Breno Bidon tengah menikmati salah satu momen paling penting dalam perjalanan kariernya. Gelandang muda Corinthians tersebut untuk pertama kalinya mendapatkan panggilan ke Timnas Brasil senior setelah Carlo Ancelotti memasukkan namanya dalam skuad untuk agenda internasional September dan Oktober 2026.
Pemanggilan itu menjadi kejutan sekaligus pencapaian besar bagi pemain berusia 21 tahun tersebut. Bidon menjadi salah satu wajah baru dalam skuad Brasil yang sedang memasuki fase regenerasi setelah Piala Dunia 2026. Dalam kesempatan pertamanya bersama tim senior, ia juga mendapatkan pengalaman berharga dengan berlatih bersama sejumlah pemain yang selama ini hanya ia saksikan dari layar kaca.
Salah satu sosok yang paling menarik perhatian Bidon adalah Bruno Guimarães. Gelandang Arsenal tersebut ternyata menjadi salah satu pemain yang selama ini dijadikan referensi oleh Bidon dalam mengembangkan permainan di lini tengah.
Bagi Bidon, kesempatan untuk berada dalam satu ruang ganti dan menjalani latihan bersama Bruno merupakan pengalaman yang sangat berarti. Ia mengaku telah mengikuti perjalanan karier Bruno sejak masih bermain di Brasil hingga berkembang menjadi salah satu gelandang penting di sepak bola Eropa.
"Bruno Guimarães adalah pemain dari generasi sekarang yang sangat saya ikuti. Dia menjalani Piala Dunia yang sangat baik dan mampu menonjol. Dia sudah melalui banyak pengalaman dalam sepak bola," ujar Bidon dalam wawancara dengan kanal resmi CBF.
Bidon juga melihat adanya kesamaan dalam perjalanan karier mereka. Bruno memulai karier profesionalnya di Brasil sebelum kemudian pindah ke Eropa dan membangun reputasi di level tertinggi. Bagi Bidon, perjalanan tersebut menjadi gambaran mengenai apa yang mungkin ia capai jika mampu terus berkembang.
"Dia memulai karier sejak muda di Brasil dan merupakan seseorang yang saya jadikan panutan. Dari apa yang saya lihat, dia memiliki mentalitas yang sangat baik dan mentalitas pemenang. Di lapangan juga tidak perlu diragukan lagi, dia bermain sangat baik," lanjutnya.
Kehadiran Bruno di skuad Brasil membuat pengalaman pertama Bidon terasa semakin spesial. Sang gelandang Corinthians kini tidak hanya berlatih bersama pemain-pemain yang sudah memiliki pengalaman internasional, tetapi juga dapat mengamati secara langsung pemain yang selama ini menjadi inspirasinya.
Pemanggilan Bidon merupakan bagian dari keputusan Ancelotti untuk memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda. Setelah Piala Dunia 2026, pelatih asal Italia tersebut memulai proses pembentukan skuad baru Brasil untuk memasuki siklus berikutnya.
Dalam daftar yang diumumkan Ancelotti, terdapat sejumlah pemain yang mendapatkan panggilan pertama ke tim senior. Bidon menjadi salah satu di antaranya bersama beberapa talenta muda lainnya. CBF mencatat bahwa skuad tersebut dirancang sebagai langkah awal menuju rangkaian persiapan untuk Copa América 2028 dan Piala Dunia 2030.
Bidon sebelumnya sudah memiliki pengalaman bersama Timnas Brasil di level usia muda. Pada 2025, ia menjadi bagian penting dari skuad Brasil yang menjuarai Campeonato Sudamericano Sub-20 di Venezuela.
Dalam turnamen tersebut, Bidon tampil sebagai starter dalam sembilan pertandingan dan mencetak satu gol. Ia menjadi salah satu pemain yang membantu Brasil bangkit setelah mengalami kekalahan telak pada pertandingan pembuka.
Perjalanan Brasil di turnamen itu memang tidak mudah. Mereka sempat kalah 0-6 dari Argentina pada laga pertama. Namun, skuad tersebut mampu memperbaiki performa, memenangkan sejumlah pertandingan berikutnya, dan akhirnya memastikan gelar juara setelah melewati fase akhir yang ketat.
Bidon mengingat keberhasilan tersebut sebagai salah satu pengalaman terpenting dalam kariernya bersama Timnas Brasil. Ia menilai kekuatan utama tim saat itu berasal dari kebersamaan para pemain setelah mengalami awal yang sulit.
"Gelar itu dan turnamen tersebut sangat penting karena menjadi momen yang sangat spesial. Itu adalah gelar pertama saya bersama Timnas Brasil, meskipun di level U-20. Kami mempersiapkan diri dengan sangat baik," kata Bidon.
"Awalnya kami menjalani turnamen dengan sedikit kesulitan, tetapi kemudian kebersamaan dan keinginan untuk menang mengubah semuanya. Kami akhirnya menjadi juara dan melihat generasi ini mulai naik ke tim senior merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan."
Kini, sekitar satu setengah tahun setelah keberhasilan tersebut, Bidon kembali bertemu dengan beberapa rekan satu generasinya di Timnas Brasil senior. Rayan, Jair dan Arthur Dias juga menjadi bagian dari kelompok pemain yang pernah membantu Brasil menjuarai Sudamericano Sub-20 2025.
Bagi Bidon, situasi tersebut menunjukkan bahwa generasi yang sebelumnya tampil di level junior mulai mendapatkan kepercayaan di tim senior. Namun, ia menyadari bahwa berada di skuad utama memiliki tantangan yang jauh lebih besar.
Ancelotti sendiri memberikan ruang kepada pemain muda dalam fase awal siklus baru Brasil. Dari 26 pemain yang dipanggil untuk menghadapi Australia dan India, Bidon menjadi salah satu dari wajah baru yang belum pernah mendapatkan panggilan ke tim senior sebelumnya.
Kesempatan tersebut datang setelah Bidon semakin berkembang bersama Corinthians. Ia menembus tim utama klub sejak 2024 dan kemudian menjadi salah satu pemain muda yang mendapat perhatian di sepak bola Brasil.
Perjalanan menuju tim senior juga tidak selalu berjalan mulus. Bidon pernah mengalami masa ketika harus menerima keputusan klub lain yang tidak lagi memberinya kesempatan. Ia kemudian bergabung dengan akademi Corinthians pada usia 14 tahun.
Bidon tidak melupakan peran Corinthians dalam perkembangan kariernya. Ia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada klub yang menurutnya telah memberikan kesempatan ketika dirinya membutuhkan tempat untuk berkembang.
"Pengaruh Corinthians sangat besar. Kalau bukan karena mereka, saya tidak akan berada di sini. Mereka adalah klub yang membuka pintu untuk saya," ujar Bidon.
"Saya datang ketika berusia 14 tahun. Sebelumnya saya sudah beberapa kali dilepas klub lain. Corinthians menerima saya dan memberikan kesempatan. Syukurlah saya bisa naik dari akademi ke tim profesional dan bertahan di sana."
Perjalanan tersebut akhirnya membawanya ke panggung yang lebih besar. Pada September 2026, Bidon menerima panggilan pertama dari Ancelotti untuk memperkuat Brasil dalam rangkaian pertandingan persahabatan.
Dalam laga pertama melawan Australia di Townsville, Brasil bermain imbang 1-1. Bidon belum mendapatkan kesempatan bermain dan harus menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan. Namun, kesempatan berikutnya terbuka ketika Brasil kembali menghadapi Australia di Brisbane pada 29 September.
Setelah itu, Brasil dijadwalkan menghadapi India pada 3 Oktober. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari agenda awal tim asuhan Ancelotti dalam membangun skuad untuk siklus baru setelah Piala Dunia 2026.
Bagi Bidon, setiap sesi latihan dan pertandingan bersama tim senior menjadi kesempatan untuk belajar. Ia menyadari bahwa dirinya masih berada pada tahap awal perjalanan dan masih harus membuktikan kemampuan agar dapat terus mendapatkan kepercayaan.
Karena itu, ia tidak ingin menjadikan pemanggilan pertama sebagai tujuan akhir. Bidon berharap kesempatan tersebut menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang bersama Timnas Brasil.
"Saya tidak pernah membayangkan bisa menjalani momen ini secepat ini. Saya akan menikmati dan memanfaatkan semaksimal mungkin semua yang bisa saya dapatkan di sini. Ini pengalaman yang sangat besar bagi saya," tutur Bidon.
"Semoga ini menjadi pemanggilan pertama dari banyak pemanggilan berikutnya."
Keinginan tersebut sejalan dengan proses regenerasi yang sedang dilakukan Brasil. Ancelotti memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda untuk memperlihatkan kemampuan mereka, sementara pemain senior seperti Bruno Guimarães tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Bagi Breno Bidon, keberadaan Bruno bukan hanya memberikan pengalaman bermain bersama pemain yang dikaguminya. Gelandang Arsenal itu juga menjadi contoh mengenai bagaimana seorang pemain yang memulai karier di Brasil dapat berkembang hingga menjadi bagian dari sepak bola elite Eropa.
Kini, tugas Bidon adalah memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Pemanggilan pertama sudah menjadi kenyataan. Selanjutnya, konsistensi bersama Corinthians, kemampuan beradaptasi dengan tuntutan sepak bola internasional, serta performanya dalam setiap kesempatan bersama Brasil akan menjadi bagian dari perjalanan panjang yang ingin ia bangun bersama Seleção.
