Morgan Rogers mungkin tidak pernah membayangkan bahwa gol cepatnya di Emirates Stadium justru akan berakhir dengan dirinya menjadi sasaran ejekan suporter Arsenal.
Datang ke markas Arsenal dengan status sebagai salah satu transfer paling mahal dalam sejarah sepak bola Inggris, Rogers sebenarnya mengawali pertandingan dengan cara yang nyaris sempurna. Baru 77 detik pertandingan berjalan, pemain Chelsea tersebut sudah berhasil menjebol gawang Arsenal dan membawa tim tamu unggul 1-0.
Namun sepak bola sering kali menghadirkan cerita yang tidak terduga.
Alih-alih pulang sebagai pahlawan, Rogers justru meninggalkan Emirates dengan kepala tertunduk. Chelsea akhirnya kalah 1-2 setelah Arsenal bangkit melalui gol Kai Havertz dan Martin Odegaard.
Yang membuat malam Rogers semakin pahit adalah perlakuan para pendukung Arsenal ketika dirinya ditarik keluar menjelang akhir pertandingan.
Dari tribun Emirates terdengar nyanyian yang secara khusus ditujukan kepada sang pemain.
“Seharusnya kamu bergabung dengan klub besar.”
Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi memiliki konteks yang sangat jelas. Arsenal memang sempat menjadikan Rogers sebagai salah satu target utama mereka pada bursa transfer musim panas. Namun pada akhirnya, pemain Inggris tersebut memilih Chelsea.
Dan ketika Chelsea datang ke Emirates untuk menghadapi Arsenal dalam derby London, para suporter tuan rumah tentu tidak melewatkan kesempatan untuk mengingatkan Rogers mengenai keputusan tersebut.
Rogers Awali Laga dengan Cara Sempurna
Sebelum ejekan tersebut terdengar, Rogers sebenarnya menjadi pemain yang membuat Arsenal berada dalam masalah besar.
Pertandingan baru berjalan sekitar satu menit lebih sedikit ketika Chelsea mendapatkan peluang di depan kotak penalti. Rogers mengambil kesempatan tersebut dan melepaskan tembakan yang tidak mampu dihentikan oleh pertahanan Arsenal.
Gol itu tercipta hanya 77 detik setelah kick-off.
Emirates Stadium yang sebelumnya penuh dengan optimisme mendadak terdiam.
Rogers kemudian berlari menuju sudut lapangan dan melakukan selebrasi yang mengingatkan pada gaya Thierry Henry. Momen tersebut tentu semakin menarik perhatian karena Henry merupakan salah satu legenda terbesar dalam sejarah Arsenal.
Bagi Rogers, semuanya terlihat seperti sebuah skenario sempurna.
Ia mencetak gol di kandang Arsenal, klub yang sebelumnya berusaha merekrutnya, lalu melakukan selebrasi di depan pendukung tuan rumah.
Namun, pertandingan ternyata masih sangat panjang.
Arsenal perlahan menemukan ritmenya. Mikel Arteta meminta para pemainnya tetap tenang dan terus menekan Chelsea. The Gunners akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan melalui Kai Havertz.
Setelah skor menjadi 1-1, momentum pertandingan berubah.
Chelsea tidak lagi mampu mengontrol permainan seperti pada awal pertandingan. Arsenal semakin percaya diri dan terus mencari celah.
Pada akhirnya, Martin Odegaard muncul sebagai penentu kemenangan.
Kapten Arsenal tersebut mencetak gol kedua yang membuat tuan rumah berbalik unggul 2-1.
Bagi Chelsea, gol tersebut menjadi pukulan besar.
Bagi Rogers, situasinya bahkan lebih menyakitkan karena pemain yang mencetak gol pembuka justru harus menyaksikan timnya kehilangan keunggulan.
Ejekan Muncul Saat Rogers Ditarik Keluar
Drama sebenarnya baru terjadi ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Xabi Alonso memutuskan menarik Rogers keluar dari lapangan. Keputusan tersebut merupakan bagian dari perubahan taktik Chelsea untuk mengejar gol penyama kedudukan.
Namun saat Rogers berjalan meninggalkan lapangan, pendukung Arsenal memanfaatkan kesempatan tersebut.
Mereka menyanyikan kalimat yang langsung ditujukan kepada sang pemain:
“Seharusnya kamu bergabung dengan klub besar.”
Nyanyian itu bukan sekadar ejekan biasa.
Para pendukung Arsenal sedang mengingatkan Rogers mengenai saga transfer yang terjadi beberapa pekan sebelumnya.
Arsenal memang sangat menginginkan Rogers. Pemain tersebut bahkan disebut sebagai salah satu prioritas utama Mikel Arteta untuk memperkuat lini serang.
Namun Arsenal akhirnya memilih tidak memenuhi harga yang diminta Aston Villa.
Chelsea kemudian masuk dan memberikan tawaran fantastis.
Angkanya mencapai £117 juta.
Transfer tersebut menjadikan Rogers salah satu pemain Inggris termahal dalam sejarah sekaligus memperlihatkan betapa seriusnya Chelsea dalam membangun proyek baru di bawah Xabi Alonso.
Chelsea Menang dalam Perburuan, Arsenal Mundur
Saga Rogers sebenarnya memperlihatkan dua pendekatan berbeda dari Arsenal dan Chelsea.
Arsenal melihat Rogers sebagai pemain yang bisa memberikan kualitas tambahan di lini depan. Arteta membutuhkan pemain yang mampu bermain di beberapa posisi sekaligus dan memberikan ancaman langsung kepada pertahanan lawan.
Rogers memenuhi kriteria tersebut.
Namun ketika Aston Villa memasang harga yang sangat tinggi, Arsenal akhirnya tidak bersedia ikut dalam perang harga.
Chelsea melihat situasi tersebut secara berbeda.
The Blues bersedia mengeluarkan dana £117 juta untuk memastikan Rogers menjadi bagian dari skuad mereka.
Keputusan itu menunjukkan besarnya kepercayaan Chelsea kepada sang pemain.
Rogers kemudian menandatangani kontrak jangka panjang di Stamford Bridge. Ia juga secara terbuka memberikan pernyataan yang membuat persaingan dengan Arsenal semakin panas.
Dalam wawancara pertamanya setelah bergabung, Rogers menyebut Chelsea sebagai klub terbesar di London dan mengaku sudah mengagumi klub tersebut sejak kecil.
Pernyataan tersebut tentu tidak akan mudah dilupakan oleh para pendukung Arsenal.
Maka ketika Rogers kembali ke Emirates, atmosfer pertandingan otomatis menjadi lebih panas.
Ia bukan sekadar pemain Chelsea yang datang bertanding.
Ia adalah pemain yang sebelumnya diincar Arsenal, tetapi memilih rival mereka.
Dan ketika ia mencetak gol, cerita tersebut semakin menarik.
Rogers Sempat Menjadi Pahlawan Chelsea
Ironisnya, jika pertandingan berakhir berbeda, mungkin cerita tentang Rogers akan menjadi jauh lebih indah.
Gol cepatnya memberikan Chelsea keuntungan besar.
Ia menunjukkan keberanian untuk mengambil peluang dari luar kotak penalti dan tidak terlihat terganggu oleh atmosfer Emirates yang sangat keras.
Bahkan setelah mencetak gol, Rogers terlihat sangat percaya diri.
Ia juga sempat terlibat dalam duel panas dengan Declan Rice pada babak kedua.
Dalam sebuah insiden ketika bola tidak berada terlalu dekat dengan mereka, Rice tampak melakukan tekel atau kontak terhadap Rogers. Situasi tersebut kemudian memicu ketegangan antara kedua pemain.
Rogers akhirnya mendapatkan kartu kuning.
Momen itu memperlihatkan bahwa pertandingan tersebut bukan sekadar pertandingan Premier League biasa.
Ada rivalitas.
Ada sejarah transfer.
Ada gengsi London.
Dan tentu saja ada Rogers yang menjadi pusat perhatian.
Sayangnya bagi Chelsea, semua energi tersebut tidak cukup untuk mempertahankan keunggulan.
Arsenal justru memperlihatkan mentalitas sebagai juara bertahan dengan bangkit setelah tertinggal.
Arsenal Balikkan Keadaan
Kemenangan 2-1 tersebut sangat penting bagi Arsenal.
The Gunners mengawali musim Premier League dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan.
Lebih menarik lagi, kemenangan atas Chelsea datang setelah Arsenal sempat tertinggal hanya dalam hitungan detik.
Arteta tentu akan sangat puas dengan karakter yang ditunjukkan timnya.
Arsenal tidak panik.
Mereka tidak terburu-buru mengejar gol.
Sebaliknya, mereka terus menguasai permainan dan perlahan membuat Chelsea kehilangan kendali.
Kai Havertz menjadi pemain penting dengan mencetak gol penyama kedudukan.
Havertz tentu memiliki cerita tersendiri dalam pertandingan ini karena pernah memperkuat Chelsea sebelum pindah ke Arsenal. Kini ia justru mencetak gol ke gawang mantan klubnya dalam pertandingan yang akhirnya dimenangkan Arsenal.
Kemudian Odegaard memastikan kemenangan.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri catatan buruk Arsenal dalam hal membalikkan keadaan melawan Chelsea di Premier League. The Gunners akhirnya mampu menunjukkan bahwa mereka tidak mudah kehilangan kendali meski tertinggal lebih dahulu.
Transfer £117 Juta Mulai Dipertanyakan?
Tentu terlalu dini untuk mengatakan Chelsea salah membeli Rogers.
Pemain berusia 23 tahun tersebut baru bergabung dan masih harus beradaptasi dengan sistem permainan Alonso.
Bahkan sebelum pertandingan melawan Arsenal, Rogers sudah menunjukkan performa yang menjanjikan.
Ia mencetak gol dalam laga kontra Arsenal dan sebelumnya juga menjadi bagian penting dalam awal musim Chelsea.
Artinya, kekalahan di Emirates tidak bisa dijadikan ukuran bahwa transfer £117 juta tersebut gagal.
Namun tekanan tentu akan semakin besar.
Harga yang sangat tinggi membuat setiap penampilan Rogers akan selalu dibandingkan dengan pemain lain.
Setiap gol akan dibicarakan.
Setiap assist akan dianalisis.
Dan setiap pertandingan buruk akan kembali menghidupkan pertanyaan mengenai apakah Chelsea membayar terlalu mahal.
Apalagi Arsenal merupakan klub yang juga sangat menginginkannya.
Itulah yang membuat laga di Emirates menjadi begitu penting dari sisi psikologis.
Rogers tentu ingin menunjukkan bahwa Chelsea merupakan pilihan yang tepat.
Tetapi untuk sementara waktu, Arsenal mendapatkan hak untuk mengejek.
The Gunners menang.
Rogers mencetak gol, tetapi Chelsea kalah.
Dan suporter Arsenal bisa meninggalkan stadion sambil menyanyikan bahwa Rogers seharusnya memilih klub lain.
Reaksi Rogers Justru Menarik
Meski mendapatkan ejekan keras, Rogers dilaporkan tidak menunjukkan kemarahan berlebihan ketika mendengar nyanyian tersebut.
Salah satu laporan menyebut Rogers justru tersenyum dan menerima ejekan tersebut dengan cukup santai saat berjalan menuju bangku cadangan.
Respons tersebut memperlihatkan bahwa sang pemain memahami karakter pertandingan besar seperti derby London.
Ia tahu para pendukung Arsenal sedang melakukan provokasi.
Dan jika ia membalas dengan emosi, situasi justru bisa menjadi lebih buruk.
Sikap tersebut patut diapresiasi.
Bagaimanapun juga, Rogers sebenarnya telah melakukan tugasnya di lapangan.
Ia mencetak gol pembuka.
Ia memberikan Chelsea start yang sangat bagus.
Hanya saja, sepak bola adalah olahraga tim.
Satu pemain tidak bisa memenangkan pertandingan sendirian.
Arsenal memiliki kemampuan untuk membalikkan keadaan dan akhirnya mendapatkan tiga poin.
Karena itu, ejekan terhadap Rogers memang terdengar keras, tetapi tidak menghapus fakta bahwa sang pemain sudah menunjukkan kualitasnya.
Bahkan beberapa pengamat Arsenal sendiri mengakui bahwa mereka sebenarnya masih menginginkan Rogers berada di Emirates.
Artinya, nyanyian tersebut lebih banyak berkaitan dengan rivalitas dan keputusan transfer daripada penilaian objektif terhadap kemampuan sang pemain.
Chelsea Harus Membuktikan Pilihan Rogers
Sekarang bola berada di tangan Rogers dan Chelsea.
Transfer £117 juta sudah terjadi.
Tidak ada gunanya lagi membicarakan apakah Arsenal seharusnya membayar lebih tinggi atau Chelsea seharusnya tidak mengeluarkan uang sebesar itu.
Yang bisa dilakukan Rogers adalah menjawab semuanya di lapangan.
Ia harus mencetak gol.
Ia harus memberikan assist.
Ia harus membantu Chelsea bersaing di papan atas.
Dan yang paling penting, ia harus membantu proyek Xabi Alonso berkembang.
Sebab semakin bagus performanya, semakin sulit bagi Arsenal untuk menggunakan keputusan transfer tersebut sebagai bahan ejekan.
Bayangkan jika beberapa bulan dari sekarang Rogers mencetak gol penting ketika Chelsea menghadapi Arsenal lagi.
Situasinya bisa berubah total.
Nyanyian “seharusnya kamu bergabung dengan klub besar” yang sekarang terdengar lucu bagi Arsenal bisa saja berubah menjadi motivasi bagi Rogers.
Tetapi untuk saat ini, Arsenal masih memiliki alasan untuk tertawa.
Chelsea datang ke Emirates dengan pemain yang mereka rebut dari Arsenal.
Rogers bahkan mencetak gol lebih dahulu.
Namun pada akhirnya, Arsenal menang 2-1.
The Gunners mendapatkan tiga poin.
Rogers mendapatkan ejekan.
Dan transfer £117 juta itu untuk sementara menjadi salah satu bahan pembicaraan paling menarik setelah derby London tersebut.
Bagi Arsenal, kemenangan ini membuktikan bahwa mereka masih memiliki mentalitas juara.
Bagi Chelsea, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa proyek Alonso masih membutuhkan waktu.
Sedangkan bagi Rogers, pertandingan ini mungkin menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam kariernya.
Ia sudah merasakan bagaimana rasanya mencetak gol di Emirates.
Ia juga sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi sasaran ribuan suporter lawan.
Sekarang tinggal satu pertanyaan yang harus ia jawab sepanjang musim:
Apakah memilih Chelsea dibanding Arsenal memang merupakan keputusan yang tepat?
Jawabannya tidak akan ditentukan oleh satu pertandingan.
Jawabannya akan ditentukan oleh performa Rogers selama bertahun-tahun di Stamford Bridge.
Untuk sementara, Arsenal yang memegang kendali atas cerita tersebut.
Dan para pendukung mereka tentu akan dengan senang hati mengingatkan Rogers tentang satu hal setiap kali kedua klub bertemu:
“Seharusnya kamu bergabung dengan klub besar!”
