Harry Kane sedang berada di salah satu fase paling luar biasa dalam perjalanan kariernya. Striker Bayern Munich tersebut bukan hanya berhasil mencatatkan angka gol yang membuat dunia sepak bola terkejut, tetapi kini mulai disejajarkan dengan dua nama terbesar dalam sejarah sepak bola modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Yang membuat Kane sendiri tercengang adalah angka yang berhasil dicapainya pada musim lalu.
Kapten timnas Inggris itu mencetak total 73 gol untuk klub dan negaranya sepanjang musim 2025/2026. Jumlah tersebut membuatnya melewati catatan terbaik Cristiano Ronaldo dalam satu musim, yang berada di angka 69 gol.
Hanya satu pemain yang masih berada di atas Kane dalam daftar tersebut.
Dia adalah Lionel Messi.
Megabintang Argentina itu pernah mencetak 82 gol dalam satu musim, sebuah pencapaian yang sampai sekarang masih menjadi standar tertinggi. Kane kini berada tepat di bawahnya setelah melewati salah satu catatan terbaik Ronaldo.
Bagi Kane, pencapaian tersebut terasa hampir tidak nyata.
Pasalnya, ketika masih kecil, ia merupakan salah satu penggemar yang menyaksikan Messi dan Ronaldo mendominasi sepak bola dunia. Saat itu, angka-angka yang mereka ciptakan terasa seperti sesuatu yang mustahil dicapai oleh pemain lain.
Kini, Kane justru berada di wilayah statistik yang sama.
“Saya tumbuh dengan menyaksikan Messi dan Ronaldo, era ketika mereka terus mendominasi,” ujar Kane dalam wawancara dengan TNT Sports.
“Messi adalah satu-satunya yang mencetak lebih banyak dengan 82 gol, tetapi bahkan beberapa musim mereka yang lain, dan jumlah tertinggi Ronaldo menurut saya adalah 69. Itu angka-angka yang dulu saya anggap konyol.”
Kane kemudian mengakui bahwa dirinya sendiri masih sulit mempercayai pencapaian tersebut.
“Mereka adalah dua pemain terhebat di generasi kami dan bisa dibilang sepanjang masa. Jadi 73 gol, bahkan bagi saya, saya cukup takjub dengan itu.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa besar arti pencapaian Kane. Ia tidak sekadar mengejar rekor. Ia berhasil memasuki wilayah statistik yang selama bertahun-tahun seolah hanya menjadi milik Messi dan Ronaldo.
73 Gol yang Mengubah Perbincangan tentang Kane
Musim 2025/2026 menjadi musim yang sangat istimewa bagi Kane.
Dari 73 gol yang ia cetak, 61 gol datang bersama Bayern Munich, sementara 12 lainnya ia persembahkan untuk tim nasional Inggris. Produktivitas tersebut membuat Kane menjadi salah satu pemain paling menentukan di dunia sepanjang musim.
Catatan itu juga membuat namanya semakin kuat dalam persaingan Ballon d'Or 2026.
Kane kini dianggap sebagai salah satu kandidat terdepan untuk memenangkan penghargaan individual paling bergengsi dalam sepak bola tersebut. Bahkan, sejumlah pasar prediksi menempatkannya sebagai favorit.
Jika Kane benar-benar memenangkan Ballon d'Or, pencapaiannya akan menjadi sangat bersejarah bagi Inggris.
Ia akan menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sejak Michael Owen pada 2001.
Owen sendiri menjadi salah satu sosok yang sangat berarti bagi Kane. Ketika masih kecil, Kane mengagumi Owen dan tumbuh sebagai penggemar timnas Inggris. Karena itu, ketika Owen memberikan dukungan kepadanya menjelang pengumuman Ballon d'Or, Kane mengaku merasakan kebanggaan yang sangat besar.
Kane mendapatkan pesan dari Owen yang berharap dirinya bisa bergabung dengan kelompok kecil pemain Inggris yang pernah memenangkan penghargaan tersebut.
Respons Kane menunjukkan betapa emosionalnya perjalanan tersebut.
Ia mengingat kembali masa ketika dirinya hanyalah seorang anak yang bermimpi menjadi pesepak bola profesional. Sekarang, ia justru berada di posisi untuk memenangkan penghargaan yang pernah diraih oleh pemain-pemain idolanya.
Namun Kane juga menyadari satu hal penting.
Ballon d'Or bukan sesuatu yang bisa ia kendalikan.
“Saya sangat bangga dengan musim yang saya jalani,” ujar Kane.
“Tetapi sekarang semuanya berada di luar kendali saya. Itu tergantung kepada para pemilih dan orang-orang yang menentukan.”
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Kane tidak ingin terlalu terbawa suasana.
Ia sudah melakukan bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Ia mencetak gol, membantu klub meraih prestasi, tampil produktif bersama tim nasional, dan menghasilkan statistik luar biasa.
Kini keputusan berada di tangan para pemilih.
Kane Tidak Ingin Berhenti di Usia 33 Tahun
Hal lain yang membuat perjalanan Kane semakin menarik adalah usianya.
Kane kini berusia 33 tahun. Pada usia seperti itu, banyak pemain mulai memasuki fase akhir karier atau setidaknya mulai memikirkan bagaimana menjaga tubuh agar tetap mampu bersaing di level tertinggi.
Namun Kane justru memiliki pandangan berbeda.
Ia melihat karier Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Luka Modric sebagai bukti bahwa seorang pemain masih dapat tampil luar biasa meski telah melewati usia 30 tahun.
Ronaldo bahkan masih bermain di level profesional pada usia 40-an, sementara Modric juga memperlihatkan bahwa usia tidak selalu menjadi penghalang bagi seorang pemain yang mampu menjaga kondisi fisik dan mentalnya.
Messi pun menjadi inspirasi bagi Kane dalam hal umur panjang karier.
Karena itu, Kane tidak ingin menganggap usianya sebagai batas.
“Saat saya melihat pemain seperti Messi dan Ronaldo serta Luka Modric bermain hingga akhir usia 30-an, bahkan Ronaldo sekarang sudah berusia 40-an dan Luka juga di usia 40-an, itu memberi saya motivasi untuk bisa melakukan hal yang sama,” kata Kane.
Menurut Kane, rahasia untuk mempertahankan karier panjang tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik.
Mentalitas juga memiliki peran yang sangat besar.
Seorang pemain mungkin masih memiliki tubuh yang mampu bermain, tetapi tanpa motivasi untuk terus berkembang dan mengejar sesuatu, kariernya bisa menurun lebih cepat.
Kane masih merasa memiliki banyak target.
Masih ada trofi yang ingin ia menangkan.
Masih ada rekor yang ingin ia pecahkan.
Dan tentu saja, masih ada ambisi besar bersama Bayern Munich serta tim nasional Inggris.
“Banyak dari itu juga datang dari mentalitas, apa yang sudah Anda capai dan apa yang Anda kejar,” ujar Kane.
“Apakah ada trofi lain yang ingin Anda coba menangkan? Apakah ada target lain yang ingin Anda coba capai?”
Pertanyaan itulah yang tampaknya menjadi bahan bakar Kane untuk terus bermain.
Ballon d'Or Bukan Satu-Satunya Target
Meskipun sedang berada di tengah pembicaraan Ballon d'Or, Kane menegaskan bahwa dirinya sudah mulai mengalihkan perhatian kepada musim baru.
Baginya, sepak bola tidak berhenti hanya karena seseorang berhasil menjalani musim luar biasa.
Justru tantangan terbesar adalah bagaimana mengulangi atau bahkan meningkatkan pencapaian tersebut.
Kane mengatakan dirinya sekarang sudah memikirkan musim ini dan bahkan musim berikutnya.
“Bisakah saya menjadi lebih baik? Bisakah saya berkembang? Tetapi saya juga ingin menghargai apa yang sudah saya lakukan,” ujarnya.
Sikap tersebut cukup menggambarkan karakter Kane.
Ia tidak ingin hanya menjadi pemain yang pernah mencetak 73 gol dalam satu musim.
Ia ingin membuktikan bahwa pencapaian tersebut bukan sebuah kebetulan.
Ia ingin mempertahankan standar yang sama.
Dan itu bukan perkara mudah.
Setelah mencetak 73 gol, ekspektasi terhadap Kane otomatis meningkat. Setiap pertandingan berikutnya akan dibandingkan dengan standar musim sebelumnya.
Jika ia mencetak satu gol, orang akan bertanya mengapa tidak dua.
Jika ia mencetak dua, orang akan membandingkannya dengan tiga.
Itulah konsekuensi ketika seorang striker berhasil mencapai level yang sangat tinggi.
Namun Kane tampaknya siap menerima tekanan tersebut.
Ia bahkan menganggap perdebatan mengenai pemain terbaik sebagai bagian menarik dari sepak bola.
Menurutnya, selalu ada argumen berbeda mengenai siapa yang paling layak menjadi pemain terbaik.
Ada pemain yang memiliki kecepatan.
Ada pemain dengan kecerdasan sepak bola luar biasa.
Ada pemain dengan kemampuan penyelesaian akhir yang sangat baik.
Semua memiliki keunggulan masing-masing.
Karena itu, Kane menganggap perdebatan Ballon d'Or justru menunjukkan betapa menariknya sepak bola.
Ia senang berada dalam persaingan tersebut, tetapi tidak ingin menghabiskan terlalu banyak energi untuk memikirkan hasil akhirnya.
Bayern Masih Membutuhkan Kane
Di level klub, Kane tetap menjadi bagian penting dari proyek Bayern Munich.
Musim baru memang belum berjalan sempurna bagi Bayern. Mereka mengawali kampanye dengan mengalahkan Borussia Dortmund dalam pertandingan Piala Super Jerman.
Setelah itu, Bayern membuka Bundesliga dengan penampilan meyakinkan ketika menghancurkan Stuttgart 5-1.
Namun setelah kemenangan besar tersebut, Bayern justru tersandung ketika ditahan Schalke dengan skor 0-0.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa musim baru masih panjang dan Bayern harus bekerja keras untuk kembali mendominasi kompetisi domestik.
Kane sendiri belum membuka rekening golnya di Bundesliga musim baru saat laporan tersebut dibuat.
Namun hal itu tidak mengurangi statusnya sebagai pemain utama.
Justru setelah mencetak 73 gol musim sebelumnya, semua orang tahu bahwa Kane hanya membutuhkan satu pertandingan untuk kembali menemukan ketajamannya.
Bayern juga membutuhkan produktivitasnya ketika memasuki Liga Champions.
Kompetisi Eropa merupakan salah satu target terbesar klub Bavaria tersebut. Setelah hasil imbang melawan Schalke, Bayern dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Liga Champions dengan menghadapi Bodø/Glimt.
Pertandingan tersebut bisa menjadi panggung berikutnya bagi Kane untuk menunjukkan bahwa musim luar biasanya belum selesai.
Dari Pemain yang Mengejar Trofi Menjadi Kandidat Legenda
Perjalanan Kane memang menarik.
Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai striker elite yang memiliki satu masalah besar: minim trofi utama.
Kualitas individunya tidak pernah banyak dipertanyakan.
Ia mencetak banyak gol bersama Tottenham Hotspur, menjadi pencetak gol penting untuk Inggris, dan kemudian pindah ke Bayern Munich untuk mencari tantangan baru.
Di Bayern, ia akhirnya mulai merasakan trofi dan kesuksesan kolektif.
Namun sekarang ambisinya telah berkembang.
Ia tidak lagi hanya ingin memenangkan trofi bersama klub.
Ia ingin meninggalkan warisan.
Ballon d'Or bisa menjadi salah satu bagian terbesar dari warisan tersebut.
Jika Kane memenangkan penghargaan itu, namanya akan masuk ke dalam sejarah sebagai salah satu pemain Inggris paling berpengaruh di era modern.
Dan jika ia mampu mempertahankan performanya hingga akhir usia 30-an seperti yang dilakukan Messi, Ronaldo, dan Modric, perjalanan Kane bisa menjadi jauh lebih panjang daripada yang diperkirakan banyak orang.
Mimpi yang Dulu Terlihat Mustahil Kini Ada di Depan Mata
Yang paling menarik dari kisah Kane adalah bagaimana standar yang dulu ia anggap mustahil kini justru berhasil ia lewati.
Ketika masih kecil, ia melihat Ronaldo mencetak 69 gol dalam satu musim dan Messi mencatat 82 gol.
Angka-angka itu tampak seperti sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh pemain dari generasi berbeda.
Sekarang Kane telah mencetak 73 gol.
Ia sudah melewati Ronaldo dalam statistik tersebut dan hanya terpaut sembilan gol dari catatan Messi.
Kane sendiri mungkin tidak pernah membayangkan akan berada di posisi ini.
Namun sepak bola memang sering kali menghadirkan perjalanan yang tidak terduga.
Seorang anak yang dahulu hanya bermimpi menjadi pesepak bola profesional kini berada di Bayern Munich, memimpin lini depan salah satu klub terbesar dunia, menjadi kapten Inggris, memenangkan penghargaan individu, dan masuk dalam perbincangan Ballon d'Or.
Kini tinggal satu pertanyaan besar.
Apakah Kane akan mampu membawa pencapaian luar biasa tersebut ke level berikutnya?
Ballon d'Or akan menjadi salah satu jawabannya.
Namun bagi Kane, perjalanan belum selesai.
Usianya memang sudah 33 tahun, tetapi ambisinya belum menunjukkan tanda-tanda menurun. Ia justru melihat para legenda seperti Messi, Ronaldo dan Modric sebagai motivasi untuk memperpanjang masa kejayaannya.
Dan jika ia benar-benar mampu mempertahankan performa sampai usia 40-an, bukan tidak mungkin cerita Kane yang sekarang sudah luar biasa akan berubah menjadi salah satu kisah karier paling panjang dan mengesankan dalam sejarah sepak bola modern.
Untuk sementara, satu fakta sudah cukup membuat dunia sepak bola terkesima: Harry Kane mencetak 73 gol dalam satu musim, melampaui catatan terbaik Cristiano Ronaldo, dan hanya Lionel Messi yang masih berada di atasnya.
Kini, setelah mencapai angka yang dahulu dianggap mustahil, Kane punya kesempatan untuk membuktikan bahwa 73 gol bukanlah puncak kariernya.
Bisa jadi, itu justru baru awal dari babak terbesar dalam perjalanan sang kapten Inggris.
