Como 1907 mengambil langkah menarik dalam persiapan menghadapi musim 2026/2027. Klub asal Italia tersebut memilih menjalani rangkaian pertandingan pramusim di Inggris dengan menghadapi dua klub besar Premier League, yakni Arsenal dan Liverpool.

Keputusan tersebut bukan sekadar untuk mencari lawan tanding dengan nama besar. Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, ternyata mempunyai tujuan khusus di balik agenda tersebut.

Fabregas ingin para pemainnya merasakan atmosfer pertandingan dengan tekanan yang berbeda. Ia ingin Martin Baturina dan kawan-kawan terbiasa bermain di hadapan puluhan ribu penonton sebelum menghadapi kompetisi resmi yang jauh lebih berat.

Menurut Fabregas, pengalaman menghadapi Arsenal dan Liverpool merupakan kesempatan berharga bagi skuad Como 1907. Pertandingan seperti itu dapat membantu pemain memahami bagaimana rasanya tampil dalam atmosfer besar, menghadapi lawan berkualitas tinggi, sekaligus menguji kesiapan mental tim.

"Ini adalah kesempatan yang hebat buat kami. Saya sangat menantikan melihat seperti apa anak-anak bermain di hadapan puluhan ribu orang dan bagaimana kami menghadapi atmosfer itu," ujar Fabregas seperti dikutip Football Italia.

Mengapa Memilih Inggris?

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah mengapa Como 1907 memilih Inggris sebagai lokasi persiapan mereka.

Jawabannya berkaitan dengan kualitas lawan dan atmosfer pertandingan.

Arsenal dan Liverpool merupakan dua klub besar Inggris yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi level tertinggi. Menghadapi mereka memberikan kesempatan kepada Como untuk menguji kemampuan dalam situasi yang mendekati pertandingan kompetitif.

Bagi Fabregas, pertandingan pramusim bukan hanya soal mendapatkan kemenangan.

Justru, hasil akhir bukan menjadi tujuan utama.

Pelatih asal Spanyol tersebut ingin mengetahui bagaimana anak asuhnya bereaksi ketika berhadapan dengan lawan yang mempunyai kualitas individu lebih tinggi.

Ia juga ingin melihat apakah pemain-pemain Como mampu mempertahankan struktur permainan ketika berada dalam tekanan.

Menghadapi Arsenal di Emirates

Como 1907 lebih dulu menghadapi Arsenal.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Emirates, London, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Duel tersebut berakhir dengan skor 1-1 pada waktu normal. Arsenal kemudian memenangkan pertandingan melalui adu penalti dengan skor 4-3.

Bagi Como, hasil tersebut tetap menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan bermain di stadion besar.

Mereka juga berhadapan langsung dengan tim yang sedang mempersiapkan diri untuk menjalani musim baru Premier League.

Arsenal sendiri menggunakan pertandingan tersebut sebagai salah satu tahap terakhir persiapan sebelum memasuki kompetisi 2026/2027.

Como mampu memberikan perlawanan.

Hasil imbang 1-1 menunjukkan bahwa tim Fabregas tidak datang ke Inggris hanya untuk menjadi pelengkap.

Mereka mampu membuat pertandingan berjalan kompetitif.

Fabregas Ingin Menguji Mental Pemain

Bagi Fabregas, aspek mental menjadi salah satu alasan utama mengapa pertandingan melawan klub-klub Inggris dianggap penting.

Bermain di hadapan penonton dalam jumlah besar tentu berbeda dengan pertandingan latihan biasa.

Suara suporter.

Tekanan.

Tempo pertandingan.

Kualitas lawan.

Semua faktor tersebut bisa memengaruhi seorang pemain.

Pemain yang belum terbiasa dengan atmosfer seperti itu bisa mengalami kesulitan.

Karena itu, Fabregas ingin para pemainnya mendapatkan pengalaman tersebut sejak pramusim.

Dengan begitu, ketika kompetisi resmi dimulai, mereka diharapkan sudah lebih siap.

Targetnya Bukan Sekadar Menang

Pertandingan pramusim sering kali disalahartikan sebagai ajang untuk mengejar kemenangan.

Padahal, bagi pelatih, pertandingan seperti ini mempunyai fungsi yang jauh lebih luas.

Fabregas bisa menguji strategi.

Ia bisa melihat kemampuan pemain baru.

Ia dapat mencoba kombinasi pemain.

Ia juga bisa mengetahui kelemahan tim.

Pertandingan melawan Arsenal dan Liverpool memberikan kesempatan untuk melakukan semua hal tersebut.

Jika Como kalah, Fabregas tetap bisa mendapatkan pelajaran.

Jika Como menang, kepercayaan diri pemain akan meningkat.

Namun, yang paling penting adalah proses evaluasi.

Liverpool Menjadi Ujian Berikutnya

Setelah Arsenal, Como melanjutkan perjalanan ke Liverpool.

Pertandingan melawan The Reds menjadi bagian lain dari rangkaian uji coba di Inggris.

Menariknya, Como dan Liverpool bahkan sempat menjalani pertandingan tertutup di Melwood Training Ground pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Pertandingan tersebut berakhir 0-0.

Karena laga berlangsung tertutup, kedua tim menurunkan banyak pemain pelapis. Pertandingan itu kemudian menjadi semacam pemanasan sebelum duel utama di Anfield.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa Como mendapatkan kesempatan menghadapi Liverpool dalam kondisi yang cukup unik.

Mereka dapat melakukan evaluasi lebih dahulu sebelum menjalani pertandingan berikutnya.

Anfield Menjadi Pengalaman Besar

Bermain di Anfield tentu mempunyai arti tersendiri.

Stadion tersebut dikenal sebagai salah satu arena sepak bola paling ikonik di Inggris.

Atmosfer yang diciptakan suporter Liverpool menjadi tantangan tersendiri bagi tim lawan.

Bagi para pemain Como, pengalaman seperti itu sangat berharga.

Mereka bisa merasakan secara langsung tekanan bermain di salah satu stadion terkenal dunia.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan Fabregas sejak awal.

Ia ingin pemainnya terbiasa menghadapi atmosfer besar.

Fabregas Paham Tekanan di Inggris

Pemilihan Inggris sebagai lokasi tur pramusim juga tidak bisa dilepaskan dari latar belakang Fabregas.

Mantan gelandang Arsenal, Chelsea, dan Barcelona tersebut sudah sangat mengenal sepak bola Inggris.

Fabregas pernah menjadi bagian penting dari Arsenal.

Ia memahami karakter Premier League.

Ia tahu bagaimana atmosfer stadion Inggris.

Ia juga tahu bagaimana tekanan yang dirasakan pemain ketika menghadapi pertandingan besar.

Karena itu, keputusan membawa Como ke Inggris bukan sesuatu yang dilakukan tanpa pertimbangan.

Fabregas tahu persis manfaat yang bisa diperoleh dari pengalaman tersebut.

Menguji Pemain Baru

Como 1907 mengalami perubahan skuad menjelang musim baru.

Sejumlah pemain baru didatangkan untuk memperkuat tim.

Karena itu, Fabregas membutuhkan pertandingan dengan kualitas tinggi untuk melihat seberapa cepat para pemain tersebut beradaptasi.

Pertandingan melawan Arsenal dan Liverpool memberikan kesempatan tersebut.

Pemain baru tidak hanya harus memahami instruksi pelatih.

Mereka juga harus memahami karakter rekan setim.

Mereka harus mampu beradaptasi dengan tempo pertandingan.

Dan mereka harus berani bermain ketika menghadapi tekanan.

Martin Baturina dan Kolega

Salah satu pemain yang menjadi bagian dari skuad Como adalah Martin Baturina.

Fabregas ingin melihat bagaimana pemain-pemainnya menghadapi tantangan besar.

Pertandingan melawan Arsenal dan Liverpool bisa menjadi tolok ukur.

Jika seorang pemain mampu tampil tenang ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi, hal tersebut akan menjadi modal penting.

Sebaliknya, jika terdapat kelemahan, Fabregas dapat segera melakukan perbaikan sebelum kompetisi resmi dimulai.

Como Sedang Membangun Tim

Como bukan lagi klub yang sekadar ingin bertahan.

Dalam beberapa musim terakhir, proyek klub berkembang cukup pesat.

Mereka mempunyai ambisi besar.

Mereka juga ingin membangun tim yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

Karena itu, persiapan pramusim harus dilakukan secara serius.

Menghadapi klub seperti Arsenal dan Liverpool merupakan bagian dari proses tersebut.

Fabregas ingin timnya mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin.

Ujian Melawan Klub Terbaik

Menghadapi klub Premier League juga memberikan gambaran mengenai level yang harus dicapai Como.

Arsenal dan Liverpool mempunyai kedalaman skuad.

Mereka mempunyai pemain berkualitas di hampir setiap posisi.

Tempo permainan mereka tinggi.

Pergerakan tanpa bola juga sangat intens.

Bagi Como, semua itu menjadi bahan evaluasi.

Fabregas dapat melihat apakah sistem permainan yang diterapkannya sudah berjalan dengan baik.

Pertandingan dengan Intensitas Tinggi

Salah satu keuntungan menghadapi lawan kuat adalah meningkatnya intensitas pertandingan.

Pemain tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir.

Mereka harus mengambil keputusan dengan cepat.

Kesalahan kecil dapat langsung dihukum.

Situasi tersebut sangat berbeda dengan pertandingan melawan lawan yang kualitasnya jauh di bawah.

Karena itu, laga melawan Arsenal dan Liverpool bisa menjadi simulasi yang sangat baik.

Mempersiapkan Pemain Menghadapi Tekanan

Fabregas ingin para pemainnya terbiasa dengan tekanan.

Bukan hanya tekanan dari lawan.

Tetapi juga tekanan dari penonton.

Seorang pemain harus mampu tetap fokus meskipun stadion dipenuhi puluhan ribu orang.

Ia harus bisa berkomunikasi.

Ia harus tetap menjalankan instruksi.

Ia juga harus mampu menjaga emosi.

Semua itu merupakan bagian dari proses menjadi pemain yang lebih matang.

Tiga Pertandingan yang Berarti

Rangkaian pertandingan Como di Inggris memberikan pengalaman yang cukup lengkap.

Pertama, mereka menghadapi Arsenal di Emirates.

Kemudian, mereka bertemu Liverpool dalam rangkaian pertandingan di Inggris.

Ada pula pertandingan tertutup di Melwood Training Ground yang berakhir tanpa gol sebelum duel berikutnya.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting dari kamp pramusim Como.

Fabregas menyebut dua pertandingan persahabatan di Liverpool sebagai penutup kamp pramusim mereka.

Artinya, pertandingan tersebut memang dirancang sebagai tahap akhir persiapan sebelum kompetisi resmi dimulai.

Fabregas Tidak Ingin Pemain Terlena

Meski mampu tampil baik melawan Arsenal, Fabregas tentu tidak ingin pemainnya terlena.

Hasil pertandingan pramusim tidak menjamin kesuksesan di kompetisi resmi.

Apa yang lebih penting adalah pelajaran yang didapat.

Como harus memperbaiki kekurangan.

Mereka harus meningkatkan koordinasi.

Mereka juga harus memastikan pemain berada dalam kondisi fisik terbaik.

Musim Baru Sudah di Depan Mata

Waktu persiapan Como semakin terbatas.

Musim 2026/2027 segera dimulai.

Karena itu, setiap pertandingan pramusim menjadi sangat penting.

Fabregas harus segera menentukan komposisi terbaik.

Ia harus memilih pemain yang benar-benar siap.

Dan ia harus memastikan sistem permainan sudah dipahami seluruh skuad.

Lawan Berat Memberikan Pelajaran Berharga

Menghadapi Arsenal dan Liverpool tentu memberikan banyak pelajaran.

Como bisa melihat bagaimana tim besar membangun serangan.

Mereka juga bisa mempelajari cara lawan melakukan pressing.

Selain itu, pemain dapat merasakan bagaimana menghadapi pemain-pemain dengan kemampuan individu tinggi.

Semua pengalaman tersebut dapat digunakan untuk menghadapi kompetisi domestik.

Tidak Takut Menghadapi Tantangan

Keputusan Como memilih lawan berat juga memperlihatkan keberanian.

Mereka tidak mencari lawan yang mudah.

Mereka justru memilih pertandingan yang bisa menguji batas kemampuan.

Fabregas tampaknya ingin mengetahui kondisi tim sebenarnya.

Jika Como mampu bertahan dan memberikan perlawanan terhadap Arsenal atau Liverpool, kepercayaan diri pemain akan meningkat.

Atmosfer Besar Bisa Membentuk Karakter

Bagi pemain muda, bermain di hadapan puluhan ribu penonton bisa menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Mereka akan belajar mengontrol emosi.

Mereka akan belajar menghadapi tekanan.

Dan mereka akan memahami bahwa sepak bola profesional bukan hanya soal teknik.

Mentalitas juga sangat penting.

Fabregas ingin pengalaman tersebut menjadi bagian dari perkembangan para pemainnya.

Liverpool Memberikan Ujian Berbeda

Jika Arsenal memberikan pengalaman bermain di London, Liverpool memberikan pengalaman lain.

Liverpool mempunyai karakter permainan tersendiri.

Atmosfer Anfield juga berbeda.

Dengan menghadapi dua klub besar dalam satu rangkaian tur, Como mendapatkan gambaran mengenai berbagai gaya permainan.

Hal tersebut dapat memperkaya pengalaman pemain.

Persiapan Menuju Liga Champions

Como juga memiliki tantangan besar di Eropa.

Klub tersebut dijadwalkan tampil di Liga Champions 2026/2027.

Karena itu, Fabregas membutuhkan skuad yang benar-benar siap.

Pengalaman menghadapi Arsenal dan Liverpool dapat membantu pemain memahami level kompetisi tinggi.

Bukan berarti laga pramusim dapat sepenuhnya menjadi gambaran Liga Champions.

Namun, pengalaman tersebut tetap memiliki nilai.

Como Ingin Naik Level

Ambisi Como semakin terlihat dari cara mereka mempersiapkan diri.

Mereka tidak hanya aktif di bursa transfer.

Mereka juga memilih agenda pramusim dengan serius.

Menghadapi Arsenal dan Liverpool menjadi bukti bahwa klub ingin memberikan tantangan maksimal kepada skuad.

Fabregas tampaknya ingin membawa Como ke level berikutnya.

Pengalaman Fabregas Sangat Penting

Peran Fabregas juga menjadi faktor penting.

Ia pernah bermain di level tertinggi.

Ia pernah merasakan pertandingan besar.

Ia memahami tekanan bermain di depan puluhan ribu penonton.

Kini pengalaman tersebut digunakan untuk membantu Como.

Ia tahu bahwa pemain tidak hanya membutuhkan latihan taktik.

Mereka juga membutuhkan pengalaman.

Dan pengalaman terbaik sering kali datang dari pertandingan sulit.

Pramusim Sebagai Laboratorium

Bagi Fabregas, pramusim bisa dianggap sebagai laboratorium.

Ia bisa mencoba berbagai formasi.

Ia bisa menguji pemain.

Ia bisa mengubah pendekatan.

Ia juga dapat melihat respons tim terhadap tekanan.

Semua itu dilakukan sebelum pertandingan resmi benar-benar menentukan nasib klub.

Karena itu, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran.

Hasil Imbang Melawan Arsenal

Como mendapatkan hasil 1-1 melawan Arsenal sebelum akhirnya kalah lewat adu penalti.

Hasil tersebut tentu dapat menjadi modal psikologis.

Para pemain mengetahui bahwa mereka mampu memberikan perlawanan.

Namun, mereka juga harus menyadari bahwa pertandingan kompetitif akan mempunyai tekanan berbeda.

Mereka tidak boleh berhenti berkembang.

Tantangan Setelah Tur Inggris

Setelah rangkaian pertandingan di Inggris selesai, Como harus segera mengalihkan perhatian kepada kompetisi resmi.

Pemain harus menjaga kondisi.

Pelatih harus menentukan pilihan.

Dan klub harus memastikan seluruh administrasi pemain berjalan baik.

Tidak ada waktu terlalu lama untuk bersantai.

Penutup

Cesc Fabregas ternyata mempunyai alasan yang sangat jelas ketika membawa Como 1907 menjalani rangkaian uji coba melawan Arsenal dan Liverpool di Inggris.

Tujuannya bukan sekadar mencari lawan dengan nama besar.

Fabregas ingin anak asuhnya mendapatkan pengalaman menghadapi tekanan pertandingan besar, bermain di hadapan puluhan ribu penonton, dan menguji mental mereka sebelum kompetisi resmi dimulai.

Menurut sang pelatih, menghadapi atmosfer besar merupakan pengalaman penting bagi pemain. Ia ingin melihat bagaimana para pemain Como bereaksi ketika berada di bawah tekanan dan menghadapi lawan dengan kualitas tinggi.

Pertandingan pertama melawan Arsenal di Emirates berakhir 1-1 pada waktu normal. Arsenal kemudian memenangkan adu penalti dengan skor 4-3. Meski gagal meraih kemenangan, Como mendapatkan pengalaman berharga dari pertandingan tersebut.

Setelah itu, Como melanjutkan tur mereka dengan menghadapi Liverpool. Bahkan, kedua tim sempat memainkan pertandingan tertutup di Melwood Training Ground yang berakhir 0-0 sebelum agenda pertandingan berikutnya.

Fabregas menyebut rangkaian pertandingan di Liverpool sebagai penutup kamp pramusim Como. Ia ingin timnya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguji diri menghadapi salah satu tim terbaik di dunia sepak bola. Musim baru sudah berada di depan mata sehingga Como dituntut segera mencapai kesiapan maksimal.

Bagi Como 1907, tur Inggris bukan sekadar perjalanan pramusim. Ini adalah proses pembentukan mental. Arsenal dan Liverpool dipilih karena mereka dapat memberikan tekanan yang tidak mungkin didapatkan dalam pertandingan biasa.

Fabregas ingin para pemainnya belajar menghadapi stadion besar, suporter dalam jumlah besar, tempo permainan tinggi, serta lawan dengan kualitas individu yang luar biasa.

Jika para pemain mampu melewati pengalaman tersebut dengan baik, Como tidak hanya mendapatkan hasil pertandingan, tetapi juga memperoleh modal mental yang sangat penting untuk menghadapi musim 2026/2027.

Dan dengan tantangan kompetisi domestik serta Liga Champions yang menanti, pengalaman melawan Arsenal dan Liverpool bisa menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan Como untuk naik ke level yang lebih tinggi.