Derby Manchester antara Manchester United dan Manchester City kembali menjadi sorotan setelah kepala badan perwasitan Inggris, Howard Webb, memberikan penjelasan mengenai sejumlah keputusan kontroversial yang terjadi dalam pertandingan tersebut.

Laga yang berlangsung di Old Trafford itu berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Manchester City berkat gol Erling Haaland. Namun, kemenangan tersebut tidak lepas dari perdebatan panjang karena proses pemeriksaan VAR terhadap gol tersebut ternyata mengandung kesalahan.

Tidak hanya gol Haaland yang menjadi pembahasan.

Insiden yang melibatkan Phil Foden dan Bruno Fernandes juga ikut dibongkar dalam program yang menghadirkan rekaman komunikasi antara wasit di lapangan dan petugas VAR.

Howard Webb menjelaskan secara terbuka mengapa Phil Foden tetap mendapatkan kartu merah, sementara Bruno Fernandes tidak mendapatkan hukuman serupa.

Penjelasan tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai apa yang terjadi di balik layar selama derby Manchester.

Gol Haaland Menjadi Pusat Kontroversi

Manchester City berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-0.

Gol tunggal tersebut dicetak oleh Erling Haaland dan menjadi penentu kemenangan tim asuhan Pep Guardiola.

Namun, proses lahirnya gol tersebut langsung memunculkan perdebatan.

Wasit Michael Oliver pada awalnya menganulir gol Haaland karena dugaan offside.

VAR kemudian melakukan pemeriksaan.

Setelah melalui proses review, gol tersebut akhirnya disahkan.

Keputusan itu kemudian dipertanyakan karena terdapat pemain Manchester City lain, Enzo Fernandez, yang berada dalam posisi offside dan dianggap terlibat dalam rangkaian serangan.

Belakangan, Pro Ref mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan kesalahan.

Howard Webb kemudian memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bagaimana kesalahan tersebut dapat terjadi.

VAR Mengalami "Tunnel Vision"

Menurut Webb, kesalahan utama petugas VAR adalah terlalu fokus terhadap posisi Erling Haaland.

VAR saat itu berusaha memastikan apakah Haaland berada dalam posisi offside.

Pemeriksaan kemudian menggunakan teknologi semi-otomatis untuk melihat posisi pemain.

Masalahnya, perhatian terhadap Haaland membuat petugas VAR tidak melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap situasi lainnya.

Enzo Fernandez berada dalam posisi offside ketika serangan berlangsung.

Ia memang tidak menyentuh bola.

Namun, posisinya dan tindakannya dalam rangkaian permainan dapat menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan apakah ia mengganggu lawan.

Menurut Webb, aspek tersebut seharusnya diperiksa lebih lanjut.

VAR seharusnya merekomendasikan wasit untuk melakukan pemeriksaan di monitor lapangan.

Namun hal tersebut tidak dilakukan.

Webb Mengakui Kesalahan

Howard Webb secara terbuka mengakui bahwa keputusan tersebut salah.

Ia menyebut petugas VAR mengalami semacam "tunnel vision" atau pandangan yang terlalu terfokus pada satu aspek.

Kesalahan tersebut bukan sekadar perdebatan interpretasi.

Menurut badan perwasitan, situasi itu seharusnya mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pro Ref juga telah menghubungi Manchester United untuk mengakui kesalahan tersebut.

Langkah itu dilakukan setelah pertandingan berakhir.

Dengan demikian, klub mendapatkan penjelasan resmi mengenai keputusan yang kontroversial.

Dua Petugas VAR Dicoret

Kesalahan tersebut kemudian membawa konsekuensi bagi petugas VAR.

Matt Donohue dan asisten VAR Blake Antrobus tidak ditugaskan untuk pertandingan Premier League berikutnya.

Keduanya setidaknya akan absen sampai setelah jeda internasional.

Keputusan tersebut diambil setelah Pro Ref mengakui kesalahan dalam pengesahan gol Haaland.

Ini menjadi salah satu bentuk evaluasi terhadap kinerja petugas pertandingan.

Namun, Webb juga menekankan bahwa kesalahan tersebut harus dipelajari agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Michael Carrick Kecewa

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, sebelumnya menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut.

United akhirnya kalah 0-1 di kandang sendiri.

Bagi Manchester United, hasil tersebut sangat merugikan karena mereka gagal mendapatkan poin dalam pertandingan besar.

Carrick mempertanyakan bagaimana situasi offside dapat ditinjau begitu lama tetapi akhirnya aspek penting lainnya justru terlewatkan.

Setelah pengakuan Webb, posisi United mendapatkan pembenaran bahwa memang terdapat kesalahan dalam proses VAR.

Namun hasil pertandingan tetap tidak berubah.

Manchester City tetap membawa pulang tiga poin dari Old Trafford.

Enzo Fernandez Menjadi Bagian Penting

Salah satu aspek utama dalam kontroversi tersebut adalah keberadaan Enzo Fernandez.

Pemain tersebut berada dalam posisi offside dalam proses serangan.

Ia tidak menyentuh bola.

Tetapi tindakannya dalam situasi tersebut menjadi bagian dari penilaian mengenai apakah ia mengganggu pemain bertahan Manchester United.

Dalam aturan offside, pemain tidak harus selalu menyentuh bola untuk dianggap terlibat dalam permainan.

Interferensi terhadap lawan juga dapat menjadi pertimbangan.

Inilah yang seharusnya menjadi bagian dari pemeriksaan VAR.

Namun pada pertandingan tersebut, fokus VAR terlalu tertuju pada posisi Haaland.

Haaland Tidak Menjadi Masalah Utama

Ironisnya, posisi Haaland sendiri bukan persoalan utama setelah pemeriksaan dilakukan.

Penyerang Manchester City tersebut berada dalam posisi onside.

Karena itu, teknologi VAR akhirnya memastikan bahwa posisi Haaland tidak melanggar aturan.

Namun pemeriksaan tersebut berhenti terlalu cepat.

Petugas VAR tidak melanjutkan evaluasi terhadap pengaruh pemain lain dalam rangkaian serangan.

Kesalahan tersebut akhirnya membuat gol tetap disahkan.

Mengapa VAR Tidak Memanggil Michael Oliver?

Pertanyaan besar berikutnya adalah mengapa Michael Oliver tidak diminta melakukan pemeriksaan di monitor.

Menurut Webb, inilah salah satu bagian penting dari kesalahan tersebut.

VAR seharusnya menyadari adanya kemungkinan bahwa Enzo Fernandez memiliki pengaruh terhadap permainan.

Jika hal tersebut diperiksa lebih lanjut, Oliver dapat menilai situasi tersebut secara langsung.

Namun rekomendasi itu tidak diberikan.

Akibatnya, keputusan awal berubah dari gol dianulir menjadi gol disahkan.

Webb Tidak Menutupi Kesalahan

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah sikap Webb setelah kejadian tersebut.

Ia tidak berusaha menyembunyikan kesalahan.

Sebaliknya, Webb menjelaskan secara terbuka apa yang terjadi.

Ia juga mengakui bahwa proses tersebut seharusnya berjalan berbeda.

Transparansi semacam ini menjadi bagian penting dalam sistem perwasitan modern.

VAR memang dirancang untuk mengurangi kesalahan.

Namun teknologi tetap dioperasikan oleh manusia.

Kesalahan tetap mungkin terjadi.

Phil Foden Juga Terlibat Kontroversi

Selain gol Haaland, insiden Phil Foden dan Bruno Fernandes menjadi pembahasan lain.

Foden mendapatkan kartu merah setelah melakukan tendangan terhadap Fernandes.

Keputusan tersebut sempat diperdebatkan karena terjadi dalam pertandingan yang sama.

Manchester City harus bermain dengan sepuluh pemain.

Situasi tersebut sebenarnya memberikan keuntungan jumlah pemain kepada Manchester United.

Namun United tidak mampu memanfaatkannya untuk mencetak gol.

Howard Webb Mendukung Kartu Merah Foden

Dalam penjelasannya, Webb menyatakan bahwa kartu merah Foden merupakan keputusan yang tepat.

Menurut penilaian Webb, Foden melakukan tindakan yang memenuhi unsur violent conduct.

Tendangan tersebut dianggap dilakukan dengan kekuatan yang cukup terhadap bagian atas tubuh Bruno Fernandes.

Karena itu, Webb tidak melihat alasan untuk membatalkan kartu merah tersebut.

Keputusan Michael Oliver mendapatkan dukungan dari kepala badan perwasitan tersebut.

Lalu Mengapa Bruno Fernandes Tidak Diusir?

Inilah bagian lain yang menarik.

Fernandes sebelumnya juga melakukan tindakan terhadap Foden.

Howard Webb mengakui bahwa Fernandes seharusnya mendapatkan kartu kuning.

Namun menurut Webb, tindakan Fernandes tidak memenuhi ambang batas untuk dikategorikan sebagai violent conduct.

Dengan kata lain, ada perbedaan tingkat pelanggaran antara tindakan Fernandes dan Foden.

Fernandes dianggap melakukan tindakan yang lebih dekat dengan reckless conduct.

Karena itu, hukuman yang tepat menurut Webb adalah kartu kuning.

VAR Tidak Bisa Mengubah Keputusan Fernandes

Ada alasan lain mengapa Fernandes tidak mendapatkan hukuman tambahan melalui VAR.

Kartu kuning biasa bukan jenis keputusan yang dapat ditinjau VAR.

VAR hanya dapat melakukan intervensi dalam situasi tertentu seperti kartu merah langsung, penalti, gol, atau kesalahan identitas.

Karena tindakan Fernandes dinilai hanya layak mendapatkan kartu kuning, VAR tidak memiliki dasar untuk mengubahnya menjadi kartu merah.

Itulah sebabnya Fernandes tetap berada di lapangan.

Perbedaan dengan Kasus Foden

Kasus Foden berbeda.

Tindakan pemain Manchester City tersebut dianggap memenuhi kriteria kartu merah langsung.

Karena itu, keputusan tersebut dapat diperiksa melalui VAR.

Namun setelah ditinjau, kartu merah tetap dipertahankan.

Dengan demikian, Webb menilai kedua keputusan tersebut dapat dijelaskan berdasarkan tingkat pelanggaran masing-masing.

Fernandes seharusnya mendapatkan kartu kuning.

Foden layak menerima kartu merah.

Kontroversi Tidak Berhenti di Sana

Derby Manchester tersebut akhirnya menghasilkan banyak pembicaraan mengenai kualitas perwasitan.

Gol Haaland menjadi isu utama.

Kartu merah Foden juga menjadi perdebatan.

Sementara Fernandes lolos tanpa kartu pada insiden yang terjadi sebelumnya.

Semua kejadian tersebut berlangsung dalam pertandingan yang sama.

Tidak mengherankan jika pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi besar bagi Pro Ref.

Kesalahan VAR Memberikan Pelajaran

Kasus ini menunjukkan bahwa VAR tidak cukup hanya melihat satu pemain.

Dalam situasi offside, petugas harus memeriksa seluruh fase serangan.

Posisi pemain.

Interferensi.

Pergerakan pemain bertahan.

Dan kemungkinan pengaruh pemain yang berada dalam posisi offside.

Semua aspek tersebut harus diperhatikan.

Jika hanya satu elemen yang diperiksa, kesalahan bisa terjadi.

"Tunnel Vision" Menjadi Istilah Kunci

Istilah yang digunakan Webb, yaitu "tunnel vision", menggambarkan bagaimana kesalahan terjadi.

VAR terlalu fokus pada Haaland.

Begitu posisi Haaland dinyatakan legal, pemeriksaan dianggap selesai.

Padahal terdapat elemen lain yang masih harus diperiksa.

Inilah yang menjadi masalah.

VAR bukan hanya tentang menentukan apakah pencetak gol berada dalam posisi offside.

Pemeriksaan juga harus melihat apakah ada pemain lain yang memengaruhi permainan.

Teknologi Tetap Membutuhkan Manusia

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa teknologi bukan solusi sempurna.

VAR memiliki kamera.

VAR memiliki sistem semi-otomatis.

VAR memiliki rekaman dari berbagai sudut.

Tetapi semua informasi tersebut tetap harus ditafsirkan oleh manusia.

Jika manusia gagal melihat aspek penting, teknologi yang tersedia juga tidak akan memberikan hasil maksimal.

Manchester United Tetap Kalah

Terlepas dari pengakuan tersebut, hasil pertandingan tidak dapat diubah.

Manchester City tetap menang 1-0.

Manchester United gagal mencetak gol.

Bagi Carrick, situasi tersebut menjadi semakin mengecewakan karena timnya bermain melawan sepuluh pemain setelah Foden diusir.

United memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan.

Namun kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan.

Manchester City Mendapat Tiga Poin

Manchester City tentu tetap mempertahankan kemenangan mereka.

Bagi tim asuhan Pep Guardiola, tiga poin tersebut sangat penting.

Gol Haaland menjadi penentu.

Namun kemenangan itu sekarang selalu akan dikaitkan dengan kontroversi VAR.

City sendiri tidak bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat petugas pertandingan.

Mereka hanya bermain sesuai keputusan wasit.

Howard Webb Membuka Proses Internal

Pernyataan Webb memberikan gambaran mengenai bagaimana Pro Ref mengevaluasi keputusan.

Ia tidak hanya mengatakan bahwa keputusan tersebut salah.

Ia juga menjelaskan bagaimana kesalahan itu terjadi.

Petugas VAR terlalu fokus pada satu pemain.

Mereka tidak mengevaluasi pengaruh Enzo Fernandez.

Dan mereka tidak merekomendasikan pemeriksaan di lapangan.

Penjelasan tersebut membantu publik memahami persoalan secara lebih lengkap.

Wasit Michael Oliver Tetap Menjadi Bagian dari Sistem

Michael Oliver mengambil keputusan awal untuk menganulir gol Haaland karena offside.

Setelah VAR melakukan pemeriksaan, keputusan tersebut diubah.

Oliver menerima rekomendasi VAR.

Karena VAR tidak menyarankan pemeriksaan lapangan terkait Enzo Fernandez, Oliver kemudian mengesahkan gol.

Kesalahan utama menurut Pro Ref berada dalam proses pemeriksaan VAR.

Fernandes Seharusnya Mendapat Kartu Kuning

Dalam insiden lainnya, Webb memberikan penilaian yang cukup jelas.

Bruno Fernandes seharusnya mendapatkan kartu kuning.

Namun ia tidak mendapatkannya.

Ini menjadi kesalahan keputusan wasit yang berbeda dengan kesalahan VAR pada gol Haaland.

Keduanya harus dipisahkan.

Satu berkaitan dengan kegagalan VAR melihat interferensi dalam situasi offside.

Yang lainnya berkaitan dengan penilaian wasit terhadap tingkat pelanggaran Fernandes.

Foden Tetap Kartu Merah

Sementara itu, Webb mempertahankan keputusan kartu merah terhadap Foden.

Menurutnya, tendangan Foden memiliki unsur kekerasan yang cukup untuk dikategorikan sebagai violent conduct.

Karena itu, keputusan tersebut tidak perlu diubah.

Penjelasan ini juga memperlihatkan bahwa tidak semua keputusan kontroversial dalam derby Manchester dianggap salah oleh Pro Ref.

Ada keputusan yang dinilai benar.

Ada juga yang diakui keliru.

Evaluasi Menjadi Hal Penting

Bagi Pro Ref, kasus ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki proses.

Dua petugas VAR telah dicoret dari penugasan sementara.

Mereka akan kembali dievaluasi setelah jeda internasional.

Tujuannya bukan sekadar memberikan hukuman.

Yang lebih penting adalah memastikan mereka memahami bagaimana kesalahan tersebut terjadi dan bagaimana mencegahnya di masa depan.

Kontroversi VAR Kembali Mengemuka

Premier League sudah menggunakan VAR selama beberapa musim.

Namun perdebatan mengenai teknologi tersebut tidak pernah benar-benar hilang.

Ada keputusan yang dianggap terlalu lama diperiksa.

Ada pula keputusan yang dibuat terlalu cepat.

Ada situasi ketika teknologi membantu wasit.

Namun ada juga situasi ketika kesalahan manusia tetap terjadi meskipun teknologi tersedia.

Kasus derby Manchester menjadi contoh terbaru.

Transparansi Menjadi Jawaban

Salah satu langkah yang dilakukan Pro Ref adalah membuka rekaman audio dan memberikan penjelasan publik.

Cara ini memungkinkan penonton mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Daripada hanya melihat keputusan akhir, publik dapat mendengar bagaimana prosesnya berlangsung.

Transparansi seperti ini dapat membantu menjelaskan kesalahan.

Namun pada akhirnya, keputusan di lapangan tetap memiliki dampak terhadap hasil pertandingan.

United Tidak Mendapatkan Poin

Bagi Manchester United, pengakuan kesalahan tersebut tentu tidak mengembalikan satu poin pun.

Mereka tetap kalah.

Carrick tetap harus menghadapi evaluasi terhadap performa tim.

Dan United harus segera fokus pada pertandingan berikutnya.

Pengakuan VAR mungkin memberikan kejelasan mengenai kontroversi.

Namun tidak mengubah posisi mereka di klasemen.

Derby Manchester Kembali Penuh Drama

Derby Manchester memang selalu menghadirkan tekanan tinggi.

Pertandingan kali ini tidak berbeda.

Gol kontroversial.

Kartu merah.

Insiden Fernandes.

Dan pengakuan kesalahan VAR setelah pertandingan.

Semua itu membuat laga tersebut menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak dibicarakan pada awal musim Premier League.

Kesimpulan

Howard Webb akhirnya membuka secara lebih rinci "kotak hitam" kontroversi yang terjadi dalam derby Manchester.

Manchester City menang 1-0 atas Manchester United melalui gol Erling Haaland.

Namun gol tersebut kemudian terbukti disahkan melalui proses VAR yang keliru.

Haaland memang berada dalam posisi onside, tetapi Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan tindakannya dalam rangkaian serangan seharusnya ikut diperiksa. VAR gagal mempertimbangkan aspek tersebut dan terlalu fokus pada posisi Haaland.

Webb menggambarkan kesalahan tersebut sebagai akibat dari "tunnel vision".

VAR terlalu terfokus pada satu aspek sehingga gagal melihat gambaran keseluruhan.

Karena kesalahan itu, petugas VAR Matt Donohue dan asisten VAR Blake Antrobus kemudian dicoret dari penugasan Premier League sampai setidaknya setelah jeda internasional.

Webb juga membahas insiden lain yang melibatkan Bruno Fernandes dan Phil Foden.

Menurut Webb, kartu merah Foden merupakan keputusan yang benar karena tindakannya dianggap memenuhi kriteria violent conduct.

Sementara itu, Fernandes seharusnya mendapatkan kartu kuning karena tindakannya terhadap Foden dinilai reckless, tetapi tidak memenuhi standar untuk kartu merah.

Dengan demikian, tidak semua keputusan kontroversial dalam pertandingan tersebut dinilai salah oleh Pro Ref.

Ada keputusan yang dipertahankan.

Ada pula keputusan yang diakui sebagai kesalahan.

Kasus ini memperlihatkan bahwa VAR masih sangat bergantung kepada kemampuan manusia dalam membaca sebuah situasi.

Teknologi dapat memberikan tayangan ulang dan data yang lebih lengkap.

Namun jika petugas terlalu fokus pada satu bagian, aspek penting lainnya tetap bisa terlewat.

Bagi Manchester United, pengakuan tersebut memberikan kejelasan bahwa gol Haaland memang seharusnya diperiksa lebih mendalam.

Namun hasil pertandingan tetap tidak berubah.

Manchester City tetap membawa pulang tiga poin dari Old Trafford.

Bagi Pro Ref, pekerjaan berikutnya adalah memastikan kesalahan serupa tidak terulang.

Bagi para pemain dan klub, fokus kemudian kembali kepada pertandingan berikutnya.

Sementara bagi publik sepak bola, derby Manchester kali ini menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi VAR sudah menjadi bagian penting dari Premier League, keputusan manusia masih memiliki peran yang sangat besar di balik setiap kontroversi.