Barcelona benar-benar sedang berada dalam fase yang luar biasa bersama Hansi Flick. Awal musim 2026/27 yang dijalani raksasa Catalan tersebut bukan lagi sekadar start bagus, melainkan sudah berubah menjadi catatan sejarah klub.
Kemenangan telak 7-2 atas Racing Santander di Camp Nou menjadi bukti terbaru. Hasil tersebut membuat Barcelona mencatat tujuh kemenangan beruntun sejak pertandingan kompetitif pertama musim ini. Yang lebih istimewa, pencapaian tersebut menjadikan Flick sebagai pelatih yang membawa Barcelona mencatat start terbaik sepanjang sejarah klub.
Sebelumnya, rekor kemenangan beruntun pada awal musim Barcelona berhenti di angka enam. Catatan tersebut pernah dibuat pada musim 1929/30, 1960/61, dan 2018/19. Tidak satu pun dari tiga tim tersebut berhasil melewati pertandingan keenam dengan kemenangan ketujuh.
Flick kini berhasil memecahkan batas tersebut.
Tujuh pertandingan, tujuh kemenangan.
Tidak ada hasil imbang. Tidak ada kekalahan. Dan yang membuat pencapaian tersebut semakin mengesankan adalah cara Barcelona meraih kemenangan-kemenangan itu.
Mereka bukan hanya menang tipis. Barcelona tampil sangat produktif dan telah mencetak 33 gol dalam tujuh pertandingan pertama musim ini. Dalam periode yang sama, mereka hanya kebobolan tujuh gol.
Pesta tujuh gol melawan Racing menjadi penutup sementara dari rangkaian luar biasa tersebut. Raphinha mencetak hat-trick, sementara João Cancelo, Gabriel Jesus dan Lamine Yamal juga mencatatkan nama mereka di papan skor. Satu gol lainnya datang melalui gol bunuh diri pemain Racing, Asier Villalibre.
Dengan kemenangan itu, Flick tidak hanya membawa Barcelona tetap berada di puncak La Liga, tetapi juga menempatkan namanya dalam buku sejarah klub.
Rekor Lama Akhirnya Tumbang
Sebelum musim ini dimulai, Barcelona sebenarnya sudah memiliki sejumlah catatan impresif terkait start kompetitif mereka.
Enam kemenangan beruntun merupakan batas yang sudah tiga kali berhasil dicapai.
Pertama terjadi pada musim 1929/30. Kemudian rekor serupa kembali muncul pada musim 1960/61. Setelah itu, Barcelona kembali mengulanginya pada musim 2018/19 ketika Ernesto Valverde menjadi pelatih.
Namun, ketiganya memiliki kesamaan.
Tidak ada yang mampu memenangkan pertandingan ketujuh.
Flick kini berhasil melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan pelatih Barcelona sebelumnya.
Ia membawa timnya melewati batas tersebut.
Kemenangan atas Racing membuat Barcelona mencatat tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan kompetitif. Klub bahkan secara resmi mengonfirmasi bahwa hasil tersebut merupakan start terbaik dalam sejarah mereka.
Menariknya, perjalanan menuju rekor tersebut tidak berlangsung dengan lawan yang sama ataupun dalam satu kompetisi.
Barcelona memulai musim dengan kemenangan 5-0 atas Elche.
Setelah itu, mereka menang 2-0 atas Athletic Club. Berikutnya Rayo Vallecano ditaklukkan 5-2, kemudian Valencia dihancurkan 5-0.
Di Liga Champions, Barcelona menghadapi Feyenoord dan kembali menang besar 5-1.
Setelah kembali ke La Liga, mereka mengalahkan Levante 4-2.
Dan pertandingan ketujuh akhirnya ditutup dengan kemenangan 7-2 atas Racing Santander.
Enam pertandingan terjadi di La Liga dan satu pertandingan berlangsung di Liga Champions. Tujuh pertandingan tersebut menghasilkan tujuh kemenangan.
Sebuah awal yang benar-benar sempurna.
Flick Tidak Mau Terlalu Cepat Puas
Meski baru saja menciptakan sejarah, Hansi Flick tidak menunjukkan sikap seolah-olah pekerjaan Barcelona sudah selesai.
Pelatih asal Jerman tersebut justru menekankan bahwa awal yang bagus hanyalah bagian pertama dari perjalanan panjang satu musim.
Flick mengaku senang dengan cara timnya bermain ketika menghadapi Racing. Ia juga memberikan pujian terhadap mentalitas para pemain yang terus berusaha mempertahankan intensitas.
"Saya menyukai cara kami bermain dan tiga poin ini. Saya senang, kami senang. Tidak mudah bermain melawan Racing," ujar Flick setelah pertandingan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Flick memahami tantangan yang dihadapi Barcelona.
Memenangkan tujuh pertandingan awal memang luar biasa. Tetapi mempertahankan level permainan tersebut sepanjang musim adalah persoalan yang jauh lebih sulit.
Barcelona masih akan menghadapi jadwal yang padat. Kompetisi La Liga akan semakin berat, sementara Liga Champions akan menghadirkan lawan-lawan dengan kualitas yang jauh lebih tinggi.
Karena itu, Flick justru mengingatkan timnya bahwa hal terpenting bukan bagaimana mereka memulai musim, melainkan bagaimana mereka mengakhirinya.
"Selalu bagus untuk memulai dengan baik, tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda mengakhirinya," kata Flick.
Kalimat tersebut menjadi pesan yang sangat jelas.
Barcelona boleh menikmati rekor tersebut.
Namun, mereka tidak boleh terlena.
33 Gol dalam Tujuh Pertandingan
Salah satu hal yang membuat start Barcelona musim ini begitu mencolok adalah produktivitas mereka.
Tujuh pertandingan menghasilkan 33 gol.
Artinya, Barcelona mencetak rata-rata sekitar 4,7 gol setiap pertandingan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa permainan menyerang menjadi salah satu senjata utama Flick.
Barcelona bukan hanya menang, tetapi menang dengan cara yang sangat agresif.
Dalam tujuh pertandingan tersebut, mereka hanya sekali mencetak dua gol, yakni ketika mengalahkan Athletic Club 2-0.
Di pertandingan lainnya, jumlah gol mereka selalu mencapai empat atau lebih.
Elche kalah 0-5.
Rayo Vallecano kalah 2-5.
Valencia kalah 0-5.
Feyenoord kalah 1-5.
Levante kalah 2-4.
Kemudian Racing dihantam 2-7.
Catatan tersebut menunjukkan konsistensi yang sangat tinggi dalam urusan mencetak gol.
Yang menarik, Barcelona tidak bergantung pada satu pemain saja.
Raphinha memang menjadi salah satu pemain paling produktif. Dalam pertandingan melawan Racing, ia bahkan mencetak tiga gol sekaligus.
Namun Lamine Yamal, Gabriel Jesus, João Cancelo dan pemain lainnya juga mampu memberikan kontribusi.
Kondisi tersebut membuat Barcelona sulit dihentikan karena ancaman mereka datang dari berbagai arah.
Raphinha dan Yamal Jadi Mesin Serangan
Jika berbicara tentang lini depan Barcelona musim ini, dua nama yang paling mencolok adalah Raphinha dan Lamine Yamal.
Keduanya memiliki karakter berbeda tetapi saling melengkapi.
Raphinha memberikan agresivitas, pergerakan tanpa bola, kemampuan mencetak gol dan pengalaman.
Sementara Yamal menawarkan kreativitas, kemampuan melewati pemain lawan dan visi permainan yang membuat pertahanan lawan harus terus waspada.
Dalam tujuh pertandingan awal musim ini, keduanya sudah memberikan kontribusi besar terhadap produktivitas Barcelona.
Raphinha bahkan mencetak hat-trick saat menghadapi Racing.
Tiga gol tersebut semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terpenting Barcelona dalam sistem Flick.
Sementara itu, Yamal juga berhasil mencetak gol pada pertandingan tersebut setelah sebelumnya sempat gagal mengeksekusi penalti.
Kombinasi keduanya membuat Barcelona memiliki dua sumber ancaman yang sangat berbahaya.
Namun Flick tampaknya tidak ingin permainan tim hanya bergantung kepada mereka.
Ia terus mendorong seluruh pemain untuk terlibat dalam proses menyerang maupun bertahan.
Dan itulah salah satu alasan Barcelona mampu menghasilkan 33 gol dalam tujuh pertandingan.
Semua Pemain Diminta Terlibat
Hansi Flick juga menyoroti satu aspek yang menurutnya sangat penting dari permainan Barcelona saat ini.
Intensitas.
Menurut Flick, bukan hanya pemain depan yang bertugas menekan lawan. Semua pemain harus terlibat.
Ketika kehilangan bola, seluruh tim harus bekerja untuk merebutnya kembali.
Ketika menyerang, pemain harus bergerak dan menciptakan ruang.
Flick menyukai mentalitas kolektif tersebut.
"Momentum dan intensitasnya saya suka. Semua menekan, semua terlibat. Cara kami bekerja sebagai sebuah tim sangat krusial," ujar Flick.
Inilah salah satu perbedaan penting Barcelona musim ini.
Mereka tidak sekadar memainkan sepak bola dengan penguasaan bola. Mereka juga berusaha meningkatkan tempo dan intensitas permainan.
Bagi lawan, kondisi tersebut membuat pertandingan menjadi sangat melelahkan.
Begitu kehilangan bola, mereka langsung mendapat tekanan.
Begitu bertahan terlalu dalam, Barcelona memiliki banyak pemain yang mampu membuka pertahanan.
Begitu mencoba bermain lebih terbuka, ruang di belakang pertahanan dapat dimanfaatkan para pemain cepat Barcelona.
Sistem seperti itu membuat Barcelona mampu menghasilkan banyak peluang.
Karim Adeyemi Mulai Menemukan Ritme
Selain pemain-pemain yang sudah lama berada di skuad, Flick juga mulai melihat perkembangan dari pemain baru.
Karim Adeyemi menjadi salah satu pemain yang mendapatkan perhatian khusus.
Penyerang asal Jerman tersebut perlahan mulai beradaptasi dengan sistem permainan Barcelona.
Flick mengakui bahwa Adeyemi masih membutuhkan waktu untuk benar-benar memahami seluruh tuntutan taktis yang diberikan kepadanya.
Namun, kecepatan pemain tersebut sudah memberikan dimensi baru bagi lini depan Barcelona.
"Dia masih bisa berkembang dan masih perlu sepenuhnya beradaptasi dengan cara kami bermain, tetapi dia memberi kami banyak hal," kata Flick.
Flick juga memberikan pujian terhadap kepribadian Adeyemi.
Menurutnya, sang pemain merupakan sosok yang bekerja keras dan memberikan segalanya ketika berada di lapangan.
Yang paling menarik tentu kecepatannya.
Barcelona kini memiliki pemain yang dapat melakukan penetrasi dengan cepat ketika mendapatkan ruang.
Jika Adeyemi semakin memahami sistem Flick, maka pilihan di lini depan Barcelona akan semakin beragam.
Hal tersebut menjadi kabar baik bagi Flick karena kompetisi sepanjang musim membutuhkan rotasi dan kedalaman skuad.
Barcelona Kini Memimpin La Liga
Tujuh kemenangan beruntun tersebut juga membawa Barcelona ke posisi yang sangat kuat di awal musim La Liga.
Barcelona telah memenangkan enam pertandingan liga dan mengoleksi 18 poin.
Mereka memimpin klasemen dengan keunggulan tiga poin atas Real Madrid berdasarkan situasi setelah pertandingan melawan Racing.
Barcelona juga menjadi satu-satunya tim yang masih sempurna di La Liga setelah enam pertandingan.
Dengan produktivitas 28 gol di kompetisi domestik, Barcelona menunjukkan bahwa mereka bukan hanya mengumpulkan poin, tetapi juga tampil sangat agresif.
Namun, Flick tentu menyadari bahwa klasemen September belum menentukan siapa yang akan menjadi juara pada akhir musim.
Musim masih panjang.
Cedera dapat datang kapan saja.
Jadwal padat akan menguji kedalaman skuad.
Pertandingan Liga Champions juga akan menuntut konsentrasi ekstra.
Dan ketika lawan-lawan mulai memahami pola permainan Barcelona, Flick harus menemukan cara baru untuk menjaga timnya tetap sulit dihentikan.
Ujian Berikutnya: Sevilla
Setelah Racing Santander, perhatian Barcelona langsung diarahkan ke pertandingan berikutnya.
Mereka akan bertandang menghadapi Sevilla pada akhir pekan ini.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian lain bagi Flick untuk melihat apakah momentum tujuh kemenangan dapat terus dipertahankan.
Sevilla akan bermain di kandang sendiri dan tentu memiliki motivasi besar untuk menghentikan laju Barcelona.
Bagi Flick, pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa rekor tujuh kemenangan bukan sekadar hasil dari momentum awal musim.
Barcelona harus menunjukkan konsistensi.
Jika berhasil menang lagi, rentetan kemenangan mereka akan berubah menjadi delapan.
Dan setiap kemenangan berikutnya akan semakin memperkuat posisi Flick dalam sejarah Barcelona.
Rekor Baru, Tantangan Baru
Yang membuat pencapaian Flick menarik bukan hanya angka tujuh.
Lebih dari itu, rekor tersebut menunjukkan perubahan besar dalam cara Barcelona memulai musim.
Tiga generasi sebelumnya pernah menyentuh enam kemenangan beruntun.
Namun Flick berhasil membawa timnya satu langkah lebih jauh.
1929/30 berhenti di enam.
1960/61 berhenti di enam.
2018/19 juga berhenti di enam.
Barcelona era Flick berhasil melewati semuanya.
Tujuh kemenangan kini menjadi standar baru.
Dan angka tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah.
Jika Barcelona berhasil mengalahkan Sevilla, maka mereka akan mencatat delapan kemenangan beruntun. Setelah itu, tantangan akan semakin besar karena pertandingan demi pertandingan akan terus berdatangan.
Namun, untuk sementara waktu, Flick pantas menikmati pencapaian tersebut.
Ia datang ke Barcelona dengan tugas membawa klub kembali menjadi kekuatan utama Eropa.
Musim sebelumnya sudah memberikan tanda-tanda positif. Tetapi awal musim 2026/27 memperlihatkan bahwa Barcelona kini memiliki ambisi yang jauh lebih besar.
Mereka bukan hanya menang.
Mereka menang dengan mencetak banyak gol.
Mereka bukan hanya mencetak banyak gol.
Mereka juga melakukannya secara konsisten.
Dan mereka bukan hanya memiliki satu pemain yang menjadi sumber ancaman.
Raphinha sedang menggila.
Yamal terus berkembang.
Adeyemi mulai menemukan ritme.
Gabriel Jesus ikut mencetak gol.
Cancelo mampu mencetak gol dari luar kotak penalti.
Sementara Flick memastikan seluruh pemain memahami bahwa keberhasilan hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif.
Sejarah Sudah Dibuat, Tetapi Perjalanan Baru Dimulai
Pada akhirnya, kemenangan 7-2 atas Racing Santander akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Barcelona.
Bukan hanya karena skor besarnya.
Bukan hanya karena hat-trick Raphinha.
Tetapi karena pertandingan tersebut menjadi kemenangan ketujuh secara beruntun dan membawa Barcelona melewati batas yang selama puluhan tahun tidak mampu ditembus.
Hansi Flick kini menjadi pelatih yang membawa Barcelona mencatat start terbaik sepanjang sejarah klub.
Tujuh pertandingan.
Tujuh kemenangan.
33 gol.
Hanya tujuh kebobolan.
Enam kemenangan di La Liga dan satu kemenangan di Liga Champions.
Statistik tersebut menggambarkan betapa luar biasanya awal perjalanan Barcelona musim ini.
Tetapi Flick tahu bahwa sejarah tidak memberikan trofi.
Rekor hanya akan menjadi catatan jika tidak diikuti konsistensi hingga akhir musim.
Karena itu, sang pelatih memilih untuk tidak terlena.
Ia menikmati kemenangan, memuji pemainnya dan mengakui bahwa tim sedang berada dalam momentum positif.
Namun setelah itu, fokus langsung dialihkan kepada pertandingan berikutnya.
Sevilla sudah menunggu.
Dan Barcelona kembali harus membuktikan diri.
Rekor tujuh kemenangan memang sudah menjadi milik mereka.
Tetapi jika performa seperti sekarang terus dipertahankan, bukan tidak mungkin angka tujuh tersebut hanya akan menjadi awal dari rangkaian rekor yang jauh lebih panjang.
Untuk saat ini, satu hal sudah jelas.
Hansi Flick telah membawa Barcelona memasuki halaman baru dalam sejarah klub.
Dan setelah tujuh kemenangan beruntun, seluruh dunia sepak bola kini menunggu satu pertanyaan:
Seberapa jauh Barcelona versi Flick mampu melaju?
