Inter Milan kembali menunjukkan bahwa mereka belum kehilangan sentuhan sebagai salah satu kekuatan utama Serie A. Nerazzurri berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Cagliari setelah menang tipis 1-0 dalam pertandingan pekan kedua Liga Italia 2026/2027.
Hakan Çalhanoğlu menjadi sosok yang menentukan hasil pertandingan tersebut.
Gelandang asal Turki itu mencetak satu-satunya gol dalam laga yang berlangsung di Unipol Domus, Sardinia. Gol tersebut tercipta ketika pertandingan baru berjalan sekitar sembilan menit.
Menariknya, skor akhir 1-0 justru tidak menggambarkan jalannya pertandingan secara keseluruhan.
Inter sebenarnya tampil sangat dominan.
Tim asuhan Cristian Chivu menciptakan begitu banyak peluang dan hampir sepanjang pertandingan mampu mengendalikan permainan. Statistik bahkan memperlihatkan betapa besarnya dominasi tim tamu.
Inter menguasai sekitar 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 30 tembakan, sementara Cagliari hanya mampu mencatatkan 10 percobaan. Inter juga menghasilkan tujuh tembakan tepat sasaran.
Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah gol.
Inter hanya mampu mencetak satu gol.
Situasi tersebut sempat membuat pertandingan yang sebenarnya berada dalam kendali Nerazzurri berubah menjadi cukup menegangkan pada penghujung laga.
Cagliari mulai menemukan keberanian untuk menyerang.
Bahkan, tuan rumah hampir saja menghukum Inter karena terlalu banyak membuang peluang.
Beruntung bagi tim tamu, keunggulan mereka mampu dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi.
Çalhanoğlu Kembali Menjadi Penentu
Hakan Çalhanoğlu kembali menunjukkan kualitasnya.
Setelah mencetak gol pada pertandingan pembuka Serie A melawan Monza, pemain asal Turki tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor pada laga kedua.
Artinya, Çalhanoğlu telah mencetak dua gol dalam dua pertandingan pertama Inter di Serie A musim ini.
Gol ke gawang Cagliari juga memperlihatkan kualitas teknik yang menjadi salah satu keunggulannya.
Gol tersebut berawal dari pergerakan Nicolò Barella.
Gelandang Italia itu menemukan ruang di sisi kanan sebelum mengirimkan bola kepada Çalhanoğlu yang berdiri di sekitar garis kotak penalti.
Çalhanoğlu mendapatkan ruang yang cukup untuk melakukan tembakan.
Tanpa membuang waktu, ia langsung melepaskan tembakan kaki kanan.
Bola meluncur dengan sangat akurat menuju sudut bawah gawang Cagliari.
Kiper Elia Caprile tidak mampu menjangkau bola.
Inter pun unggul 1-0.
Gol itu tercipta pada menit kesembilan dan menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan.
Inter Seharusnya Bisa Menang Lebih Besar
Setelah unggul, Inter tidak memilih untuk bertahan.
Sebaliknya, mereka terus menyerang.
Tim asuhan Chivu tampak ingin segera mencetak gol kedua agar pertandingan menjadi lebih aman.
Peluang demi peluang tercipta.
Lautaro Martinez beberapa kali mencoba memberikan ancaman.
Federico Dimarco juga mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan.
Manuel Akanji hampir mencetak gol melalui sundulan.
Nicolò Barella turut menguji kemampuan Caprile melalui tembakan keras.
Namun, tidak ada yang mampu menggandakan keunggulan Inter.
Caprile menjadi salah satu pemain Cagliari yang membuat skor tidak berkembang menjadi lebih besar.
Kiper tersebut melakukan sejumlah penyelamatan penting dan menjaga timnya tetap berada dalam pertandingan.
Jika Inter lebih klinis di depan gawang, hasil akhir bisa saja berbeda jauh.
Babak Pertama Penuh Dominasi Inter
Inter menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Namun, angka tersebut terasa terlalu kecil jika melihat jalannya permainan.
Nerazzurri menjadi penguasa pertandingan.
Mereka mengalirkan bola dengan baik dan membuat Cagliari kesulitan keluar dari tekanan.
Bahkan, statistik menunjukkan Inter melepaskan 15 tembakan pada babak pertama, tetapi hanya satu yang berhasil menjadi gol.
Situasi tersebut sebenarnya cukup mengkhawatirkan.
Sebab, dalam sepak bola, dominasi tidak selalu menjamin kemenangan.
Tim yang terus membuang peluang bisa saja dihukum lewat satu serangan balik.
Inter tentu menyadari hal tersebut.
Cagliari Mulai Berani Keluar
Pada awal babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah.
Inter masih menguasai bola.
Mereka masih menjadi tim yang lebih agresif.
Cagliari lebih banyak bertahan dan menunggu kesempatan.
Namun, seiring berjalannya waktu, tuan rumah mulai mendapatkan kepercayaan diri.
Inter yang gagal mencetak gol kedua membuat Cagliari merasa masih memiliki peluang.
Para pemain tuan rumah mulai lebih berani maju.
Tekanan terhadap pertahanan Inter pun perlahan meningkat.
Situasi tersebut membuat pertandingan menjadi lebih menarik.
Inter yang sebelumnya terlihat sangat nyaman mulai harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keunggulan.
Peluang Emas Cagliari
Ancaman terbesar Cagliari datang sekitar 10 menit sebelum waktu normal berakhir.
Michel Adopo mendapatkan ruang yang cukup bebas di dalam kotak penalti.
Ia memiliki kesempatan untuk melepaskan tembakan ke arah gawang Inter.
Dalam situasi tersebut, gol penyama kedudukan tampak sangat mungkin terjadi.
Namun, sebelum bola benar-benar mengarah ke gawang Josep Martinez, Yann Bisseck melakukan penyelamatan luar biasa.
Bek Inter tersebut menyundul bola menjauh dari garis gawang.
Aksi Bisseck menjadi salah satu momen penting pertandingan.
Jika ia terlambat beberapa detik saja, Cagliari mungkin sudah mendapatkan gol penyeimbang.
Inter pun berhasil mempertahankan keunggulan.
Pertahanan Inter Berhasil Bertahan
Selain Bisseck, Josep Martinez juga menjalankan tugasnya dengan baik.
Kiper Inter tersebut tidak terlalu sering mendapatkan tekanan sepanjang pertandingan.
Namun, ketika Cagliari mulai meningkatkan intensitas serangan, ia harus tetap fokus.
Inter mampu menjaga pertahanan mereka tetap solid.
Para pemain belakang tidak membiarkan Cagliari mendapatkan terlalu banyak ruang.
Meski demikian, fakta bahwa Cagliari mulai mendapatkan peluang di penghujung laga menjadi peringatan bagi Chivu.
Timnya harus lebih efektif dalam membunuh pertandingan.
Chivu Mendapat Modal Positif
Kemenangan atas Cagliari menjadi hasil positif bagi Cristian Chivu.
Pelatih asal Rumania tersebut mengawali musim dengan hasil yang cukup meyakinkan.
Pada pertandingan pertama, Inter mengalahkan Monza dengan skor 4-1.
Kini mereka menang 1-0 atas Cagliari.
Artinya, Inter berhasil meraih enam poin dari dua pertandingan pertama.
Mereka juga menunjukkan kemampuan memenangkan pertandingan dengan cara berbeda.
Melawan Monza, Inter tampil agresif dan mencetak empat gol.
Sementara ketika menghadapi Cagliari, mereka harus puas dengan kemenangan minimal.
Namun, yang paling penting adalah tiga poin tetap berada di tangan Inter.
Dua Pertandingan, Dua Gol Çalhanoğlu
Performa Çalhanoğlu menjadi salah satu cerita utama dari awal musim Inter.
Ia mencetak gol dalam dua pertandingan secara beruntun.
Pada laga pembuka melawan Monza, Çalhanoğlu juga menjadi pemain yang membuka skor.
Kini ia kembali menjadi pencetak gol pertama.
Peran pemain Turki tersebut sangat penting dalam sistem Chivu.
Ia bukan hanya bertugas mengatur permainan dari lini tengah.
Çalhanoğlu juga mampu menjadi ancaman dari luar kotak penalti.
Kemampuan melakukan tendangan jarak jauh membuat lawan tidak bisa terlalu dalam menjaga lini pertahanan.
Jika lawan memberikan ruang sedikit saja, Çalhanoğlu dapat langsung menghukumnya.
Barella Juga Berperan Penting
Meski Çalhanoğlu menjadi pencetak gol, peran Barella juga tidak bisa diabaikan.
Pemain Italia tersebut memberikan assist untuk gol tunggal Inter.
Barella menunjukkan kemampuan membaca situasi dengan sangat baik.
Ia melihat Çalhanoğlu berada dalam posisi bebas.
Bola kemudian diberikan dengan akurat.
Çalhanoğlu menyelesaikan peluang tersebut dengan sempurna.
Kombinasi kedua gelandang tersebut menjadi salah satu kekuatan Inter.
Lautaro Belum Mencetak Gol
Sementara itu, Lautaro Martinez belum mampu mencatatkan namanya di papan skor.
Striker Argentina tersebut beberapa kali mendapatkan peluang.
Namun, penyelesaian akhirnya belum menghasilkan gol.
Meski demikian, kontribusi Lautaro dalam permainan Inter tetap terlihat.
Ia membantu membuka ruang.
Ia juga aktif bergerak di lini depan.
Dengan begitu banyak peluang yang diciptakan Inter, hanya masalah waktu sebelum Lautaro kembali mencetak gol.
Inter Masih Punya Banyak Ruang untuk Berkembang
Dua kemenangan dalam dua pertandingan tentu menjadi awal yang bagus.
Namun, pertandingan melawan Cagliari juga memperlihatkan sejumlah hal yang harus diperbaiki.
Masalah utama adalah efektivitas.
Inter menciptakan terlalu banyak peluang tetapi hanya menghasilkan satu gol.
Jika menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi, pemborosan seperti ini bisa menjadi masalah.
Tim seperti Juventus, Napoli, Milan, atau klub-klub kuat lainnya tidak akan memberikan ruang sebanyak Cagliari.
Karena itu, Chivu harus memastikan para pemainnya lebih klinis.
Pertahanan Juga Harus Tetap Waspada
Inter juga harus belajar dari peluang Cagliari di akhir pertandingan.
Dominasi sepanjang laga tidak berarti lawan tidak berbahaya.
Satu kesalahan saja bisa mengubah hasil pertandingan.
Bisseck memang berhasil menyelamatkan Inter.
Tetapi Chivu tentu tidak ingin timnya terus bergantung pada penyelamatan seperti itu.
Inter harus mampu menutup pertandingan lebih awal.
Gol kedua seharusnya menjadi target ketika mereka menciptakan banyak peluang.
Start Positif Sang Juara Bertahan
Meski begitu, tidak ada alasan untuk meremehkan pencapaian Inter.
Enam poin dari dua pertandingan adalah modal penting.
Inter bahkan menjadi salah satu tim yang mengawali musim dengan catatan sempurna.
Kemenangan atas Cagliari juga menunjukkan mental juara.
Mereka mampu bertahan ketika pertandingan mulai menjadi sulit.
Mereka tidak kehilangan konsentrasi.
Dan mereka membawa pulang tiga poin dari Sardinia.
Tantangan Akan Semakin Berat
Jadwal ke depan tentu akan menjadi ujian yang lebih besar.
Kompetisi Serie A berlangsung panjang.
Inter tidak hanya harus menghadapi pertandingan liga.
Mereka juga harus mempersiapkan diri untuk kompetisi Eropa dan agenda domestik lainnya.
Karena itu, kedalaman skuad akan menjadi sangat penting.
Chivu harus mampu melakukan rotasi tanpa mengurangi kualitas permainan.
Pemain seperti Çalhanoğlu, Barella, Lautaro, dan Dimarco akan menjadi bagian penting dalam perjalanan musim.
Namun, mereka tetap membutuhkan dukungan pemain lainnya.
Çalhanoğlu Menjadi Simbol Awal Musim Inter
Untuk saat ini, Çalhanoğlu layak mendapatkan sorotan terbesar.
Dua pertandingan.
Dua gol.
Dan dua kemenangan.
Awal musim yang sangat baik bagi sang gelandang.
Ia bukan hanya membantu Inter mendapatkan poin.
Ia juga memberikan ketenangan kepada tim pada saat-saat penting.
Gol cepatnya di Sardinia membuat Inter bisa bermain dengan lebih nyaman.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak segera diperbesar.
Namun, Çalhanoğlu tetap menjadi penentu.
Cagliari Layak Mendapat Apresiasi
Di sisi lain, Cagliari juga patut mendapatkan apresiasi.
Mereka menghadapi salah satu kandidat kuat juara Serie A.
Meskipun sebagian besar pertandingan berada di bawah tekanan, mereka tidak menyerah.
Pada babak kedua, mereka mencoba meningkatkan intensitas.
Bahkan, mereka hampir menyamakan kedudukan.
Hanya saja, kualitas dan pengalaman Inter akhirnya menjadi pembeda.
Cagliari tetap memiliki modal positif dari pertandingan tersebut.
Inter Pulang dengan Tiga Poin
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan 1-0 untuk Inter.
Satu gol Çalhanoğlu sudah cukup.
Nerazzurri memang gagal memanfaatkan sebagian besar peluang mereka.
Tetapi hasil akhirnya tetap sesuai dengan target.
Enam poin dari dua pertandingan membuat Inter berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan gelar.
Start seperti ini tentu sangat dibutuhkan.
Kesimpulan
Inter Milan sukses meraih kemenangan kedua secara beruntun di Serie A 2026/2027 setelah menundukkan Cagliari dengan skor 1-0 di Unipol Domus.
Hakan Çalhanoğlu menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol pada menit kesembilan melalui tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Gol tersebut menjadi gol keduanya dalam dua pertandingan pertama musim ini.
Namun, kemenangan Inter sebenarnya bisa saja jauh lebih meyakinkan.
Tim asuhan Cristian Chivu mendominasi pertandingan dan menciptakan peluang demi peluang. Inter mencatatkan sekitar 65 persen penguasaan bola serta melepaskan 30 tembakan, sedangkan Cagliari hanya menghasilkan 10 percobaan.
Masalahnya, Inter sangat tidak efektif.
Banyak peluang yang terbuang.
Lautaro Martinez, Federico Dimarco, Manuel Akanji, Francesco Esposito, dan sejumlah pemain lainnya gagal memanfaatkan kesempatan yang mereka dapatkan.
Kondisi tersebut membuat pertandingan tetap terbuka hingga menit-menit terakhir.
Cagliari bahkan hampir menyamakan kedudukan ketika Michel Adopo mendapatkan ruang di dalam kotak penalti.
Beruntung bagi Inter, Yann Bisseck tampil sebagai penyelamat dengan menghalau bola yang mengarah ke gawang.
Dengan kemenangan tersebut, Inter mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan melanjutkan start sempurna mereka setelah sebelumnya mengalahkan Monza 4-1.
Sementara itu, Çalhanoğlu menjadi pemain yang paling mencuri perhatian.
Dua laga, dua gol, dan dua kemenangan membuat gelandang asal Turki tersebut menjadi salah satu sosok penting dalam awal perjalanan Inter musim ini.
Cristian Chivu tentu senang dengan hasil tersebut.
Namun, sang pelatih masih memiliki pekerjaan rumah.
Jika ingin mempertahankan gelar Serie A, Inter tidak boleh terus membuang begitu banyak peluang.
Dominasi permainan memang penting, tetapi kemampuan mengubah peluang menjadi gol akan menjadi pembeda ketika menghadapi lawan yang lebih kuat.
Untuk sementara, Inter tetap bisa tersenyum. Dua pertandingan menghasilkan enam poin, sementara Hakan Çalhanoğlu kembali menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi penentu. Kemenangan tipis di Sardinia mungkin tidak sempurna, tetapi tiga poin tersebut menjadi modal berharga bagi Nerazzurri dalam upaya mempertahankan takhta Serie A.
