Setelah menunggu begitu lama, Dejan Kulusevski akhirnya semakin dekat dengan momen yang sudah dinantikan para pendukung Tottenham Hotspur. Bintang asal Swedia tersebut mulai kembali ke latihan penuh bersama rekan-rekannya setelah harus menghabiskan waktu yang sangat panjang di ruang perawatan.

Angka 477 hari menggambarkan betapa berat perjalanan yang harus dilewati Kulusevski.

Selama lebih dari satu tahun, pemain yang sebelumnya menjadi salah satu figur penting di Tottenham itu harus menjalani proses pemulihan akibat cedera lutut yang cukup rumit. Ia bukan hanya kehilangan pertandingan demi pertandingan, tetapi juga harus melewati berbagai tahapan rehabilitasi, kemunduran, latihan individu, hingga akhirnya kembali berlatih bersama tim.

Kini, penantian tersebut mulai memasuki babak terakhir.

Kulusevski telah kembali mengikuti latihan penuh Tottenham. Namun, comeback-nya tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Pelatih Roberto De Zerbi dan staf medis Tottenham masih memilih pendekatan hati-hati untuk memastikan sang pemain benar-benar siap kembali menghadapi tuntutan pertandingan kompetitif.

Kondisi tersebut sangat masuk akal.

Setelah absen selama 477 hari, tubuh seorang pemain membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi dengan intensitas pertandingan. Latihan penuh memang menjadi tanda positif, tetapi pertandingan resmi memiliki tekanan dan intensitas yang berbeda.

Karena itu, Tottenham kini harus menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk memberikan kesempatan kepada Kulusevski kembali bermain.

Dan jika semuanya berjalan sesuai rencana, comeback tersebut bisa menjadi salah satu kabar terbesar bagi Tottenham musim ini.

477 Hari yang Mengubah Perjalanan Kulusevski

Kulusevski bukan pemain sembarangan.

Sejak bergabung dengan Tottenham, pemain Swedia tersebut berkembang menjadi salah satu bagian penting dalam permainan tim. Kemampuan bermain di sejumlah posisi membuatnya sangat berharga bagi berbagai pelatih.

Ia mampu beroperasi sebagai winger, gelandang serang, maupun pemain yang bergerak dari sisi lapangan ke area tengah.

Kombinasi kekuatan fisik, teknik, kreativitas dan kemampuan membawa bola membuat Kulusevski menjadi pemain yang sulit digantikan.

Karena itulah absennya dia selama 477 hari memberikan dampak besar.

Bukan hanya Tottenham yang kehilangan salah satu pemain pentingnya.

Tim nasional Swedia juga harus menunggu.

Kulusevski terakhir kali memperkuat Swedia pada November 2024 ketika tampil menghadapi Azerbaijan. Dalam pertandingan tersebut, ia memberikan kontribusi besar dengan mencetak dua gol dan satu assist.

Setelah itu, perjalanan panjang menuju pemulihan dimulai.

Cedera lutut yang dialaminya ternyata jauh lebih kompleks daripada yang diharapkan. Proses rehabilitasi berlangsung lama dan membuat sang pemain harus kehilangan kesempatan bermain dalam jumlah yang sangat besar.

Bagi seorang pesepak bola berusia 26 tahun, periode 477 hari tentu terasa sangat panjang.

Saat rekan-rekannya bertanding setiap pekan, Kulusevski hanya bisa menyaksikan dari luar.

Saat Tottenham menjalani perubahan besar di lapangan, dia harus berjuang mengembalikan kondisi tubuhnya.

Dan ketika akhirnya bisa kembali berlatih penuh, momen tersebut menjadi pencapaian tersendiri.

Latihan Penuh Jadi Sinyal Besar

Kabar paling menggembirakan datang ketika Kulusevski akhirnya bergabung dengan rekan-rekannya dalam sesi latihan penuh.

Ini merupakan langkah penting dalam proses comeback.

Sebelumnya, pemain tersebut menjalani latihan secara bertahap dan bekerja dengan program pemulihan khusus. Namun latihan penuh bersama skuad menunjukkan bahwa tubuhnya sudah mampu menerima beban yang lebih besar.

Bagi Tottenham, ini jelas menjadi kabar positif.

Namun klub tidak ingin mengambil risiko.

Kulusevski sempat mengalami masalah kecil dalam proses pemulihannya baru-baru ini. Karena itu, Tottenham tetap memilih untuk berhati-hati sebelum menentukan kapan sang pemain bisa kembali ke pertandingan resmi.

De Zerbi dan tim medis memahami bahwa memaksakan comeback terlalu cepat bisa menjadi kesalahan besar.

Cedera panjang membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Pemain tidak hanya harus pulih secara medis.

Dia juga harus mendapatkan kembali kepercayaan dirinya.

Dia harus mampu melakukan sprint tanpa rasa takut.

Harus berani melakukan perubahan arah.

Harus kembali terbiasa melakukan duel.

Dan yang paling penting, harus mampu menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi tanpa tubuhnya memberikan reaksi negatif.

Karena itu, latihan penuh baru merupakan satu tahapan.

Pertandingan kompetitif adalah tahapan berikutnya.

Tottenham Tidak Mau Terburu-buru

Bagi pendukung Tottenham, tentu ada keinginan besar untuk segera melihat Kulusevski kembali bermain.

Namun dari perspektif klub, kesabaran jauh lebih penting.

Tottenham tidak membutuhkan Kulusevski hanya untuk satu pertandingan.

Mereka membutuhkan dia untuk jangka panjang.

Setelah berjuang selama 477 hari, sangat tidak masuk akal jika Tottenham mengambil risiko dengan memainkan sang pemain sebelum benar-benar siap.

Apalagi pertandingan Premier League memiliki intensitas luar biasa.

Satu pertandingan bisa memaksa pemain melakukan puluhan sprint, perubahan arah, duel fisik dan kontak badan.

Semua itu menjadi tantangan bagi pemain yang baru pulih dari cedera lutut.

Karena itu, proses comeback kemungkinan akan dilakukan secara bertahap.

Kulusevski mungkin terlebih dahulu mendapatkan menit bermain terbatas.

Setelah itu, jika tidak ada masalah, menit bermainnya bisa ditambah.

Barulah ketika kondisi fisiknya benar-benar stabil, ia bisa kembali menjadi starter secara reguler.

Strategi tersebut tentu lebih lambat.

Tetapi jauh lebih aman.

Roberto De Zerbi Mendapat Tambahan Senjata

Kembalinya Kulusevski juga menjadi kabar besar bagi Roberto De Zerbi.

Pelatih asal Italia tersebut sekarang memiliki kesempatan untuk mengintegrasikan kembali salah satu pemain dengan karakteristik paling unik di skuad Tottenham.

Kulusevski memberikan fleksibilitas.

Dia tidak harus selalu bermain sebagai winger murni.

Ia bisa bergerak ke tengah, menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan, atau masuk ke ruang di belakang striker.

Kemampuan tersebut sangat cocok dengan sistem yang mengandalkan pergerakan dan rotasi posisi.

De Zerbi juga dikenal menyukai tim yang mampu mengontrol permainan melalui penguasaan bola dan membangun serangan secara terstruktur.

Kulusevski bisa menjadi salah satu pemain yang membantu menjalankan ide tersebut.

Kehadirannya memberi Tottenham lebih banyak pilihan.

Jika lawan bermain dengan garis pertahanan tinggi, kecepatan dan kemampuan Kulusevski membawa bola bisa dimanfaatkan.

Jika lawan bertahan dalam, kreativitasnya dapat membantu membongkar blok pertahanan.

Dan ketika pertandingan berlangsung keras di lini tengah, fisiknya bisa menjadi keuntungan tersendiri.

Itulah alasan mengapa comeback Kulusevski tidak sekadar soal kembalinya satu pemain.

Ini juga berkaitan dengan bertambahnya opsi taktik Tottenham.

Tottenham Sudah Berubah Selama Kulusevski Absen

Satu hal menarik dari comeback Kulusevski adalah kondisi Tottenham saat ini sudah berbeda dibandingkan ketika sang pemain terakhir kali tampil.

Dalam 477 hari, banyak hal berubah.

Pelatih berubah.

Pemain datang dan pergi.

Sistem permainan berkembang.

Kompetisi semakin ketat.

Karena itu, Kulusevski tidak bisa begitu saja kembali dan menganggap dirinya masih berada dalam posisi yang sama seperti sebelumnya.

Dia harus kembali beradaptasi.

Dia harus memperjuangkan tempatnya.

Dan ini justru bisa menjadi tantangan menarik.

Kulusevski mungkin pernah menjadi pemain penting, tetapi setelah absen sangat lama, dia harus menunjukkan bahwa dirinya masih mampu memberikan kontribusi di level yang sama.

Persaingan di dalam skuad juga semakin besar.

Pemain-pemain baru memiliki kesempatan berkembang selama dirinya absen.

Namun bagi pemain dengan kualitas seperti Kulusevski, persaingan tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakuti.

Justru itu bisa menjadi motivasi.

Jika mampu kembali ke performa terbaik, Tottenham akan memiliki pemain yang sangat berharga.

Swedia Juga Menunggu

Bukan hanya Tottenham yang menantikan comeback Kulusevski.

Tim nasional Swedia juga sangat membutuhkan pemain tersebut.

Pelatih Swedia Graham Potter bahkan memberikan sinyal bahwa Kulusevski sudah sangat dekat dengan panggilan kembali ke tim nasional. Potter mengaku terkesan dengan cara sang pemain menangani proses cedera panjangnya.

Potter juga memahami bahwa kondisi Kulusevski harus ditangani secara hati-hati.

Karena itu, komunikasi antara tim nasional Swedia dan Tottenham akan menjadi sangat penting.

Potter menyebut dirinya berharap Kulusevski bisa bergabung dengan Swedia, tetapi keputusan tersebut harus dibicarakan terlebih dahulu dengan pemain dan klub.

Swedia memiliki sejumlah pertandingan Nations League pada periode mendatang, sehingga kemungkinan comeback internasional Kulusevski mulai terbuka.

Namun sekali lagi, tidak ada alasan untuk memaksakan.

Bahkan jika Kulusevski sudah tersedia untuk dipanggil, tim nasional harus memastikan bahwa Tottenham juga merasa kondisi sang pemain cukup aman.

Comeback yang Lebih Besar dari Sekadar Sepak Bola

Bagi Kulusevski sendiri, kembalinya ke lapangan kemungkinan akan memiliki makna yang sangat emosional.

Selama 477 hari, sepak bola yang sebelumnya menjadi rutinitas berubah menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan.

Latihan yang bagi pemain lain terasa biasa mungkin menjadi target besar baginya.

Berjalan tanpa rasa sakit.

Berlari.

Melakukan sprint.

Menendang bola.

Bergabung dengan latihan tim.

Semua tahapan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang.

Karena itu, ketika akhirnya dia kembali memasuki lapangan dalam pertandingan resmi, momen tersebut kemungkinan akan terasa sangat berbeda.

Bukan sekadar pertandingan Premier League.

Bukan sekadar tiga poin.

Tetapi simbol bahwa perjuangan panjangnya akhirnya menghasilkan sesuatu.

Laga Mana yang Bisa Menjadi Panggung Comeback?

Pertanyaan terbesar sekarang adalah kapan Kulusevski benar-benar akan bermain lagi.

Belum ada tanggal resmi yang ditetapkan untuk comeback kompetitifnya. Tottenham masih berhati-hati setelah pemain tersebut mengalami masalah kecil dalam proses pemulihan.

Namun fakta bahwa dia sudah mengikuti latihan penuh memberikan alasan bagi para pendukung untuk optimistis.

Kemungkinan terbesar adalah Tottenham akan mencari pertandingan yang tepat.

Pertandingan dengan intensitas yang bisa dikontrol akan menjadi pilihan ideal.

Kulusevski mungkin tidak langsung tampil selama 90 menit.

Bisa saja dia masuk dari bangku cadangan selama 15 atau 20 menit.

Tujuannya sederhana: memberikan tubuhnya kesempatan untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan tanpa memberikan beban berlebihan.

Jika semuanya berjalan baik, menit bermain akan meningkat.

Dan setelah beberapa pertandingan, Kulusevski bisa kembali menjadi starter.

Proses seperti ini jauh lebih masuk akal daripada langsung memaksanya bermain penuh.

Para Pendukung Tottenham Akhirnya Bisa Berharap

Ada alasan mengapa berita tentang Kulusevski begitu menarik perhatian.

Para pendukung Tottenham telah melihat bagaimana pentingnya pemain tersebut ketika berada dalam kondisi terbaik.

Dia memiliki karakter yang berbeda.

Kulusevski bukan hanya pemain yang mengandalkan kecepatan.

Dia memiliki kemampuan membaca ruang, membawa bola, memberikan umpan, melakukan kombinasi dan menciptakan peluang.

Itulah yang membuatnya sulit digantikan.

Ketika seorang pemain dengan profil seperti itu absen lebih dari setahun, tentu ada lubang yang harus ditutup.

Kini lubang tersebut berpotensi kembali terisi.

Namun Tottenham juga harus memastikan bahwa ekspektasi terhadap Kulusevski tidak terlalu besar.

Dia baru kembali.

Dia belum tentu langsung menjadi pemain yang sama seperti sebelum cedera.

Diperlukan waktu.

Diperlukan kesabaran.

Dan yang paling penting, diperlukan dukungan.

Dari 477 Hari Menepi Menuju Momen Comeback

Perjalanan Kulusevski adalah pengingat bahwa karier seorang pesepak bola bisa berubah dalam hitungan detik.

Satu cedera dapat menghentikan momentum.

Satu masalah medis dapat membuat pemain kehilangan lebih dari satu musim.

Namun perjalanan itu juga memperlihatkan sisi lain dari sepak bola.

Ketika seorang pemain mampu kembali setelah masa sulit, comeback tersebut memiliki nilai yang jauh lebih besar.

Kulusevski kini telah melewati bagian terberat.

477 hari telah berlalu.

Dia sudah kembali berlatih penuh.

Tottenham sudah memasukkannya dalam skuad Premier League musim ini, sebuah tanda bahwa klub masih melihatnya sebagai bagian penting dari proyek mereka.

Tinggal satu langkah terakhir.

Kembali bermain dalam pertandingan resmi.

Dan ketika hari tersebut tiba, kemungkinan besar perhatian tidak hanya datang dari London.

Swedia juga akan memperhatikan.

Para pendukung Tottenham akan menunggu.

Rekan-rekannya akan menyambut.

Sementara Kulusevski sendiri akan mendapatkan kesempatan untuk kembali melakukan sesuatu yang sudah begitu lama tidak bisa dilakukannya: bermain sepak bola kompetitif.

Setelah 477 hari penuh perjuangan, sang bintang Tottenham akhirnya berada di ambang comeback.

Belum ada tanggal pasti.

Belum ada jaminan bahwa dia langsung menjadi starter.

Tetapi satu hal sudah jelas.

Dejan Kulusevski sudah kembali.

Dan jika proses pemulihannya berjalan tanpa hambatan, Tottenham bisa segera mendapatkan kembali salah satu senjata paling penting mereka—tepat ketika musim mulai memasuki fase yang semakin menentukan.