Mohamed Salah kembali memperlihatkan bahwa kualitasnya sebagai penyerang kelas dunia belum berubah. Dalam sebuah malam yang sangat istimewa di sepak bola Turki, bintang asal Mesir tersebut tampil luar biasa bersama Trabzonspor dan menjadi mimpi buruk bagi Galatasaray.
Bukan sekadar mencetak satu atau dua gol, Salah memborong hat-trick sekaligus menyumbangkan satu assist ketika Trabzonspor menghancurkan Galatasaray dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan Super Lig.
Penampilan tersebut langsung mendapatkan perhatian besar karena lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Galatasaray datang sebagai pemuncak klasemen dan belum pernah mengalami kekalahan di liga musim ini. Namun di Papara Park, mereka justru dibuat tidak berdaya oleh Salah dan rekan-rekannya.
Salah mencetak gol pertama hanya empat menit setelah pertandingan dimulai. Ia kemudian memberikan assist untuk gol kedua Trabzonspor, mencetak gol ketiga sebelum turun minum, dan melengkapi hat-trick pada babak kedua.
Empat kontribusi langsung terhadap empat gol timnya.
Sebuah performa yang membuat banyak pihak kembali membicarakan kualitas luar biasa sang pemain.
Bahkan statistik WhoScored memberikan Salah nilai sempurna 10 untuk penampilannya. Ia hanya membutuhkan empat tembakan sepanjang pertandingan, dengan tiga di antaranya tepat sasaran, serta mencatatkan tiga dribel sukses dan dua umpan kunci.
Yang lebih menarik, performa tersebut disebut sebagai salah satu penampilan ofensif terbaik Salah sejak sebuah malam bersejarah bersama Liverpool.
Malam ketika Manchester United menjadi korban keganasan sang penyerang Mesir.
Salah Membuka Pesta Hanya dalam Empat Menit
Trabzonspor sebenarnya menghadapi pertandingan yang sangat sulit di atas kertas.
Galatasaray datang sebagai tim yang sedang berada di puncak klasemen Super Lig. Mereka juga memiliki skuad dengan banyak pemain berkualitas dan memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi.
Namun semua rencana tersebut langsung berantakan ketika Salah mendapatkan ruang pada menit keempat.
Galatasaray memainkan garis pertahanan yang sangat tinggi. Kesalahan dalam menjaga kedalaman membuat Salah memiliki ruang luas di belakang para bek.
Umpan panjang kemudian dilepaskan ke arah sang pemain Mesir.
Salah berlari mengejar bola, melewati ruang yang terbuka, dan hanya membutuhkan beberapa sentuhan sebelum berhadapan dengan kiper Galatasaray, Ugurcan Çakir.
Dalam situasi seperti itu, Salah hampir tidak pernah membuang kesempatan.
Dengan kaki kirinya, ia menuntaskan peluang tersebut.
Gol.
Trabzonspor langsung unggul 1-0.
Papara Park meledak.
Dan Galatasaray mendapatkan peringatan pertama bahwa pertandingan ini tidak akan berjalan sesuai rencana mereka.
Salah tidak hanya mencetak gol.
Ia menunjukkan mengapa kecepatannya masih menjadi senjata yang sangat berbahaya.
Pada usia 34 tahun, sang penyerang masih mampu mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan lawan dengan pergerakan yang sangat tepat.
Galatasaray Mencoba Menyerang, tetapi Lupa Menjaga Keseimbangan
Setelah kebobolan, Galatasaray berusaha mengambil alih pertandingan.
Mereka meningkatkan tekanan dan mencoba menguasai bola.
Namun agresivitas tersebut justru memberikan ruang lebih besar bagi Trabzonspor.
Fabinho menjadi salah satu pemain yang membantu Trabzonspor mengendalikan lini tengah.
Sementara Salah terus menunggu kesempatan.
Pada menit ke-39, kesempatan itu datang lagi.
Namun kali ini Salah tidak memilih menembak.
Ia menunjukkan sisi lain dari permainannya.
Alih-alih memaksakan diri, Salah melihat pergerakan Noah Saviolo di sisi yang lebih bebas.
Dengan umpan yang sangat terukur, ia mengirim bola kepada Saviolo.
Saviolo kemudian menyelesaikannya dengan tembakan terarah ke pojok gawang.
2-0.
Salah mendapatkan assist.
Dua kontribusi dalam dua gol.
Galatasaray semakin panik.
Sebelum Jeda, Salah Kembali Menghukum Galatasaray
Penderitaan Galatasaray belum selesai.
Hanya beberapa menit setelah assist tersebut, Trabzonspor kembali menemukan ruang.
Franculino Djú mengirimkan bola mendatar kepada Salah yang bergerak masuk ke area berbahaya.
Kali ini Salah tidak memberikan kesempatan kepada pertahanan Galatasaray.
Ia menerima bola dan melepaskan penyelesaian dengan kaki kiri bagian dalam.
Gol kedua Salah.
Gol ketiga Trabzonspor.
3-0 sebelum turun minum.
Pertandingan praktis berubah menjadi mimpi buruk bagi Galatasaray.
Mereka bukan hanya tertinggal.
Mereka kehilangan kendali.
Dan pemain yang paling membuat mereka kesulitan adalah pemain yang paling berpengalaman di lapangan.
Salah.
Babak Kedua Tidak Banyak Mengubah Keadaan
Galatasaray tentu tidak ingin menyerah begitu saja.
Okan Buruk mencoba mengubah situasi dengan memasukkan Barış Alper Yılmaz pada awal babak kedua.
Namun pergantian tersebut tidak banyak mengubah jalannya pertandingan.
Galatasaray masih kesulitan menciptakan peluang bersih.
Trabzonspor justru semakin percaya diri.
Mereka bertahan dengan disiplin dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Salah tetap menjadi ancaman utama.
Setiap kali ia mendapatkan bola, lini belakang Galatasaray langsung mundur.
Namun rasa takut tersebut justru membuat ruang untuk pemain Trabzonspor lainnya semakin terbuka.
Galatasaray berada dalam situasi yang serba salah.
Jika mereka maju, Salah bisa menyerang ruang di belakang.
Jika mereka mundur, Trabzonspor memiliki lebih banyak waktu untuk menguasai bola.
Okan Buruk Kehilangan Kesabaran
Frustrasi Galatasaray semakin terlihat menjelang akhir pertandingan.
Salah satu momen yang paling mencolok terjadi ketika Leroy Sané mendapatkan tekel keras dari Stefan Savić.
Bek Montenegro tersebut mendapatkan kartu kuning.
Okan Buruk kemudian melakukan protes keras kepada wasit.
Situasi tersebut membuat pelatih Galatasaray akhirnya diusir keluar lapangan dengan kartu merah.
Tidak lama kemudian, Galatasaray juga kehilangan seorang pemain.
Lesley Ugochukwu mendapatkan kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Ozan Tufan.
Dalam kondisi tertinggal 0-3, kehilangan pelatih dan pemain membuat situasi semakin sulit.
Dan Salah belum selesai.
Hat-trick Salah Akhirnya Lengkap
Sepuluh menit sebelum waktu normal berakhir, Salah mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol ketiganya.
Sekali lagi pertahanan Galatasaray memberikan ruang terlalu besar.
Salah berlari melewati lini belakang lawan.
Tidak ada pemain yang mampu memberikan tekanan berarti.
Ia kemudian berhadapan dengan Çakir.
Dan sekali lagi, kaki kiri Salah bekerja dengan sempurna.
Tembakan dilepaskan.
Bola masuk ke gawang.
4-0.
Hat-trick.
Salah mengangkat kedua tangannya.
Rekan-rekan setimnya langsung menghampiri.
Papara Park berubah menjadi pesta besar.
Salah telah mencetak tiga gol sekaligus membuat satu assist.
Empat gol Trabzonspor seluruhnya memiliki kontribusi langsung darinya.
Itulah definisi pemain yang menentukan pertandingan.
Statistik Sempurna Sang Raja Mesir
Penampilan Salah semakin mengesankan jika melihat statistiknya.
WhoScored memberikan rating 10 kepada pemain Mesir tersebut.
Ia hanya melepaskan empat tembakan.
Tiga tepat sasaran.
Tiga dribel sukses.
Dua umpan kunci.
Dan tiga gol.
Efisiensi tersebut menunjukkan bahwa Salah tidak membutuhkan banyak kesempatan untuk menghukum lawan.
Ia menunggu ruang.
Membaca situasi.
Kemudian menyerang pada waktu yang tepat.
Inilah kualitas yang membuatnya tetap berbahaya meskipun usianya sudah 34 tahun.
Goal bahkan menyoroti bagaimana akun WhoScored menggambarkan penampilan Salah dengan kalimat “kualitas yang tak berubah.” Performa melawan Galatasaray disebut sebagai penampilan ofensif terbaiknya sejak malam ketika ia membantu Liverpool menghancurkan Manchester United 7-0 di Anfield pada Maret 2023.
Perbandingan tersebut tentu sangat menarik.
Karena lawannya sama-sama klub besar.
Dan keduanya sama-sama menjadi korban dari performa individual Salah yang luar biasa.
Kenangan 7-0 atas Manchester United
Pada 5 Maret 2023, Liverpool menghadapi Manchester United di Anfield.
Saat itu United datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Mereka sedang berada dalam periode positif bersama Erik ten Hag.
Namun pertandingan berubah menjadi mimpi buruk.
Liverpool mencetak tujuh gol tanpa balas.
Cody Gakpo mencetak dua gol.
Darwin Núñez juga mencetak dua.
Mohamed Salah mencetak dua.
Roberto Firmino kemudian melengkapi pesta.
Liverpool mencatat kemenangan terbesar mereka atas Manchester United dalam pertandingan kompetitif.
Salah memainkan peran penting.
Ia mencetak gol keenam Liverpool dan kemudian memberikan assist untuk gol ketujuh sebelum mencetak satu gol lagi? Tidak—dua golnya menjadi salah satu momen terpenting dalam pesta tersebut, sekaligus membuat namanya kembali masuk ke dalam buku sejarah klub.
Premier League sendiri mencatat pertandingan tersebut sebagai kemenangan 7-0 terbesar Liverpool atas Manchester United. Salah mencetak gol keenam Liverpool pada laga tersebut dan melewati Robbie Fowler untuk menjadi pencetak gol terbanyak Liverpool di Premier League pada saat itu, dengan 129 gol.
Liverpool juga mengonfirmasi bahwa Salah mencetak dua gol dalam kemenangan 7-0 tersebut dan melewati catatan Fowler.
Kini, lebih dari tiga tahun kemudian, nama Salah kembali dikaitkan dengan malam penghancuran sebuah klub besar.
Bedanya, kali ini ia melakukannya dengan seragam Trabzonspor.
Salah Sudah Meninggalkan Liverpool, tetapi Kualitasnya Tetap Ada
Ada satu hal menarik dari kisah ini.
Salah tidak lagi bermain untuk Liverpool.
Ia meninggalkan Anfield setelah sembilan tahun yang luar biasa.
Liverpool sendiri mencatat bahwa Salah meninggalkan klub dengan 257 gol dan 120 assist dari 442 penampilan. Hanya Ian Rush dan Roger Hunt yang mencetak lebih banyak gol untuk Liverpool.
Warisan tersebut membuat setiap penampilannya setelah meninggalkan Inggris tetap menjadi perhatian.
Banyak yang bertanya apakah Salah masih mampu mempertahankan level permainan yang sama di lingkungan baru.
Jawabannya mulai terlihat.
Di Turki, Salah kembali menjadi pusat perhatian.
Ia bukan sekadar pemain senior.
Ia masih mampu menentukan pertandingan.
Ia masih mampu mencetak gol dari sedikit peluang.
Dan ia masih bisa membuat pertahanan lawan panik hanya dengan satu pergerakan.
Tujuh Gol di Super Lig
Hat-trick ke gawang Galatasaray membuat koleksi gol Salah di kompetisi musim ini meningkat menjadi tujuh.
Catatan tersebut menempatkannya di puncak daftar pencetak gol Super Lig menurut laporan Goal.
Artinya, adaptasinya di Trabzonspor berjalan sangat cepat.
Salah tidak membutuhkan waktu panjang untuk menunjukkan kualitasnya.
Dalam pertandingan besar pertamanya melawan salah satu klub terbesar Turki, ia langsung memberikan pertunjukan yang luar biasa.
Dan lawannya bukan tim papan bawah.
Galatasaray datang sebagai pemimpin klasemen.
Justru karena itulah kemenangan tersebut memiliki nilai lebih besar bagi Trabzonspor.
Trabzonspor Mendekati Galatasaray
Kemenangan 4-0 tersebut juga memberikan dampak penting terhadap klasemen.
Trabzonspor kini mengoleksi 10 poin dari enam pertandingan.
Mereka berada di posisi kelima dan hanya terpaut tiga poin dari Galatasaray.
Sementara Galatasaray harus menerima kekalahan liga pertama mereka musim ini.
Hasil tersebut tentu menjadi pukulan.
Namun musim masih sangat panjang.
Galatasaray masih memiliki kesempatan untuk bangkit.
Bagi Trabzonspor, kemenangan ini justru bisa menjadi titik penting.
Mengalahkan pemuncak klasemen dengan skor 4-0 tentu memberikan kepercayaan diri luar biasa.
Apalagi mereka memiliki pemain seperti Salah yang mampu menentukan pertandingan sendirian.
Fabinho Ikut Memuji Salah
Penampilan Salah juga mendapatkan pujian dari mantan rekan setimnya di Liverpool, Fabinho.
Fabinho menyebut pertandingan besar membutuhkan pemain besar dan menggambarkan Salah sebagai pemain kelas dunia dalam pertandingan seperti ini.
Pujian tersebut terasa semakin tepat jika melihat apa yang dilakukan Salah.
Ia tidak menghilang ketika menghadapi lawan besar.
Justru ketika tekanan meningkat, ia tampil semakin menentukan.
Gol pembuka datang ketika pertandingan baru berjalan empat menit.
Assist diberikan ketika Trabzonspor membutuhkan gol kedua.
Gol ketiga datang sebelum jeda.
Dan hat-trick diselesaikan ketika Galatasaray mencoba bangkit.
Semuanya dilakukan dalam satu pertandingan.
Pertahanan Galatasaray Menjadi Masalah Besar
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Galatasaray.
Masalah terbesar terlihat pada pertahanan mereka.
Garis pertahanan yang terlalu tinggi memberikan ruang bagi Salah.
Pada gol pertama, ia hanya perlu mengejar bola ke ruang kosong.
Pada gol keempat, situasi serupa kembali terjadi.
Pemain dengan kecepatan dan kemampuan penyelesaian seperti Salah tidak boleh diberikan ruang sebanyak itu.
AS juga menyoroti bagaimana Galatasaray bermain dengan garis pertahanan yang terlalu tinggi dan akhirnya dihukum berulang kali oleh kecepatan Salah.
Ini menjadi salah satu pelajaran penting dari pertandingan tersebut.
Melawan pemain seperti Salah, kesalahan kecil dapat berubah menjadi gol.
Salah Membuktikan Dirinya Sekali Lagi
Banyak pemain mengalami penurunan performa ketika memasuki usia 30-an.
Namun perjalanan Salah menunjukkan cerita berbeda.
Ia terus beradaptasi.
Ketika kecepatannya tidak lagi sama seperti beberapa tahun lalu, kecerdasan membaca ruang semakin penting.
Ketika lawan mulai memahami gerakannya, Salah mengembangkan kemampuan menciptakan peluang.
Dan ketika ruang terbuka, ia masih memiliki kecepatan untuk menghukum pertahanan.
Hat-trick melawan Galatasaray merupakan bukti terbaru dari kemampuan tersebut.
Ia tidak perlu melakukan 10 atau 15 tembakan.
Empat percobaan sudah cukup.
Tiga masuk.
Satu assist melengkapi malam sempurna.
Dari Anfield ke Papara Park
Ada sebuah benang merah yang menghubungkan dua malam tersebut.
Anfield, Maret 2023.
Papara Park, September 2026.
Liverpool dan Manchester United pada satu sisi.
Trabzonspor dan Galatasaray pada sisi lainnya.
Seragam berbeda.
Liga berbeda.
Usia berbeda.
Tetapi kualitas Salah masih terlihat.
Itulah mengapa perbandingan dengan malam 7-0 di Anfield muncul begitu cepat.
Bukan karena pertandingan tersebut memiliki konteks yang sama.
Jelas tidak.
Namun karena sama-sama memperlihatkan Salah dalam versi yang sangat menentukan.
Ia menemukan ruang.
Ia menciptakan peluang.
Ia mencetak gol.
Dan ia membuat pertahanan lawan terlihat kehilangan jawaban.
Galatasaray Harus Segera Melupakan Malam Buruk Ini
Bagi Galatasaray, kekalahan 0-4 tentu terasa sangat menyakitkan.
Namun mereka harus berhati-hati agar satu kekalahan tidak menghapus semua hal positif yang telah dibangun pada awal musim.
Mereka masih berada di papan atas.
Mereka masih memiliki kualitas untuk bersaing.
Tetapi pertandingan di Trabzon menunjukkan bahwa ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki, terutama keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Okan Buruk harus menemukan cara untuk membuat timnya lebih solid.
Karena lawan-lawan berikutnya tentu akan mempelajari kelemahan yang terlihat di pertandingan ini.
Jika garis pertahanan terlalu tinggi dan koordinasi buruk, pemain cepat seperti Salah akan selalu memiliki peluang.
Salah dan Trabzonspor Mendapat Suntikan Kepercayaan Diri
Sebaliknya, Trabzonspor mendapatkan lebih dari sekadar tiga poin.
Mereka mendapatkan keyakinan bahwa tim ini mampu menghadapi pemuncak klasemen.
Dan mereka memiliki seorang pemain yang mampu tampil luar biasa dalam pertandingan besar.
Salah kini memiliki tujuh gol di Super Lig.
Trabzonspor memiliki 10 poin.
Jarak dengan Galatasaray hanya tiga poin.
Persaingan masih sangat panjang.
Namun setelah kemenangan 4-0 tersebut, nama Trabzonspor tentu tidak bisa lagi diabaikan.
Terlebih lagi jika Salah terus bermain dalam level seperti ini.
Kualitas yang Memang Belum Berubah
Pada akhirnya, kalimat “kualitas yang tak berubah” menjadi gambaran yang cukup tepat untuk menjelaskan malam Mohamed Salah di Turki.
Ia sudah meninggalkan Liverpool.
Ia sudah meninggalkan Premier League.
Ia kini bermain di lingkungan sepak bola yang berbeda.
Tetapi kemampuan untuk menentukan pertandingan tetap ada.
Melawan Galatasaray, Salah menunjukkan seluruh paketnya.
Kecepatan.
Penyelesaian akhir.
Dribel.
Visi bermain.
Umpan.
Dan naluri mencetak gol.
Hat-trick plus satu assist menjadi bukti paling nyata.
Bagi Trabzonspor, malam tersebut menjadi pesta.
Bagi Galatasaray, ini menjadi malam yang harus segera dilupakan.
Sedangkan bagi Salah, ini adalah pengingat bahwa meski perjalanan kariernya telah memasuki babak baru, kualitas yang membuatnya menjadi salah satu penyerang paling berbahaya dalam generasinya belum hilang.
Dari 7-0 Liverpool atas Manchester United hingga 4-0 Trabzonspor atas Galatasaray, Salah kembali menunjukkan satu hal yang sudah berkali-kali ia buktikan sepanjang kariernya:
Ketika sebuah pertandingan besar membutuhkan seorang pemain besar, Mohamed Salah masih mampu muncul sebagai pusat perhatian.
