BRISBANE — Timnas Australia kembali menghadapi Brasil dalam laga uji coba internasional yang digelar di Suncorp Stadium, Brisbane, Selasa (29/9/2026). Pertandingan ini menjadi pertemuan kedua kedua negara dalam jeda internasional September setelah duel pertama di Townsville berakhir imbang 1-1.



Australia datang dengan kepercayaan diri yang meningkat setelah mampu memberikan perlawanan sengit kepada Brasil pada pertandingan sebelumnya. Socceroos bahkan sempat berada di ambang kemenangan sebelum gol Rayan pada menit ke-95 menggagalkan peluang mereka meraih kemenangan bersejarah atas salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Hasil tersebut membuat pertemuan kedua di Brisbane menjadi semakin menarik. Australia memiliki kesempatan kembali menguji perkembangan timnya, sementara Brasil membawa misi memperbaiki performa setelah gagal memenangkan pertandingan pertama.

Pada laga di Townsville, Australia tampil disiplin dan mampu membuat Brasil kesulitan menciptakan peluang bersih. Tim asuhan Tony Popovic memang hanya menguasai 35 persen penguasaan bola, tetapi mampu bertahan dengan rapat dan beberapa kali mengancam melalui serangan balik. Brasil tercatat melepaskan 16 tembakan, berbanding tujuh milik Australia, tetapi pertandingan tetap berjalan ketat hingga menit-menit akhir.

Nestory Irankunda menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian. Pemain muda Australia tersebut mencetak gol melalui tendangan bebas spektakuler pada menit ke-68. Gol itu membuat Socceroos berada dalam posisi untuk mengamankan kemenangan atas Brasil sebelum Rayan menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu.

Tony Popovic kemudian memutuskan untuk tidak melakukan perubahan pada susunan pemain Australia untuk pertandingan kedua di Brisbane. Keputusan tersebut menjadi indikasi bahwa sang pelatih ingin memberikan kesempatan kepada komposisi pemain yang sama untuk kembali menghadapi Brasil.

Pertandingan di Suncorp Stadium juga memiliki arti penting bagi Australia karena menjadi salah satu kesempatan terakhir Popovic melakukan evaluasi sebelum menghadapi Piala Asia 2027. Tim Socceroos dijadwalkan menjalani turnamen tersebut di Arab Saudi, sehingga laga melawan Brasil menjadi bagian penting dari persiapan mereka.

Popovic juga sedang memberikan ruang kepada sejumlah pemain generasi baru. Australia sebelumnya memasukkan tujuh pemain yang belum pernah memperkuat tim nasional dalam skuad untuk dua pertandingan melawan Brasil. Di sisi lain, sejumlah nama berpengalaman seperti Mat Ryan tidak masuk dalam skuad kali ini.

Situasi berbeda terjadi di kubu Brasil. Pelatih Carlo Ancelotti melakukan tujuh perubahan dalam susunan pemain untuk pertandingan kedua. Beberapa pemain penting tetap dipertahankan, termasuk Bruno Guimarães, Danilo Santos, Raphinha, dan Vinícius Junior.

Rayan juga mendapatkan kesempatan setelah menjadi penyelamat Brasil pada pertemuan pertama. Pemain berusia 20 tahun tersebut mencetak gol penyeimbang pada menit ke-95 melalui sundulan setelah menerima umpan dari Raphinha. Gol tersebut sekaligus menghindarkan Brasil dari kekalahan yang akan menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah pertemuan kedua negara.

Ancelotti memang tengah menjalani fase pembangunan kembali skuad Brasil. Setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026 di babak 16 besar oleh Norwegia, pelatih asal Italia tersebut mulai memberikan perhatian lebih besar kepada pemain-pemain muda.

Hasil imbang melawan Australia pada pertandingan pertama membuat tekanan terhadap Brasil belum sepenuhnya mereda. Flashscore mencatat Ancelotti hanya memenangkan 10 dari 18 pertandingan pertamanya sebagai pelatih Brasil, dengan empat hasil imbang dan empat kekalahan. Statistik tersebut menjadi gambaran bahwa periode awal kepemimpinannya masih membutuhkan banyak evaluasi.

Brasil juga masih menghadapi persoalan dalam produktivitas serangan. Vinícius Junior belum mencetak gol dalam tujuh pertandingan terakhirnya bersama klub maupun tim nasional, meski ia sebelumnya memiliki catatan produktif dalam sejumlah pertandingan internasional. Pertandingan melawan Australia dapat menjadi kesempatan baginya untuk mengakhiri periode tersebut.

Selain itu, Brasil kehilangan penyerang Chelsea, João Pedro, yang harus meninggalkan pemusatan latihan akibat cedera. Sebagai pengganti, Matheus Martinelli dari Fluminense dipanggil masuk ke skuad. Brasil selanjutnya dijadwalkan menghadapi India pada 3 Oktober setelah menyelesaikan dua pertandingan melawan Australia.

Australia sendiri berharap dukungan publik Brisbane dapat kembali memberikan energi tambahan. Suncorp Stadium bukan tempat yang asing bagi Socceroos. Sebelum pertandingan ini, Australia belum terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir mereka di stadion tersebut, dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Secara historis, Brasil masih memiliki catatan dominan atas Australia. Dari delapan pertemuan, Brasil memenangkan enam pertandingan, satu berakhir imbang, dan Australia hanya sekali meraih kemenangan. Namun, pertemuan terakhir menunjukkan bahwa perbedaan kekuatan di atas kertas tidak otomatis menentukan jalannya pertandingan.

Australia juga memiliki motivasi tersendiri untuk mengakhiri catatan panjang tanpa kemenangan atas Brasil. Kemenangan terakhir mereka atas Selecao terjadi pada Piala Konfederasi 2001 ketika Australia menang 1-0. Sejak saat itu, Brasil mampu mencatat sejumlah kemenangan dengan selisih gol besar.

Duel kedua di Brisbane karena itu bukan sekadar pertandingan persahabatan. Bagi Australia, laga ini menjadi kesempatan mengukur sejauh mana perkembangan skuad sebelum Piala Asia. Sementara bagi Brasil, pertandingan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kembali tim setelah kegagalan di Piala Dunia.

Pertandingan Australia melawan Brasil dijadwalkan berlangsung di Suncorp Stadium, Brisbane, pada Selasa, 29 September 2026. Kick-off tercatat pukul 10.00 waktu yang tercantum pada pusat pertandingan Flashscore, sementara laporan media Brasil mencatat pertandingan dimulai pukul 07.00 waktu Brasília.

Dengan hasil imbang 1-1 pada pertemuan pertama, duel kedua diperkirakan kembali menjadi ujian menarik bagi kedua pelatih. Australia ingin membuktikan bahwa performa mereka di Townsville bukan sekadar kejutan sesaat, sedangkan Brasil membutuhkan penampilan yang lebih meyakinkan dalam proses membangun era baru di bawah Carlo Ancelotti.