Tottenham Hotspur kembali berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan.
Musim baru Liga Primer Inggris baru berjalan dua pertandingan, tetapi tanda-tanda krisis sudah mulai terlihat jelas di kubu London Utara. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, Tottenham kembali gagal meraih poin ketika menghadapi Newcastle United.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Spurs justru harus menerima kekalahan 0-2.
Hasil tersebut bukan sekadar kekalahan biasa.
Tottenham kini sudah kalah dalam dua pertandingan pertama musim ini. Lebih buruk lagi, mereka belum mencetak satu gol pun.
Dua pertandingan.
Dua kekalahan.
Nol poin.
Nol gol.
Situasi tersebut membuat Tottenham terpuruk di posisi paling bawah klasemen sementara Premier League.
Bagi klub sebesar Tottenham, awal seperti ini jelas sangat jauh dari harapan.
Apalagi, musim lalu mereka sudah mengalami periode yang sangat sulit dan bahkan sempat berada dalam ancaman degradasi. Kini, ketakutan lama mulai muncul kembali.
Yang membuat pendukung Spurs semakin cemas adalah sebuah catatan sejarah yang kembali terulang.
Untuk pertama kalinya sejak musim 1974/75, Tottenham kembali kalah dalam dua pertandingan pertama liga tanpa mencetak satu gol pun.
Skenario yang sudah berusia lebih dari lima dekade itu kini kembali menghantui klub.
Kekalahan Kedua Beruntun
Pertandingan menghadapi Newcastle seharusnya menjadi kesempatan Tottenham untuk bangkit.
Setelah kalah pada pertandingan pertama, tim asuhan Roberto De Zerbi membutuhkan respons cepat.
Kemenangan menjadi target utama.
Setidaknya, satu poin juga bisa sedikit mengurangi tekanan.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
Tottenham kembali tampil tanpa daya di lini depan.
Newcastle mampu memanfaatkan kelemahan Spurs dan akhirnya mengamankan kemenangan 2-0.
Kekalahan tersebut membuat Tottenham semakin tenggelam.
Newcastle, di sisi lain, mendapatkan tambahan tiga poin sehingga kini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan.
Kontras kedua tim sangat jelas.
Newcastle meninggalkan stadion dengan kepala tegak.
Tottenham justru pulang dengan semakin banyak pertanyaan.
Belum Ada Gol untuk Tottenham
Masalah terbesar Spurs saat ini bukan hanya hasil pertandingan.
Persoalan yang lebih serius berada di lini depan.
Tottenham belum mampu mencetak gol dalam dua laga pertama.
Dalam sepak bola, kemenangan memang tidak selalu membutuhkan banyak gol.
Namun, tanpa mencetak gol, peluang mendapatkan poin tentu sangat kecil.
Itulah yang sedang dialami Tottenham.
Pada pertandingan pertama, mereka gagal mencetak gol.
Ketika mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki keadaan, mereka kembali gagal.
Bahkan ketika bermain di kandang sendiri, Spurs tetap tidak mampu menemukan cara untuk membobol gawang lawan.
Situasi ini tentu membuat De Zerbi harus segera mencari solusi.
Catatan Buruk yang Kembali Setelah 52 Tahun
Angka sejarah inilah yang membuat kekhawatiran semakin besar.
Menurut data Opta, Tottenham terakhir kali kalah dalam dua pertandingan pertama liga tanpa mencetak gol terjadi pada musim 1974/75.
Artinya, catatan tersebut baru kembali muncul lebih dari lima dekade kemudian.
Pada saat itu, Tottenham juga memulai kompetisi dengan dua kekalahan dan tidak mampu mencetak satu gol pun.
Kini sejarah tersebut kembali terulang.
Tentu saja, catatan statistik tidak secara otomatis berarti Tottenham akan kembali mengalami nasib yang sama seperti masa lalu.
Namun, statistik tersebut menjadi peringatan keras.
Terlebih karena Spurs baru saja melewati musim yang sangat berat.
De Zerbi Mendapat Tekanan Lebih Awal
Roberto De Zerbi tentu tidak menginginkan awal seperti ini.
Pelatih asal Italia tersebut datang dengan harapan membawa perubahan.
Tottenham membutuhkan identitas baru.
Mereka membutuhkan permainan yang lebih agresif.
Mereka juga membutuhkan hasil yang konsisten.
Namun, dua pertandingan pertama justru memberikan hasil yang berlawanan.
De Zerbi kini harus bekerja keras untuk menemukan formula yang tepat.
Masalahnya bukan hanya bagaimana Tottenham bertahan.
Masalah terbesar justru bagaimana mereka menciptakan peluang dan mengubahnya menjadi gol.
Serangan Spurs Terlihat Tumpul
Dalam pertandingan melawan Newcastle, Tottenham kesulitan menghasilkan ancaman yang benar-benar berbahaya.
Mereka memang mencoba menguasai bola dan membangun serangan.
Tetapi penguasaan bola saja tidak cukup.
Tim membutuhkan kreativitas di sepertiga akhir lapangan.
Tim membutuhkan pemain yang mampu mengambil keputusan dengan cepat.
Dan yang paling penting, mereka membutuhkan penyerang yang mampu mengubah peluang menjadi gol.
Jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, Tottenham akan terus menghadapi masalah yang sama.
Tekanan Semakin Besar
Kekalahan kedua membuat tekanan kepada para pemain meningkat.
Para pendukung tentu memiliki ekspektasi tinggi.
Tottenham merupakan klub dengan sejarah panjang di sepak bola Inggris.
Mereka tidak ingin melihat tim kembali terlibat dalam pertarungan di papan bawah.
Musim lalu saja sudah cukup membuat para pendukung khawatir.
Karena itu, dua kekalahan tanpa gol di awal musim terasa seperti alarm keras.
Musim Lalu Harus Menjadi Pelajaran
Tottenham sebenarnya sudah mendapatkan peringatan musim lalu.
Mereka sempat berada dalam posisi yang sangat sulit.
Ancaman degradasi menjadi pembicaraan yang nyata.
Situasi tersebut seharusnya menjadi pelajaran.
Musim baru seharusnya menjadi awal kebangkitan.
Namun, dua pertandingan pertama justru memperlihatkan pola yang membuat pendukung kembali takut.
Jika hasil negatif terus berlanjut, tekanan akan meningkat secara drastis.
De Zerbi Membutuhkan Jawaban
Tugas De Zerbi sekarang sangat jelas.
Ia harus menemukan cara agar Tottenham mencetak gol.
Tidak peduli bagaimana caranya.
Entah melalui perubahan formasi.
Entah dengan mengubah komposisi pemain.
Entah dengan memberikan kesempatan kepada pemain lain.
Yang jelas, Tottenham membutuhkan solusi.
Karena jika lini depan tetap mandul, strategi sebagus apa pun akan sulit menghasilkan kemenangan.
Masalah Mental Juga Bisa Muncul
Kekalahan beruntun dapat memberikan dampak besar terhadap mental pemain.
Ketika sebuah tim tidak mencetak gol dalam pertandingan pertama, pemain biasanya masih memiliki keyakinan bahwa hasil berikutnya akan berbeda.
Namun, ketika pertandingan kedua kembali berakhir tanpa gol, keraguan mulai muncul.
Pemain mulai takut melakukan kesalahan.
Penyerang bisa kehilangan kepercayaan diri.
Pemain tengah mungkin terlalu berhati-hati.
Dan pertahanan akhirnya mendapatkan tekanan yang semakin besar.
Tottenham harus memutus rantai tersebut secepat mungkin.
Kemenangan Pertama Sangat Penting
Spurs membutuhkan satu kemenangan untuk mengubah suasana.
Satu pertandingan saja bisa mengubah momentum.
Jika Tottenham berhasil mencetak dua atau tiga gol dalam pertandingan berikutnya dan mengamankan tiga poin, tekanan bisa berkurang.
Pendukung akan kembali percaya.
Pemain akan mendapatkan kepercayaan diri.
De Zerbi juga akan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan sistemnya.
Namun, jika kekalahan kembali terjadi, situasi akan menjadi jauh lebih rumit.
Newcastle Menunjukkan Cara yang Tepat
Kemenangan Newcastle menjadi contoh bagaimana sebuah tim harus memanfaatkan situasi lawan.
Tottenham sedang berada dalam tekanan.
Newcastle bermain dengan disiplin.
Mereka tidak memberikan banyak ruang.
Ketika peluang datang, mereka mampu memanfaatkannya.
Akhirnya dua gol membawa Newcastle meraih tiga poin.
Tottenham harus belajar dari pertandingan tersebut.
Spurs Tidak Boleh Panik
Meskipun situasinya buruk, Tottenham juga tidak boleh panik.
Musim baru masih sangat panjang.
Masih ada puluhan pertandingan yang harus dimainkan.
Klasemen setelah dua pertandingan belum menentukan apa pun.
Bahkan tim yang memulai musim dengan buruk masih memiliki kesempatan untuk bangkit.
Masalahnya adalah Tottenham harus segera menghentikan tren negatif tersebut.
Semakin lama mereka menunggu, semakin berat tugasnya.
Skenario 1974 Bukan Ramalan Degradasi
Catatan sejarah 1974 memang mengkhawatirkan.
Tetapi para pendukung Tottenham tidak perlu langsung menganggap sejarah tersebut sebagai pertanda bahwa klub akan kembali mengalami bencana.
Statistik hanya menunjukkan bahwa situasi serupa pernah terjadi.
Tidak ada hubungan otomatis antara awal buruk dan hasil akhir musim.
Namun, catatan tersebut tetap memberikan gambaran bahwa Tottenham sedang berada dalam situasi yang tidak biasa.
Tekanan Akan Datang dari Semua Arah
De Zerbi bukan satu-satunya yang akan mendapatkan sorotan.
Para pemain juga akan menjadi sasaran kritik.
Manajemen klub pun akan ikut diperhatikan.
Jika lini depan terus mandul, pertanyaan mengenai aktivitas transfer akan muncul.
Apakah skuad sudah cukup kuat?
Apakah Tottenham memiliki striker yang mampu mencetak gol secara konsisten?
Apakah kreativitas lini tengah sudah memadai?
Semua pertanyaan tersebut akan semakin sering muncul jika hasil buruk berlanjut.
Para Pendukung Mulai Khawatir
Pendukung Tottenham tentu berharap musim ini berbeda.
Mereka ingin melihat tim yang kompetitif.
Mereka ingin melihat Spurs kembali berada di papan atas.
Namun, dua pertandingan pertama justru memberikan alasan untuk khawatir.
Bukan hanya karena kalah.
Tetapi karena cara mereka kalah.
Tottenham belum menunjukkan ketajaman yang dibutuhkan.
Mereka belum menemukan identitas menyerang yang meyakinkan.
De Zerbi Harus Berani Mengubah Sesuatu
Dalam kondisi seperti ini, perubahan menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari.
De Zerbi harus mengevaluasi seluruh aspek permainan.
Formasi.
Pemilihan pemain.
Pola serangan.
Pergerakan tanpa bola.
Set-piece.
Bahkan cara pemain memasuki kotak penalti.
Semuanya harus diperiksa.
Jika pendekatan yang sama terus menghasilkan kegagalan, mempertahankannya justru akan menjadi kesalahan.
Laga Berikutnya Akan Sangat Penting
Pertandingan ketiga musim ini akan memiliki nilai lebih besar dibandingkan sekadar tiga poin.
Itu akan menjadi ujian mental.
Apakah Tottenham mampu bangkit?
Apakah pemain masih percaya kepada sistem De Zerbi?
Apakah lini depan akhirnya bisa mencetak gol?
Dan apakah pendukung masih memberikan dukungan penuh?
Jawaban atas pertanyaan tersebut akan terlihat di pertandingan berikutnya.
Satu Gol Bisa Mengubah Suasana
Menariknya, Tottenham mungkin hanya membutuhkan satu gol.
Gol pertama musim ini bisa menjadi pembuka pintu.
Begitu bola masuk ke gawang, tekanan bisa berkurang.
Pemain depan mendapatkan kepercayaan diri.
Gelandang menjadi lebih berani.
Pemain belakang juga bermain lebih tenang.
Karena itu, gol pertama sangat penting bagi Spurs.
Namun Mereka Membutuhkan Lebih dari Sekadar Gol
Tetapi mencetak satu gol saja tidak cukup.
Tottenham harus menunjukkan perkembangan secara keseluruhan.
Mereka harus mampu mengontrol pertandingan.
Mereka harus memperbaiki pertahanan.
Mereka juga harus lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Jika tidak, kemenangan hanya akan menjadi sesuatu yang sulit diraih.
De Zerbi Masih Punya Waktu
Pelatih baru tentu membutuhkan waktu.
De Zerbi harus membangun tim sesuai filosofinya.
Tidak realistis mengharapkan semua hal berubah hanya dalam dua pertandingan.
Namun, waktu yang diberikan juga bergantung kepada hasil.
Jika hasil buruk terus muncul, kesabaran akan semakin menipis.
Karena itu, De Zerbi harus segera memberikan tanda-tanda positif.
Tottenham Harus Menjawab Keraguan
Kondisi saat ini merupakan ujian bagi semua orang di klub.
Pemain harus menunjukkan karakter.
Pelatih harus menunjukkan kemampuan.
Manajemen harus memastikan skuad memiliki kualitas yang cukup.
Dan suporter harus tetap memberikan dukungan.
Tidak ada satu pihak yang bisa menyelesaikan masalah ini sendirian.
Musim Baru Belum Berakhir
Meski terpuruk di dasar klasemen, Tottenham belum kehilangan apa pun.
Baru dua pertandingan dimainkan.
Masih banyak kesempatan untuk memperbaiki posisi.
Namun, semakin cepat mereka bangkit, semakin baik.
Kemenangan pertama harus segera datang.
Gol pertama harus segera tercipta.
Dan setelah itu, Tottenham harus membangun momentum.
Jangan Biarkan Sejarah Terulang
Skenario 1974 kini kembali muncul.
Tottenham kalah dalam dua pertandingan pertama.
Tottenham tidak mencetak gol.
Tottenham berada di dasar klasemen.
Semua fakta tersebut mengingatkan pendukung kepada masa lalu.
Namun, Spurs memiliki kesempatan untuk menulis cerita berbeda.
Mereka tidak harus mengulangi perjalanan yang sama.
Sejarah hanya menjadi peringatan.
Masa depan tetap berada di tangan mereka sendiri.
Krisis Dini Harus Segera Dihentikan
Dua kekalahan belum menjadi bencana.
Tetapi jika menjadi tiga, empat, atau lima kekalahan, persoalannya akan berbeda.
Karena itu, Tottenham tidak boleh menunggu terlalu lama.
Mereka harus segera menemukan solusi.
De Zerbi harus berani mengambil keputusan.
Para pemain harus menunjukkan respons.
Dan seluruh klub harus bergerak bersama.
Kesimpulan
Tottenham Hotspur kembali berada dalam tekanan besar setelah menelan kekalahan 0-2 dari Newcastle United pada pekan kedua Premier League 2026/27. Hasil tersebut membuat Spurs mengalami dua kekalahan beruntun dan masih tanpa satu pun poin maupun gol dari dua pertandingan awal musim.
Kondisi tersebut membuat Tottenham terpuruk di posisi terakhir klasemen sementara, sedangkan Newcastle naik ke peringkat ketiga dengan koleksi empat poin.
Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya posisi di klasemen, tetapi ketumpulan lini depan Tottenham.
Dalam dua pertandingan, mereka belum mampu mencetak satu gol pun.
Catatan tersebut bahkan membawa Spurs kembali kepada sejarah kelam.
Menurut data Opta yang dikutip Goal, Tottenham terakhir kali mengalami situasi serupa pada musim 1974/75, ketika mereka juga kalah dalam dua pertandingan pertama liga tanpa mencetak gol. Artinya, setelah lebih dari lima dekade, catatan buruk tersebut kembali muncul.
Kini Roberto De Zerbi menghadapi pekerjaan besar.
Pelatih asal Italia itu harus menemukan formula yang mampu membuat Tottenham kembali produktif.
Ia juga harus memastikan para pemain tidak kehilangan kepercayaan diri setelah dua hasil buruk.
Sebab, jika masalah ini terus berlanjut, tekanan kepada De Zerbi akan semakin besar.
Namun, masih terlalu dini untuk mengatakan Tottenham akan kembali terlibat dalam ancaman degradasi.
Musim baru baru saja dimulai.
Masih ada banyak pertandingan.
Masih ada banyak kesempatan.
Tottenham hanya membutuhkan satu kemenangan untuk mengubah momentum.
Satu gol dapat mengangkat kepercayaan diri.
Satu kemenangan dapat mengubah atmosfer.
Tetapi semakin cepat hal tersebut terjadi, semakin baik bagi Spurs.
Kini pertanyaan terbesar bukan lagi mengenai sejarah 1974.
Pertanyaannya adalah apakah Tottenham mampu memastikan sejarah tersebut berhenti hanya sebagai catatan statistik.
Spurs memiliki waktu untuk membalikkan keadaan. Namun, mereka harus segera menemukan gol, meraih kemenangan, dan menunjukkan bahwa musim baru ini tidak akan menjadi pengulangan dari mimpi buruk sebelumnya. Jika tidak, kecemasan yang saat ini baru berada di awal musim bisa berubah menjadi krisis yang jauh lebih serius.
