Real Madrid mengawali perjalanan mereka di Santiago Bernabéu pada LaLiga 2026/27 dengan hasil yang sangat meyakinkan. Los Blancos berhasil mengalahkan Real Sociedad dengan skor 4-1, sekaligus mengamankan kemenangan kedua mereka di kompetisi domestik musim ini.

Kylian Mbappé menjadi aktor utama dalam kemenangan tersebut. Penyerang asal Prancis itu mencetak hat-trick dan menjadi pembeda dalam pertandingan yang sempat berjalan ketat pada babak pertama. Vinícius Júnior kemudian melengkapi pesta gol Madrid.

Pertandingan ini juga menjadi momen penting bagi José Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut akhirnya kembali merasakan atmosfer pertandingan kandang Real Madrid setelah lebih dari 13 tahun meninggalkan klub. Debut kandangnya dalam periode keduanya di Madrid pun berakhir manis.

Namun, kemenangan ini tidak didapat dengan mudah.

Real Madrid sempat dibuat kesulitan oleh Sociedad, bahkan pertandingan harus memasuki babak kedua dengan skor 1-1. Akan tetapi, setelah jeda, Madrid meningkatkan tempo permainan dan Mbappé mulai menunjukkan kelasnya.

Babak Pertama Berjalan Sengit

Sejak pertandingan dimulai, kedua tim langsung memperlihatkan permainan terbuka.

Real Madrid mengandalkan trio lini depan dan pergerakan Jude Bellingham dari lini tengah. Sementara itu, Real Sociedad mencoba memberikan tekanan melalui serangan balik cepat.

Mbappé beberapa kali mendapatkan ruang di sekitar kotak penalti. Vinícius juga berusaha mencari celah dari sisi kiri.

Namun, pertahanan Sociedad masih mampu bertahan.

Kiper kedua tim juga tampil cukup baik untuk menggagalkan sejumlah peluang.

Pertandingan bahkan sempat terlihat akan berakhir tanpa gol di babak pertama.

Namun, situasi berubah drastis dalam lima menit terakhir sebelum turun minum.

Pada menit ke-40, Madrid akhirnya memecah kebuntuan.

Federico Valverde memberikan umpan kepada Mbappé di area penalti. Penyerang Prancis itu kemudian mengecoh pemain yang menjaganya sebelum melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan Alex Remiro.

1-0 untuk Real Madrid.

Gol tersebut membuat Bernabéu bergemuruh.

Mbappé kembali mendapatkan peluang beberapa menit kemudian, tetapi kali ini Remiro berhasil mengamankan bola.

Sociedad tidak menyerah.

Mereka langsung memberikan respons.

Sociedad Menyamakan Kedudukan

Hanya beberapa menit setelah Madrid unggul, Real Sociedad berhasil mencetak gol penyama kedudukan.

Luka Sučić memanfaatkan bola yang jatuh kepadanya di dalam kotak penalti setelah situasi serangan Sociedad.

Tembakannya mengarah ke pojok gawang dan Thibaut Courtois tidak mampu menghalau bola tersebut.

Skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-44.

Gol itu membuat Madrid sedikit terkejut.

Sebab, mereka sebenarnya sudah berada dalam posisi mengendalikan pertandingan.

Namun, satu kesalahan di lini pertahanan membuat keunggulan tersebut hanya bertahan beberapa menit.

Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang.

Bagi Madrid, hasil tersebut jelas bukan situasi ideal.

Apalagi pertandingan berlangsung di Bernabéu.

Suporter menginginkan penampilan yang lebih dominan.

Dan Mourinho tentu menyadari bahwa timnya harus melakukan perubahan setelah jeda.

Mourinho Mengubah Permainan Madrid

Babak kedua berjalan dengan tempo yang berbeda.

Madrid terlihat lebih agresif.

Mereka mulai menekan Sociedad lebih tinggi dan mempercepat sirkulasi bola.

Mbappé langsung menjadi ancaman utama.

Bahkan tidak lama setelah babak kedua dimulai, sang penyerang mendapatkan peluang emas.

Pada menit ke-47, Mbappé berhadapan langsung dengan Remiro setelah menerima umpan dari Arda Güler.

Namun, kiper Sociedad melakukan penyelamatan luar biasa menggunakan kedua kakinya.

Peluang tersebut seharusnya bisa menjadi gol.

Mbappé sendiri terlihat frustrasi karena gagal menggandakan keunggulan.

Tetapi kegagalan itu tidak membuatnya kehilangan kepercayaan diri.

Ia terus mencari ruang.

Dan pada akhirnya, gol kedua datang.

Mbappé Kembali Membawa Madrid Unggul

Menit ke-59 menjadi momen penting.

Mbappé bekerja sama dengan Jude Bellingham.

Keduanya melakukan kombinasi cepat yang membuat pertahanan Sociedad kehilangan kendali.

Bellingham memberikan dukungan yang tepat, sementara Mbappé bergerak ke posisi yang ideal.

Sang penyerang kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan tenang.

Real Madrid kembali unggul 2-1.

Gol tersebut mengubah atmosfer pertandingan.

Madrid semakin percaya diri.

Sociedad mulai kesulitan keluar dari tekanan.

Sementara Mbappé semakin sulit dihentikan.

Pemain berusia 27 tahun itu mulai menemukan ruang di antara lini pertahanan Sociedad.

Kecepatan dan pergerakannya membuat para bek lawan harus terus mundur.

Bellingham Kembali Berperan

Setelah mencetak gol kedua, Madrid tidak berhenti menyerang.

Jude Bellingham menjadi salah satu pemain yang paling aktif dalam membangun serangan.

Gelandang Inggris tersebut tidak hanya membantu pertahanan, tetapi juga terus masuk ke area berbahaya.

Pada menit ke-68, Bellingham melakukan aksi penting.

Ia berhasil merebut bola dan kemudian memberikan umpan kepada Vinícius Júnior.

Pemain Brasil itu kemudian menyelesaikan peluang untuk membawa Madrid unggul 3-1.

Gol tersebut membuat pertandingan praktis berada dalam kendali Madrid.

Sociedad mulai kehilangan energi.

Sementara Madrid semakin leluasa menyerang.

Bellingham akhirnya mencatatkan dua assist dalam pertandingan tersebut, sebuah kontribusi yang memperlihatkan betapa pentingnya peran sang gelandang dalam sistem permainan Mourinho.

Mbappé Lengkapi Hat-trick

Meski Madrid sudah unggul 3-1, Mbappé masih belum selesai.

Ia masih mengejar gol ketiganya.

Kesempatan tersebut akhirnya datang pada menit ke-80.

Vinícius memberikan umpan yang sangat baik kepada Mbappé.

Sang penyerang kemudian masuk ke area penalti dan memilih cara penyelesaian yang sangat tenang.

Alih-alih menembak keras, Mbappé mencungkil bola melewati kiper Sociedad.

Bola masuk ke gawang.

4-1 untuk Real Madrid.

Hat-trick pun lengkap.

Bernabéu kembali bergemuruh.

Mbappé menjadi pusat perhatian.

Tiga golnya memastikan Madrid meraih kemenangan besar dalam pertandingan kandang pertama mereka musim ini.

Ada Gol Kelima, tetapi Dianulir

Madrid sebenarnya sempat mencetak gol tambahan.

Brahim Díaz berhasil memasukkan bola ke gawang dan membuat para pemain Madrid kembali merayakan gol.

Namun, gol tersebut tidak disahkan karena offside.

Dengan demikian, skor akhir tetap Real Madrid 4-1 Real Sociedad.

Meski tidak menghasilkan gol kelima, kemenangan empat gol sudah cukup untuk memberikan pesan kuat kepada para pesaing.

Madrid kembali menjadi salah satu tim yang harus diperhitungkan dalam perebutan gelar LaLiga.

Mbappé Menjadi Bintang Utama

Tidak ada keraguan mengenai siapa pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Kylian Mbappé menjadi pusat perhatian setelah mencetak tiga gol.

Yang menarik, hat-trick tersebut bukan hanya menunjukkan ketajamannya sebagai penyerang.

Mbappé juga terlihat aktif dalam permainan kolektif.

Ia tidak hanya menunggu bola di depan.

Ia beberapa kali turun untuk terlibat dalam kombinasi dengan rekan setimnya.

Kemampuannya bergerak di antara lini membuat pertahanan Sociedad kesulitan menentukan siapa yang harus menjaganya.

Ketika bek tengah maju, Mbappé bisa memanfaatkan ruang di belakang.

Ketika bek bertahan lebih dalam, ia dapat menerima bola di depan kotak penalti.

Inilah yang membuatnya sangat sulit dihentikan.

Catatan Positif untuk Mbappé

Hat-trick ini juga memperkaya catatan Mbappé bersama Real Madrid.

Menurut statistik yang dihimpun Managing Madrid, hat-trick tersebut merupakan gol ke-89 Mbappé untuk Los Blancos dan membuatnya masuk ke dalam 25 besar pencetak gol sepanjang sejarah klub. Ia juga sudah mencetak 10 gol sepanjang kariernya melawan Real Sociedad.

Angka tersebut memperlihatkan betapa cepat Mbappé beradaptasi dengan kehidupan di Madrid.

Ia datang dengan ekspektasi luar biasa.

Dan sejauh ini, ia terus menjawab tekanan tersebut melalui gol.

Bagi Madrid, memiliki pemain yang bisa menentukan pertandingan seperti Mbappé merupakan keuntungan besar.

Vinícius Júnior Ikut Bersinar

Mbappé memang menjadi bintang utama.

Namun, Vinícius juga memberikan kontribusi penting.

Golnya pada menit ke-68 membuat Madrid semakin nyaman.

Selain mencetak gol, Vinícius juga berperan dalam gol ketiga Mbappé.

Kerja sama kedua pemain semakin terlihat.

Vinícius memiliki kecepatan dan kemampuan membawa bola.

Mbappé memiliki pergerakan tanpa bola dan penyelesaian akhir.

Jika keduanya mampu terus menemukan kombinasi yang tepat, lini depan Madrid akan menjadi sangat berbahaya.

Jude Bellingham Tak Kalah Penting

Selain Mbappé, Jude Bellingham layak mendapatkan apresiasi besar.

Dua assist menjadi bukti konkret kontribusinya.

Assist pertama membantu Mbappé mencetak gol kedua.

Assist berikutnya menghasilkan gol Vinícius.

Bellingham menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan.

Ia juga terus bergerak mencari ruang.

Ketika Mbappé turun, Bellingham bisa maju.

Ketika Vinícius melebar, Bellingham bisa masuk ke area tengah.

Fleksibilitas tersebut membuat Madrid memiliki banyak variasi serangan.

Mourinho Kembali Menang di Bernabéu

Kemenangan ini memiliki arti khusus bagi José Mourinho.

Pelatih asal Portugal tersebut kembali memimpin pertandingan kandang Madrid setelah lebih dari 13 tahun.

Ia terakhir kali menjalani pertandingan kandang sebagai pelatih Madrid pada 2013.

Kini, ia kembali ke tempat yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya.

Awalnya, pertandingan tidak berjalan sesuai harapan.

Madrid bahkan sempat mendapatkan siulan dari suporter karena permainan yang kurang meyakinkan.

Namun, setelah jeda, semuanya berubah.

Madrid bermain lebih agresif.

Gol demi gol tercipta.

Dan pada akhirnya, Mourinho meninggalkan Bernabéu dengan kemenangan besar.

Bernabéu Sempat Tidak Puas

Salah satu cerita menarik dalam pertandingan ini adalah reaksi para suporter.

Babak pertama Madrid tidak sepenuhnya meyakinkan.

Mereka kehilangan bola beberapa kali.

Pertahanan juga terlihat rentan terhadap serangan balik Sociedad.

Ketika skor masih 1-1, sebagian pendukung menunjukkan ketidakpuasan.

Namun, Mourinho tidak melihat hal tersebut sebagai masalah besar.

Menurut laporan media Spanyol, sang pelatih justru menganggap reaksi suporter sebagai bagian dari tuntutan bermain untuk Real Madrid.

Dan para pemain akhirnya memberikan jawaban terbaik.

Mereka mencetak tiga gol tambahan setelah jeda.

Madrid Masih Punya Pekerjaan Rumah

Kemenangan 4-1 memang terlihat sempurna.

Namun, Madrid masih memiliki sejumlah hal yang perlu diperbaiki.

Pertahanan mereka masih memberikan ruang.

Sociedad beberapa kali mampu menciptakan peluang berbahaya.

Jika peluang tersebut dimanfaatkan dengan lebih baik, pertandingan bisa saja berjalan lebih sulit.

Mourinho tentu memahami hal tersebut.

Sebagai pelatih yang terkenal dengan organisasi pertahanan, ia pasti ingin meningkatkan aspek tersebut.

Madrid tidak bisa selalu mengandalkan Mbappé untuk mencetak tiga atau empat gol.

Melawan tim yang lebih kuat, kesalahan kecil dapat menjadi masalah besar.

Start Positif Madrid

Terlepas dari sejumlah kekurangan, Madrid tetap meraih hasil maksimal.

Mereka telah memenangkan dua pertandingan LaLiga.

Sebelumnya, Los Blancos menang dramatis 2-1 atas Espanyol.

Kini mereka mengalahkan Sociedad 4-1.

Artinya, Madrid mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan berada di posisi teratas klasemen sementara berkat selisih gol.

Start tersebut jelas menjadi modal penting.

Mourinho mendapatkan waktu untuk mengembangkan timnya tanpa harus menghadapi tekanan besar akibat kehilangan poin.

Trio Serangan Madrid Menjanjikan

Jika melihat pertandingan ini, kombinasi Mbappé, Vinícius dan Bellingham mulai terlihat sangat menjanjikan.

Mbappé mencetak tiga gol.

Vinícius mencetak satu gol.

Bellingham memberikan dua assist.

Ketiga pemain tersebut terlibat langsung dalam semua gol Madrid.

Statistik tersebut menggambarkan betapa pentingnya trio tersebut dalam skema permainan Los Blancos.

Jika mereka mampu mempertahankan performa seperti ini, Madrid akan memiliki lini serang yang sangat sulit dihentikan.

Tantangan Berikutnya Menunggu

Namun, musim masih sangat panjang.

Satu kemenangan besar tidak menjamin Madrid akan menjadi juara.

Mourinho harus menjaga konsistensi.

Mbappé harus tetap fit.

Vinícius harus mempertahankan performanya.

Bellingham juga harus terus memberikan kontribusi.

Selain itu, lini belakang perlu diperbaiki.

Madrid akan menghadapi lawan yang jauh lebih sulit pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Pada saat itulah kualitas sebenarnya dari proyek Mourinho akan mulai terlihat.

Kesimpulan

Real Madrid berhasil mengamankan kemenangan kandang pertama mereka di LaLiga musim 2026/27 setelah menghancurkan Real Sociedad dengan skor 4-1 di Santiago Bernabéu.

Kylian Mbappé menjadi pahlawan utama berkat hat-trick yang dicetak pada menit ke-40, 59, dan 80. Vinícius Júnior menyumbangkan satu gol pada menit ke-68, sementara Luka Sučić menjadi pencetak gol Sociedad.

Jude Bellingham juga tampil luar biasa dengan dua assist.

Madrid sempat dibuat kesulitan pada babak pertama dan masuk ruang ganti dengan skor 1-1. Namun, setelah jeda, pasukan Mourinho meningkatkan tempo dan akhirnya mencetak tiga gol tambahan.

Bagi Mbappé, ini merupakan pernyataan kuat bahwa dirinya siap kembali menjadi mesin gol Madrid.

Bagi Bellingham, dua assist menunjukkan bahwa ia bukan hanya gelandang pekerja keras, tetapi juga kreator penting.

Bagi Mourinho, kemenangan ini menjadi cara terbaik untuk kembali menyapa pendukung Madrid di Bernabéu.

Dan bagi Real Madrid secara keseluruhan, kemenangan 4-1 tersebut menjadi sinyal bahwa Los Blancos siap menghadapi musim baru dengan ambisi besar.

Mbappé mencetak hat-trick, Bellingham menjadi kreator, Vinícius ikut mencetak gol, dan Mourinho meraih kemenangan di rumah lamanya. Bernabéu akhirnya kembali berpesta.