inilah yang menjadi alasan klub menolak opsi peminjaman. Barcelona percaya bahwa latihan rutin bersama tim utama dan kesempatan tampil secara berkala dapat memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan melepasnya ke klub lain.

Keputusan itu juga berkaitan dengan karakteristik permainan Hamza.

Ia dikenal sebagai penyerang yang memiliki fisik kuat, naluri mencetak gol dan kemampuan bergerak di dalam kotak penalti. Karakter tersebut membuatnya berbeda dari sejumlah opsi ofensif Barcelona yang lebih fleksibel atau sering bermain dari sisi lapangan.

Flick dapat menggunakan Hamza ketika Barcelona membutuhkan pemain yang lebih fokus berada di area penalti dan menjadi target akhir serangan.

Rencana memberikan 10 hingga 15 penampilan musim ini menunjukkan bahwa Barcelona tidak ingin Hamza sekadar menjadi pelengkap skuad. Klub ingin memberikan pengalaman kompetitif yang cukup tanpa membuatnya kehilangan kesempatan berkembang.

Pada saat yang sama, persaingan di lini depan Barcelona tetap menjadi tantangan. Hamza harus bersaing dengan pemain-pemain yang lebih berpengalaman dan telah memiliki peran penting dalam sistem Flick.

Karena itu, peluang tampil kemungkinan akan datang secara bertahap, terutama ketika Barcelona membutuhkan perubahan pendekatan dalam pertandingan, menghadapi jadwal padat, atau harus melakukan rotasi.

Barcelona juga harus berhati-hati dalam mengelola perkembangan mental sang pemain. Hamza menjadi salah satu talenta yang mendapatkan perhatian besar di Mesir, sementara ekspektasi terhadap dirinya terus meningkat setelah tampil di Piala Dunia dan mencetak gol untuk tim nasional.

Klub Catalan tidak ingin tekanan tersebut membuat proses perkembangannya berjalan terlalu cepat.

Untuk saat ini, Flick tampaknya memilih jalur yang lebih terkontrol. Hamza tetap berada di Barcelona, berlatih bersama tim utama dan menunggu kesempatan untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.

Jika rencana tersebut berjalan sesuai harapan, musim 2026/27 bisa menjadi periode penting dalam perjalanan karier Hamza Abdelkarim. Ia mungkin belum menjadi pilihan utama, tetapi Barcelona telah memberikan sinyal bahwa mereka melihatnya sebagai bagian dari proyek jangka panjang.

Dengan kontrak hingga 2030, dukungan manajemen, serta kepercayaan Flick terhadap kemampuannya sebagai penyerang nomor 9, Hamza kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa keputusan Barcelona mempertahankannya bukan tanpa alasan.

Tantangan berikutnya adalah mengubah kesempatan yang diberikan menjadi kontribusi nyata. Jika mampu memanfaatkan menit bermain secara konsisten, bukan tidak mungkin peran Hamza di tim utama Barcelona akan semakin besar sepanjang musim.