Real Madrid mengawali perjalanan mereka di La Liga 2026/2027 dengan kemenangan dramatis. Bertandang ke RCDE Stadium untuk menghadapi Espanyol, Los Blancos berhasil membawa pulang tiga poin setelah menang tipis 2-1.

Hasil tersebut tentu menjadi kabar positif bagi Jose Mourinho. Kemenangan ini sekaligus menandai pertandingan kompetitif pertama Mourinho dalam periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid.

Namun, di balik tiga poin yang berhasil diamankan, terdapat sejumlah persoalan yang tidak boleh diabaikan. Salah satunya adalah masalah lama yang kembali terlihat ketika Madrid berhadapan dengan tim yang bermain low block.

Espanyol mampu menutup ruang dengan sangat rapat dan membuat lini serang Madrid kesulitan menemukan celah. Los Blancos akhirnya membutuhkan gol pada menit-menit akhir dari pemain baru, Carlos Espí, untuk memastikan kemenangan.

Jude Bellingham Buka Keunggulan

Real Madrid sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik.

Mereka langsung mencoba mengambil kendali permainan dan menekan Espanyol sejak menit awal.

Hasilnya datang pada menit kesembilan.

Arda Güler mengirimkan umpan silang yang berhasil disambut Jude Bellingham dengan sundulan. Bola meluncur ke dalam gawang dan membuat Real Madrid unggul 1-0.

Gol tersebut memperlihatkan salah satu senjata utama Madrid musim ini.

Kombinasi kreativitas Güler dan kemampuan Bellingham dalam memasuki kotak penalti bisa menjadi sumber gol penting bagi Los Blancos.

Bellingham sendiri tampil sebagai salah satu pemain terbaik Madrid dalam pertandingan tersebut.

Ia bukan hanya mencetak gol, tetapi juga aktif membantu permainan di lini tengah.

Espanyol Tidak Panik

Tertinggal satu gol tidak membuat Espanyol kehilangan struktur.

Tuan rumah tetap bermain disiplin.

Mereka tidak terburu-buru mengejar gol dan lebih memilih menjaga organisasi pertahanan.

Pendekatan tersebut perlahan membuat Madrid kesulitan.

Espanyol kemudian berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-29 melalui Alex Calatrava.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka.

Madrid harus memulai kembali usahanya untuk membongkar pertahanan Espanyol.

Namun, sejak saat itu, masalah yang menjadi perhatian utama mulai terlihat.

Low Block Membuat Madrid Kesulitan

Espanyol semakin nyaman bermain dengan blok pertahanan rendah.

Banyak pemain mereka berada di belakang bola.

Ruang di sekitar kotak penalti ditutup.

Akibatnya, Madrid kesulitan melakukan penetrasi.

Vinicius Junior mencoba memberikan ancaman dari sisi kiri, tetapi akselerasinya tidak selalu menghasilkan peluang bersih.

Kylian Mbappe juga tidak mendapatkan banyak ruang.

Ketika dua pemain tersebut tidak bisa memberikan perbedaan secara individual, Madrid terlihat kehilangan solusi alternatif.

Inilah persoalan yang perlu segera mendapatkan perhatian Mourinho.

Mbappe Belum Menemukan Ritme

Kylian Mbappe memang menjadi salah satu pemain yang paling ditunggu.

Namun, melawan Espanyol, pemain asal Prancis tersebut belum menunjukkan performa terbaiknya.

Ia mendapatkan peluang pada babak kedua.

Salah satu kesempatan terbaik datang melalui sundulan, tetapi Mbappe gagal mengarahkan bola ke gawang yang seharusnya bisa menjadi peluang emas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Mbappe masih membutuhkan waktu untuk kembali menemukan ritme setelah menjalani masa liburan pasca-Piala Dunia.

Vinicius Juga Belum Maksimal

Situasi serupa terjadi pada Vinicius Junior.

Pemain Brasil tersebut tetap berusaha menciptakan perbedaan.

Namun, pertahanan Espanyol mampu mempersempit ruang geraknya.

Setiap kali Vinicius mendapatkan bola, pemain lawan langsung memberikan tekanan.

Hal tersebut membuat Madrid tidak bisa mengandalkan serangan dari satu sisi saja.

Mourinho membutuhkan variasi yang lebih banyak.

Lini Tengah Harus Lebih Kreatif

Masalah Madrid tidak hanya berada di lini depan.

Lini tengah juga perlu mendapatkan perhatian.

Federico Valverde dan Bernardo Silva cukup baik dalam menjaga penguasaan bola, tetapi belum konsisten menghasilkan penetrasi yang mampu membelah pertahanan Espanyol.

Akibatnya, serangan Madrid beberapa kali berakhir dengan umpan silang.

Cara tersebut tentu mudah dibaca jika lawan memiliki banyak pemain bertahan di dalam kotak penalti.

Madrid membutuhkan lebih banyak kombinasi umpan pendek dan pergerakan tanpa bola untuk menarik pemain lawan keluar dari posisinya.

Mourinho Masih Membutuhkan Waktu

Jose Mourinho tentu memahami persoalan tersebut.

Ia baru kembali menangani Real Madrid.

Skuad yang dimilikinya juga mengalami sejumlah perubahan.

Beberapa pemain baru harus beradaptasi dengan sistem permainan yang ia inginkan.

Mourinho mengakui bahwa pressing yang diharapkannya belum berjalan sempurna karena para pemain masih membutuhkan lebih banyak waktu bersama dalam latihan maupun pertandingan.

Dengan kata lain, kemenangan atas Espanyol belum bisa dijadikan ukuran final terhadap kualitas Madrid.

Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Mourinho Tetap Puas dengan Hasil

Terlepas dari masalah tersebut, Mourinho tetap melihat banyak hal positif.

Ia menilai Madrid pantas memenangkan pertandingan.

Menurutnya, Los Blancos mampu memberikan tekanan besar terutama pada babak kedua.

Namun, Mourinho juga mengakui Espanyol memberikan perlawanan yang sangat baik dan sebenarnya tidak pantas kalah.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mourinho tidak menutup mata terhadap kelemahan timnya.

Baginya, tiga poin adalah hal terpenting.

Tetapi proses memperbaiki permainan tetap harus berjalan.

Carlos Espí Muncul sebagai Pahlawan

Ketika pertandingan terlihat akan berakhir imbang, Mourinho melakukan sejumlah pergantian pemain.

Salah satu keputusan pentingnya adalah memasukkan Carlos Espí.

Striker muda tersebut ternyata menjadi pahlawan.

Pada menit ke-90, Espí memanfaatkan bola liar setelah Kylian Mbappe kehilangan penguasaan bola.

Ia kemudian melepaskan penyelesaian yang membuat Madrid kembali unggul 2-1.

Gol tersebut sangat penting.

Bukan hanya karena memberikan tiga poin, tetapi juga karena memperlihatkan bahwa pemain dari bangku cadangan dapat menjadi pembeda.

Debut Espí Langsung Berbuah Gol

Espí baru bergabung dengan Real Madrid dari Levante.

Klub ibu kota Spanyol tersebut mengaktifkan klausul pelepasan sekitar €25 juta untuk mendatangkannya.

Ia kemudian menandatangani kontrak hingga 2031.

Kini, hanya dalam salah satu penampilan awalnya, Espí sudah memberikan kontribusi yang sangat penting.

Gol ke gawang Espanyol menjadi momen yang tentu akan sulit dilupakan oleh sang pemain.

Bagi Mourinho, penampilan tersebut juga menjadi bukti bahwa ia memiliki opsi tambahan di lini depan.

Arda Güler Memberikan Sinyal Positif

Selain Bellingham dan Espí, Arda Güler juga patut mendapatkan perhatian.

Güler memberikan assist untuk gol pertama Madrid.

Ia menunjukkan kreativitas dan kemampuan memberikan umpan yang dapat membuka pertahanan lawan.

Performa tersebut menjadi kabar positif bagi Mourinho.

Jika Güler mampu mempertahankan konsistensi, ia bisa memainkan peran penting dalam membantu Madrid menghadapi pertahanan yang rapat.

Madrid Punya Banyak Senjata

Salah satu hal positif dari pertandingan ini adalah kedalaman kualitas Madrid.

Mereka memiliki Bellingham.

Ada Güler.

Ada Mbappe dan Vinicius.

Ada Bernardo Silva.

Dan kini mereka juga memiliki Espí.

Namun, banyaknya pemain berkualitas belum otomatis menyelesaikan persoalan taktik.

Mourinho harus menemukan cara agar seluruh pemain tersebut bisa bekerja sebagai sebuah sistem.

Masalah Low Block Harus Segera Diatasi

La Liga memiliki banyak tim yang akan memilih bertahan ketika menghadapi Madrid.

Tidak semua lawan akan bermain terbuka.

Tim-tim tertentu justru akan mencoba mempersempit ruang, menjaga kedalaman, kemudian menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Jika Madrid tidak menemukan solusi, pertandingan seperti melawan Espanyol akan terus terjadi.

Mereka mungkin tetap menang karena kualitas individu.

Tetapi dalam persaingan panjang menuju gelar, kemenangan tipis dan dramatis seperti ini tidak selalu bisa diandalkan.

Barcelona Bisa Menjadi Ancaman

Situasi tersebut menjadi semakin penting karena Barcelona masih menjadi salah satu pesaing utama Madrid.

Blaugrana datang sebagai juara bertahan dan juga memulai musim dengan performa impresif.

Madrid harus mampu meningkatkan permainan jika ingin merebut kembali dominasi domestik.

Mourinho tentu memahami tekanan tersebut.

Ia tidak kembali ke Santiago Bernabeu hanya untuk sekadar finis di posisi atas.

Targetnya adalah memenangkan trofi.

Mourinho dan Tantangan Besar

Kembalinya Mourinho membawa ekspektasi besar.

Ia dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim dengan organisasi pertahanan kuat sekaligus memanfaatkan momen secara efektif.

Namun, Real Madrid memiliki tuntutan yang berbeda.

Mereka dituntut mendominasi pertandingan.

Mereka harus mampu membongkar pertahanan lawan.

Dan mereka harus menang secara konsisten.

Pertandingan melawan Espanyol menunjukkan bahwa Mourinho masih harus menemukan keseimbangan tersebut.

Pertahanan Justru Terlihat Lebih Stabil

Jika lini serang masih menyisakan tanda tanya, pertahanan Madrid memberikan beberapa sinyal positif.

Dean Huijsen tampil cukup solid dan juga membantu distribusi bola.

Alvaro Carreras juga mampu menjaga permainan dengan baik sebelum akhirnya digantikan pada babak kedua.

Kehadiran pemain baru memberikan opsi tambahan bagi Mourinho.

Jika lini belakang bisa terus stabil, Madrid memiliki fondasi yang cukup baik untuk membangun permainan.

Bukan Awal yang Sempurna, tetapi Penting

Kemenangan 2-1 atas Espanyol mungkin bukan hasil yang spektakuler.

Namun, tiga poin tetap sangat penting.

Apalagi pertandingan tandang pada laga pembuka selalu memiliki tekanan tersendiri.

Madrid berhasil menunjukkan mentalitas untuk terus mengejar kemenangan hingga menit terakhir.

Mereka tidak menyerah ketika skor masih 1-1.

Dan akhirnya, pemain muda yang baru masuk mampu menjadi penentu.

Kesimpulan

Real Madrid berhasil mengalahkan Espanyol 2-1 pada pertandingan pembuka La Liga 2026/2027. Jude Bellingham membawa Los Blancos unggul lebih dahulu melalui sundulan pada menit kesembilan, tetapi Alex Calatrava menyamakan kedudukan pada menit ke-29.

Kemenangan akhirnya ditentukan oleh pemain baru, Carlos Espí. Ia masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90, hanya sekitar 10 menit setelah masuk lapangan.

Namun, kemenangan tersebut juga memperlihatkan pekerjaan rumah besar bagi Jose Mourinho. Low block masih menjadi masalah bagi Real Madrid. Ketika Espanyol menumpuk pemain di belakang bola, Vinicius dan Mbappe kesulitan mendapatkan ruang, sementara lini tengah belum mampu secara konsisten menghasilkan umpan yang bisa membongkar pertahanan rapat.

Mourinho sendiri mengakui bahwa sistem pressing yang diinginkannya masih membutuhkan waktu untuk berkembang karena para pemain belum memiliki cukup jam terbang bersama.

Jadi, kemenangan 2-1 ini adalah awal yang bagus, tetapi belum menjadi jawaban atas semua persoalan Real Madrid. Mourinho mendapatkan tiga poin, menemukan pahlawan baru dalam diri Carlos Espí, dan melihat potensi besar dari Arda Güler serta Bellingham. Namun jika Los Blancos benar-benar ingin menggulingkan Barcelona dan merebut gelar La Liga, mereka harus segera menemukan formula untuk menghancurkan low block.