Roberto De Zerbi sedang menghadapi periode penuh tekanan bersama Tottenham Hotspur. Pelatih asal Italia tersebut belum mampu memberikan hasil yang diharapkan pada awal musim Premier League 2026/27, dan situasi itu membuat kritik terhadap dirinya semakin keras.
Salah satu kritik paling tajam datang dari mantan pemain tim nasional Prancis, Christophe Dugarry.
Dugarry bahkan mempertanyakan kapasitas De Zerbi untuk menangani klub sebesar Tottenham. Ia juga menyoroti kontrak lima tahun yang diberikan Spurs kepada sang pelatih.
Dalam wawancara dengan RMC Sport, Dugarry menggunakan istilah yang sangat keras untuk menggambarkan kesepakatan tersebut. Menurutnya, De Zerbi telah mendapatkan kontrak yang sangat menguntungkan meski belum membuktikan dirinya sebagai pelatih yang benar-benar menjadi jaminan di level klub besar.
Komentar tersebut muncul ketika Tottenham sedang mengalami awal musim yang sangat sulit.
Tottenham Belum Menang di Premier League
Tottenham hanya mengumpulkan dua poin dari empat pertandingan Premier League pertama musim ini.
Spurs membuka kompetisi dengan dua kekalahan beruntun ketika menghadapi Brentford dan Newcastle United.
Setelah itu, Tottenham memang berhasil meraih dua hasil imbang.
Namun kedua pertandingan tersebut berakhir dengan skor 0-0.
Artinya, Tottenham belum mencetak satu gol pun dalam empat pertandingan Premier League.
Rangkaian tanpa gol tersebut bahkan telah melewati 400 menit pertandingan.
Situasi itu tentu sangat kontras dengan besarnya aktivitas Tottenham pada bursa transfer musim panas.
Klub London utara tersebut mengeluarkan dana sekitar €350 juta untuk memperkuat skuad.
Ekspektasi pun meningkat.
Dengan investasi sebesar itu, Tottenham diharapkan mampu tampil jauh lebih kompetitif.
Namun hasil di lapangan sejauh ini belum sesuai dengan harapan tersebut.
Dugarry Mempertanyakan Level De Zerbi
Dugarry kemudian memberikan penilaiannya mengenai De Zerbi.
Mantan penyerang Barcelona dan AC Milan itu mengatakan bahwa dirinya belum pernah benar-benar memahami seberapa tinggi level De Zerbi sebagai seorang pelatih.
Menurut Dugarry, De Zerbi memang pernah mendapatkan pujian ketika bekerja di sejumlah klub seperti Sassuolo dan Brighton.
Namun bagi Dugarry, pengalaman tersebut belum cukup untuk menjadikan De Zerbi sebagai jaminan mutlak ketika menangani klub besar.
Dugarry menyampaikan bahwa De Zerbi telah mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya di level tersebut, tetapi menurut penilaiannya sang pelatih masih kesulitan memanfaatkan kesempatan itu.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Dugarry yang disampaikan ketika menanggapi situasi Tottenham.
Kontrak Lima Tahun Menjadi Sorotan
Hal yang paling menarik perhatian dari komentar Dugarry adalah mengenai kontrak De Zerbi.
Tottenham memberikan kontrak berdurasi lima tahun kepada pelatih asal Italia tersebut.
Dugarry mempertanyakan bagaimana De Zerbi bisa mendapatkan kesepakatan jangka panjang tersebut ketika menurutnya sang pelatih belum memberikan bukti yang cukup di klub-klub besar.
Ia kemudian menggambarkan kontrak tersebut dengan istilah "perampokan sungguhan", bahkan mengatakan bahwa De Zerbi seolah tidak membutuhkan topeng untuk melakukan perampokan tersebut.
Bahasa yang digunakan Dugarry memang sangat keras.
Namun konteksnya jelas: ia sedang mengkritik keputusan Tottenham memberikan kontrak jangka panjang kepada De Zerbi.
Awal Musim Membuat Kritik Semakin Keras
Komentar Dugarry tidak muncul tanpa konteks.
Tottenham memang sedang berada dalam periode sulit.
Empat pertandingan tanpa kemenangan menjadi catatan yang mengecewakan.
Lebih buruk lagi, mereka belum mencetak gol sama sekali di Premier League.
Dua hasil imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest dan Everton memang membuat pertahanan Tottenham menunjukkan perbaikan.
Namun produktivitas lini depan menjadi masalah besar.
Pada pertandingan melawan Everton, frustrasi suporter bahkan terlihat ketika pertandingan berakhir.
Pendukung Tottenham mencemooh para pemain setelah pertandingan berakhir imbang 0-0.
Situasi tersebut menunjukkan besarnya ekspektasi terhadap skuad yang dibangun dengan investasi besar.
Belanja Besar Tottenham
Salah satu alasan tekanan terhadap De Zerbi semakin tinggi adalah aktivitas Tottenham di bursa transfer.
Spurs mengeluarkan lebih dari £300 juta pada musim panas.
Sejumlah pemain baru didatangkan untuk membantu De Zerbi membangun tim.
Sandro Tonali menjadi salah satu nama besar yang masuk.
Selain itu terdapat Mateus Fernandes, Omar Marmoush, Savinho dan beberapa pemain lainnya.
Kedatangan para pemain tersebut membuat ekspektasi meningkat.
Tottenham bukan lagi sekadar memiliki proyek jangka panjang.
Mereka telah memberikan De Zerbi sumber daya yang besar untuk mengembangkan tim.
Karena itu, hasil buruk pada awal musim langsung menjadi bahan evaluasi.
De Zerbi Membutuhkan Waktu
Di sisi lain, ada faktor yang perlu diperhitungkan.
Gaya permainan De Zerbi tidak selalu bisa diterapkan secara instan.
Pelatih Italia tersebut dikenal dengan pendekatan taktis yang cukup kompleks.
Timnya membutuhkan waktu untuk memahami pola permainan.
Para pemain harus terbiasa dengan cara membangun serangan dari belakang.
Mereka juga harus memahami kapan harus menarik lawan, kapan menguasai bola, dan kapan mempercepat serangan.
Di Sassuolo dan Brighton, proses tersebut juga membutuhkan waktu.
Karena itu, empat pertandingan pertama belum tentu menggambarkan keseluruhan proyek De Zerbi di Tottenham.
Namun sepak bola modern sering kali tidak memberikan waktu terlalu panjang kepada pelatih.
Masalahnya Bukan Sekadar Hasil
Kritik terhadap De Zerbi juga muncul karena performa Tottenham belum menunjukkan perkembangan yang cukup di lini serang.
Empat pertandingan tanpa gol menjadi catatan yang sulit diabaikan.
Pertahanan memang mencatat dua clean sheet beruntun.
Tetapi sebuah tim tetap membutuhkan gol untuk memenangkan pertandingan.
De Zerbi harus menemukan cara agar sistem yang diterapkannya bisa menghasilkan peluang dan gol.
Inilah tantangan terbesarnya.
De Zerbi Membela Performa Tim
Setelah hasil imbang melawan Everton, De Zerbi berusaha memberikan perspektif berbeda.
Ia menyoroti dua clean sheet beruntun yang berhasil dicatat Tottenham.
Menurut sang pelatih, ada perkembangan tertentu dalam organisasi permainan timnya.
De Zerbi juga membandingkan situasi tersebut dengan bagaimana dirinya mungkin akan dipandang oleh media Italia.
Pernyataan tersebut kemudian mendapatkan respons dari sejumlah pihak.
Bagi De Zerbi, peningkatan pertahanan merupakan bagian dari proses.
Namun bagi para pengkritiknya, Tottenham tetap harus segera memenangkan pertandingan.
Dugarry Tidak Terpengaruh
Dugarry justru melihat pernyataan De Zerbi secara berbeda.
Ia mempertanyakan cara sang pelatih berbicara setelah hasil imbang.
Menurutnya, De Zerbi seharusnya lebih berhati-hati ketika memberikan komentar kepada publik.
Kritik Dugarry tidak hanya berkaitan dengan taktik.
Ia juga menyoroti sikap dan cara De Zerbi berkomunikasi.
Ini membuat tekanan terhadap pelatih Tottenham semakin luas.
Perselisihan dengan Mathys Tel
Situasi De Zerbi juga menjadi sorotan setelah terjadi pertukaran panas dengan Mathys Tel dalam pertandingan melawan Everton.
Keduanya terlihat terlibat dalam sebuah insiden di lapangan.
Setelah pertandingan, De Zerbi memberikan komentar mengenai kejadian tersebut.
Peristiwa itu kemudian menjadi bahan pembicaraan.
Dugarry termasuk salah satu pihak yang menilai bahwa cara De Zerbi menangani situasi tersebut patut dipertanyakan.
Tekanan di London Utara
Menangani Tottenham bukan pekerjaan mudah.
Klub tersebut memiliki basis suporter besar.
Ekspektasi juga semakin tinggi setelah klub melakukan investasi besar.
Selain itu, Tottenham baru mengalami dua musim beruntun yang berakhir di posisi ke-17 Premier League.
Karena itu, musim 2026/27 diharapkan menjadi titik perubahan.
De Zerbi diberikan tanggung jawab untuk membawa klub bergerak ke arah yang lebih kompetitif.
Kontrak Lima Tahun Memberikan Pesan
Kontrak lima tahun sebenarnya menunjukkan kepercayaan Tottenham kepada De Zerbi.
Klub tampaknya ingin memberikan kesempatan kepada sang pelatih untuk membangun proyek jangka panjang.
Namun kontrak panjang juga membuat tekanan menjadi lebih besar ketika hasil tidak sesuai harapan.
Suporter tentu akan bertanya mengapa pelatih mendapatkan masa kerja panjang sementara performa awal belum meyakinkan.
Di sinilah manajemen Tottenham harus memberikan penjelasan mengenai arah proyek mereka.
Apakah De Zerbi Bisa Membalikkan Situasi?
Jawabannya akan ditentukan pertandingan berikutnya.
De Zerbi masih memiliki banyak kesempatan.
Musim Premier League sangat panjang.
Empat pertandingan hanyalah awal.
Namun masalah terbesar adalah Tottenham tidak hanya gagal menang.
Mereka juga belum mencetak gol.
Jika masalah tersebut terus berlanjut, tekanan tentu semakin besar.
De Zerbi harus segera menemukan formula yang tepat.
Lini Depan Harus Menemukan Jawaban
Tottenham memiliki sejumlah pemain ofensif berkualitas.
Omar Marmoush merupakan salah satu rekrutan yang diharapkan memberikan kontribusi.
Savinho juga memiliki kemampuan menciptakan peluang dari sisi sayap.
Mateus Fernandes dapat membantu memberikan kreativitas dari lini tengah.
Namun semua pemain tersebut harus bekerja dalam sistem yang sama.
De Zerbi perlu menemukan kombinasi yang paling efektif.
Sistem De Zerbi Sedang Diuji
Salah satu karakter utama De Zerbi adalah keberanian memainkan sepak bola dengan penguasaan bola.
Timnya biasanya mencoba mengontrol pertandingan melalui sirkulasi bola.
Namun ketika lawan mampu melakukan pressing dengan efektif, sistem tersebut bisa menghadapi tantangan.
Tottenham harus mampu menemukan keseimbangan.
Mereka tidak boleh terlalu lama menguasai bola tanpa menciptakan peluang.
Penguasaan bola harus memiliki tujuan.
Pertahanan Mulai Lebih Stabil
Meskipun mendapatkan banyak kritik, terdapat sisi positif yang dapat dicatat.
Tottenham mencatat clean sheet dalam dua pertandingan terakhir.
Artinya, terdapat perkembangan dalam organisasi pertahanan.
Jika De Zerbi mampu mempertahankan stabilitas tersebut sekaligus memperbaiki serangan, situasi bisa berubah.
Masalahnya adalah kapan perubahan tersebut terjadi.
Tottenham Membutuhkan Hasil
Dalam sepak bola profesional, proses memang penting.
Tetapi hasil juga tidak bisa diabaikan.
De Zerbi mungkin membutuhkan waktu untuk menerapkan sistemnya.
Namun Tottenham tetap harus memenangkan pertandingan.
Terutama setelah klub mengeluarkan dana besar untuk memperkuat skuad.
Kemenangan akan memberikan kepercayaan kepada pemain.
Sebaliknya, hasil buruk akan memperbesar tekanan.
Kontrak Bukan Jaminan
Durasi kontrak lima tahun tidak berarti De Zerbi akan otomatis bertahan selama lima tahun.
Sepak bola penuh dengan perubahan.
Pelatih dapat diberhentikan meskipun masih memiliki kontrak.
Namun pemutusan kontrak juga memiliki konsekuensi finansial bagi klub.
Itulah alasan mengapa Dugarry menyoroti durasi kontrak tersebut.
Ia mempertanyakan keputusan Tottenham dari sudut pandangnya sendiri.
Dugarry Memiliki Pengalaman Melihat De Zerbi
Dugarry juga pernah melihat De Zerbi dari dekat ketika pelatih Italia tersebut menangani Marseille.
Pengalaman itu menjadi salah satu dasar bagi komentarnya.
Namun penilaian Dugarry tetap merupakan opini.
Kemampuan seorang pelatih dapat berubah seiring waktu.
Situasi di setiap klub juga berbeda.
De Zerbi pernah menunjukkan kemampuan membangun tim di beberapa tempat.
Sekarang tantangannya adalah membuktikan bahwa kemampuan tersebut dapat diterapkan di Tottenham.
Brighton Menjadi Referensi
Periode De Zerbi di Brighton menjadi salah satu alasan dirinya mendapatkan perhatian dari klub-klub besar.
Ia berhasil memperkenalkan gaya permainan yang menarik.
Brighton mampu tampil kompetitif meskipun memiliki sumber daya yang berbeda dibanding klub-klub elite Premier League.
Namun menangani Tottenham membawa tekanan berbeda.
Ekspektasinya lebih tinggi.
Sumber daya yang tersedia juga jauh lebih besar.
Karena itu, standar penilaian terhadap De Zerbi juga berubah.
Sassuolo dan Filosofi De Zerbi
Sebelum Brighton, De Zerbi membangun reputasi di Italia.
Sassuolo menjadi salah satu klub yang memperlihatkan kemampuan taktisnya.
Ia memperkenalkan sepak bola berbasis penguasaan bola dan permainan progresif.
Filosofi tersebut membuatnya mendapatkan perhatian.
Namun seperti yang disampaikan Dugarry, pertanyaannya sekarang adalah apakah filosofi tersebut cukup untuk klub besar.
Tottenham Adalah Ujian Besar
Tottenham bisa menjadi ujian terbesar dalam karier De Zerbi.
Ia memiliki skuad yang lebih mahal.
Ia memiliki fasilitas yang sangat baik.
Ia juga memiliki kesempatan membangun tim sesuai keinginannya.
Sekarang hasil harus mengikuti investasi tersebut.
Jika berhasil, kontrak lima tahun akan menjadi fondasi proyek jangka panjang.
Jika gagal, keputusan memberikan kontrak tersebut akan terus dipertanyakan.
Dugarry Memilih Kritik Terbuka
Dugarry tidak menyembunyikan pandangannya.
Ia secara terbuka mempertanyakan kemampuan De Zerbi.
Namun penilaian tersebut tidak mewakili fakta objektif mengenai masa depan sang pelatih.
Hanya hasil dan perjalanan musim yang dapat memberikan jawaban.
De Zerbi masih memiliki kesempatan untuk mengubah narasi.
Pertandingan Berikutnya Sangat Penting
Tottenham harus segera mencetak gol.
Mereka juga membutuhkan kemenangan.
Satu kemenangan dapat mengubah suasana secara drastis.
Suporter yang sebelumnya kecewa dapat kembali memberikan dukungan.
Pemain juga akan mendapatkan kepercayaan diri.
Sebaliknya, jika hasil buruk terus berlanjut, kritik Dugarry dan pihak lain akan semakin mendapatkan perhatian.
De Zerbi Tidak Boleh Terjebak
Pelatih asal Italia tersebut harus fokus pada pekerjaan utama.
Ia harus membuat Tottenham menciptakan peluang.
Ia harus memperbaiki efektivitas serangan.
Dan ia harus mempertahankan peningkatan pertahanan.
Komentar di luar lapangan tidak akan menyelesaikan masalah.
Jawabannya harus diberikan di lapangan.
Tottenham Masih Punya Waktu
Meskipun situasinya sulit, musim masih sangat panjang.
Empat pertandingan tidak menentukan keseluruhan musim.
Tottenham memiliki waktu untuk memperbaiki posisi.
Namun waktu tersebut harus dimanfaatkan.
Semakin lama mereka gagal mencetak gol, semakin besar tekanan.
De Zerbi harus segera menunjukkan bahwa proyek yang dibangun Tottenham memiliki arah.
Kesimpulan
Christophe Dugarry melontarkan kritik sangat keras kepada Roberto De Zerbi setelah Tottenham menjalani awal musim Premier League yang mengecewakan.
Mantan pemain Barcelona dan AC Milan tersebut mempertanyakan apakah De Zerbi sudah memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani klub sebesar Tottenham.
Dugarry juga menyoroti kontrak lima tahun yang diberikan Spurs kepada sang pelatih.
Dalam komentarnya kepada RMC Sport, ia menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai "perampokan sungguhan", sebuah ungkapan yang menunjukkan betapa kerasnya kritik yang ia tujukan kepada De Zerbi.
Kritik tersebut muncul dalam konteks yang memang sedang sulit bagi Tottenham.
Spurs baru mengumpulkan dua poin dari empat pertandingan Premier League.
Mereka kalah dari Brentford dan Newcastle United, kemudian bermain imbang tanpa gol melawan Nottingham Forest dan Everton.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah Tottenham belum mencetak satu gol pun di Premier League musim ini dan rangkaian tanpa gol mereka telah berlangsung lebih dari 400 menit.
Situasi tersebut terasa semakin berat karena Tottenham menghabiskan sekitar €350 juta pada bursa transfer musim panas.
Klub mendatangkan sejumlah pemain untuk memperkuat skuad dan memberikan De Zerbi fondasi yang lebih baik.
Namun investasi besar tersebut belum menghasilkan kemenangan di empat pertandingan pertama.
Di sisi lain, ada aspek yang menunjukkan bahwa Tottenham mulai memperbaiki pertahanan.
Mereka berhasil mencatat clean sheet dalam dua pertandingan terakhir.
Masalahnya, pertahanan yang lebih baik belum diikuti produktivitas serangan.
De Zerbi kini menghadapi tugas untuk menemukan keseimbangan antara kedua aspek tersebut.
Pelatih Italia itu memiliki reputasi sebagai pelatih yang menerapkan sistem permainan kompleks dan membutuhkan waktu untuk berkembang.
Pengalamannya di Sassuolo dan Brighton memperlihatkan bahwa proses tersebut tidak selalu berlangsung secara instan.
Namun di Tottenham, tekanan jauh lebih besar.
Klub telah menginvestasikan dana besar.
Suporter menginginkan hasil.
Dan posisi Tottenham dalam klasemen membuat setiap pertandingan menjadi semakin penting.
Dugarry juga mempertanyakan sejumlah komentar De Zerbi setelah pertandingan melawan Everton.
Sang pelatih menyoroti dua clean sheet beruntun sebagai salah satu tanda perkembangan tim.
Namun bagi para pengkritiknya, Tottenham tetap membutuhkan gol dan kemenangan.
Perselisihan De Zerbi dengan Mathys Tel juga ikut menambah perhatian terhadap sang pelatih.
Semua hal tersebut membuat De Zerbi berada dalam sorotan yang semakin besar.
Namun masa depan De Zerbi belum dapat ditentukan hanya berdasarkan empat pertandingan.
Kontrak lima tahun menunjukkan bahwa Tottenham pada awalnya memberikan kepercayaan besar kepadanya.
Sekarang sang pelatih harus membuktikan bahwa kepercayaan tersebut memiliki dasar.
Ia harus membuat lini depan kembali produktif.
Ia harus mempertahankan organisasi pertahanan.
Dan yang paling penting, ia harus mulai membawa Tottenham meraih kemenangan.
Kritik Dugarry mungkin akan terus menjadi bahan pembicaraan.
Tetapi jawaban terbesar tetap berada di lapangan.
Jika Tottenham mulai menang dan mencetak gol secara konsisten, tekanan terhadap De Zerbi dapat berkurang.
Sebaliknya, jika masalah yang sama terus terjadi, pertanyaan mengenai keputusan memberikan kontrak lima tahun kepadanya akan semakin sering muncul.
Untuk saat ini, De Zerbi masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Tottenham masih memiliki perjalanan panjang di musim 2026/27.
Tetapi satu hal sudah jelas: setelah investasi besar pada musim panas dan awal musim yang buruk, tuntutan terhadap De Zerbi semakin tinggi.
Dan pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi sang pelatih untuk memberikan jawaban tanpa harus menggunakan kata-kata.
