Liverpool menghadapi persoalan pelik menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026. Bukan hanya soal mendatangkan pemain baru, klub yang kini ditangani Andoni Iraola justru harus lebih dulu merampingkan skuad agar sesuai dengan regulasi pendaftaran pemain.

Situasi tersebut membuat Liverpool berada dalam posisi yang cukup sulit. Hingga bursa transfer musim panas ditutup pada 1 September 2026, The Reds disebut perlu melepas sejumlah pemain karena jumlah pemain senior mereka sudah melebihi batas yang diperbolehkan. Bahkan, terdapat potensi hingga sembilan pemain harus keluar atau tidak dapat didaftarkan.

Masalah ini tentu menjadi pekerjaan besar bagi Iraola. Pelatih asal Spanyol tersebut baru mengambil alih Liverpool dan sedang berusaha membangun tim sesuai dengan gaya permainannya.

Di saat yang sama, ia harus menghadapi persoalan administratif yang cukup rumit.

Liverpool bukan hanya harus memikirkan siapa yang akan didatangkan, tetapi juga siapa saja yang harus dikorbankan.

Liverpool Sudah Kehilangan Tiga Pemain Penting

Situasi skuad Liverpool sebenarnya sudah berubah cukup drastis sejak akhir musim lalu.

Tiga pemain penting meninggalkan Anfield secara gratis, yakni Mohamed Salah, Ibrahima Konate, dan Andrew Robertson. Kepergian mereka membuat komposisi tim mengalami perubahan besar.

Namun, meskipun kehilangan tiga nama besar tersebut, Liverpool tetap memiliki jumlah pemain senior yang terlalu banyak untuk didaftarkan.

Pada musim panas ini, The Reds baru mendatangkan dua pemain.

Victor Munoz direkrut dari Osasuna untuk menambah kekuatan di sektor sayap.

Sementara itu, Ronald Araujo didatangkan dari Barcelona dengan status pinjaman untuk memperkuat lini belakang.

Secara sekilas, jumlah tersebut tidak terlihat berlebihan.

Namun, masalah sebenarnya terletak pada regulasi mengenai jumlah pemain yang dapat didaftarkan.

Liverpool Punya 31 Pemain Senior

Saat ini Liverpool disebut memiliki sekitar 31 pemain senior yang harus dipertimbangkan untuk pendaftaran pada paruh pertama musim.

Jumlah tersebut jauh di atas batas maksimal Premier League yang hanya memperbolehkan 25 pemain senior dalam satu skuad.

Artinya, Liverpool tidak mungkin mendaftarkan seluruh pemain yang tersedia.

Setidaknya beberapa pemain harus dicoret dari daftar.

Masalah semakin rumit karena Liverpool juga akan tampil di Liga Champions.

Regulasi kompetisi Eropa memiliki ketentuan tersendiri mengenai komposisi skuad.

Liverpool memang mendapatkan sedikit ruang tambahan dalam daftar Liga Champions, tetapi tetap tidak cukup untuk menampung semua pemain senior yang mereka miliki.

Karena itu, Iraola harus mengambil keputusan sulit.

Kehadiran Ronald Araujo Menambah Persoalan

Kedatangan Ronald Araujo sebenarnya menjadi kabar positif dari sisi kualitas.

Bek Barcelona tersebut memiliki pengalaman di level tertinggi.

Ia bisa memberikan kekuatan tambahan bagi lini pertahanan Liverpool.

Namun dari sisi administrasi, kedatangan Araujo justru membuat situasi semakin rumit.

Slot pemain non-homegrown Liverpool kini disebut sudah mencapai batas maksimal, yaitu 17 pemain dalam skuad berisi 25 orang.

Dengan demikian, Liverpool tidak bisa sembarangan menambahkan pemain lagi.

Jika ingin merekrut pemain baru sebelum bursa transfer ditutup, mereka harus lebih dulu mengosongkan ruang.

Inilah yang membuat pekerjaan Iraola semakin berat.

Liverpool Harus Mengorbankan Sejumlah Pemain

Akibat aturan tersebut, Liverpool diperkirakan harus mencoret enam pemain untuk kompetisi domestik dan bahkan delapan pemain untuk Liga Champions.

Jumlah tersebut masih bisa bertambah apabila klub kembali mendatangkan pemain baru sebelum 1 September.

Situasi ini membuat rumor mengenai pemain yang akan meninggalkan Anfield mulai bermunculan.

Beberapa pemain yang sebelumnya dianggap penting kini harus menghadapi ketidakpastian.

Bukan berarti semuanya pasti dijual.

Sebagian mungkin hanya tidak masuk daftar pendaftaran.

Namun, bagi pemain yang ingin mendapatkan menit bermain secara rutin, kondisi tersebut tentu menjadi masalah besar.

Cody Gakpo Mulai Dikaitkan dengan Tottenham

Salah satu nama yang muncul adalah Cody Gakpo.

Winger asal Belanda tersebut disebut sedang mempertimbangkan kemungkinan meninggalkan Liverpool.

Tottenham Hotspur dikabarkan menjadi salah satu klub yang tertarik.

Situasi ini menarik karena Gakpo sebenarnya masih memiliki peran penting di lini serang Liverpool.

Ia mampu bermain di beberapa posisi.

Gakpo bisa dimainkan sebagai winger kiri.

Ia juga dapat beroperasi sebagai penyerang tengah.

Kemampuan tersebut membuatnya menjadi pemain yang cukup fleksibel.

Namun, jika Liverpool benar-benar harus mengurangi jumlah pemain senior, Gakpo bisa menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan.

Apalagi jika ada tawaran yang dianggap menguntungkan klub.

Curtis Jones Juga Berada dalam Situasi Rumit

Nama lain yang ikut terseret adalah Curtis Jones.

Pemain yang merupakan produk akademi Liverpool tersebut dikabarkan mulai merasa jenuh dengan situasinya.

Inter Milan disebut tertarik terhadap sang gelandang.

Curtis Jones sebenarnya memiliki hubungan kuat dengan Liverpool.

Ia tumbuh melalui akademi klub dan sudah lama menjadi bagian dari tim utama.

Namun, persaingan di lini tengah sangat ketat.

Dengan banyaknya gelandang yang tersedia, kesempatan bermain reguler tidak selalu mudah didapat.

Jika situasi tersebut berlanjut, kemungkinan pindah ke klub lain bisa menjadi pilihan menarik bagi Jones.

Alexis Mac Allister Ikut Terseret Rumor

Nama yang lebih mengejutkan adalah Alexis Mac Allister.

Gelandang asal Argentina tersebut dikaitkan dengan Manchester City.

Rumor itu tentu menarik perhatian karena Mac Allister merupakan salah satu pemain berkualitas yang dimiliki Liverpool.

Ia memiliki kemampuan mengontrol permainan.

Ia juga dapat bermain sebagai gelandang tengah maupun lebih dalam.

Mac Allister memiliki pengalaman di Premier League dan sepak bola internasional.

Karena itu, kehilangan dirinya tentu menjadi kerugian besar bagi Liverpool.

Namun, agen Mac Allister telah memberikan klarifikasi mengenai kabar tersebut.

Artinya, rumor kepindahan sang pemain tidak bisa dianggap sebagai tanda bahwa transfer benar-benar akan terjadi.

Bukan Berarti Sembilan Pemain Pasti Dijual

Angka sembilan dalam judul berita memang terdengar mengkhawatirkan.

Namun, perlu dipahami bahwa persoalan utama Liverpool adalah pendaftaran skuad, bukan berarti sembilan pemain pasti akan dijual.

Beberapa pemain dapat tetap berada di klub tetapi tidak masuk daftar kompetisi tertentu.

Namun, pilihan tersebut tentu memiliki konsekuensi.

Pemain yang tidak didaftarkan akan kehilangan kesempatan bermain dalam kompetisi tersebut.

Bagi pemain senior, kondisi itu tentu sulit diterima.

Karena itu, beberapa pemain mungkin memilih mencari klub baru.

Dengan demikian, persoalan administrasi bisa berkembang menjadi persoalan transfer.

Regulasi Premier League Membatasi Liverpool

Premier League memberikan batasan jumlah pemain senior yang dapat didaftarkan.

Skuad utama hanya dapat berisi maksimal 25 pemain, dengan ketentuan tertentu mengenai pemain homegrown.

Liverpool saat ini memiliki jumlah pemain senior yang melebihi batas tersebut.

Karena itu, Iraola tidak memiliki kebebasan untuk memasukkan semua pemain ke dalam skuad.

Ia harus menentukan prioritas.

Pemain mana yang paling penting?

Pemain mana yang sesuai dengan sistemnya?

Pemain mana yang bisa memberikan kontribusi paling besar?

Semua pertanyaan tersebut harus segera dijawab.

Liga Champions Lebih Rumit

Persoalan semakin rumit ketika Liverpool memikirkan Liga Champions.

Kompetisi UEFA memiliki aturan berbeda mengenai List A dan List B.

Pemain muda dapat memperoleh keuntungan dari aturan List B apabila memenuhi persyaratan usia dan masa pengabdian tertentu.

Namun, tidak semua pemain muda Liverpool memenuhi syarat tersebut.

Jeremy Jacquet dan Giovanni Leoni, misalnya, wajib masuk dalam perhitungan skuad karena belum memenuhi kriteria untuk masuk List B.

Aturan List B UEFA cukup ketat.

Seorang pemain harus memenuhi kriteria usia sekaligus masa pengabdian di klub.

Pemain yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2005 dapat masuk List B jika memenuhi ketentuan masa bermain tertentu bersama klub sejak usia muda.

Karena tidak semua pemain memenuhi syarat tersebut, Liverpool harus menghitung komposisi skuad dengan sangat hati-hati.

Rio Ngumoha Jadi Pengecualian

Liverpool masih mendapatkan sedikit keuntungan dari Rio Ngumoha.

Pemain muda tersebut memenuhi syarat untuk masuk ke dalam List B.

Artinya, ia tidak terlalu membebani slot pemain senior Liverpool di Liga Champions.

Namun, situasi berbeda terjadi pada Ibrahim Mbaye.

Target transfer tersebut memang berstatus U-21 dalam kompetisi domestik, tetapi tidak memenuhi kriteria untuk masuk List B Liga Champions.

Hal ini menunjukkan betapa rumitnya aturan UEFA.

Usia muda saja belum cukup.

Masa pengabdian seorang pemain di klub juga menjadi faktor penting.

Iraola Harus Menentukan Prioritas

Sebagai pelatih baru, Iraola sebenarnya membutuhkan waktu untuk mengenal semua pemainnya.

Namun, kondisi Liverpool membuatnya tidak memiliki banyak waktu.

Ia harus segera menentukan siapa yang menjadi bagian dari proyeknya.

Gaya permainan Iraola dikenal mengandalkan intensitas tinggi.

Ia membutuhkan pemain yang mampu berlari, melakukan pressing, dan bergerak cepat dalam transisi.

Tidak semua pemain otomatis cocok dengan sistem tersebut.

Karena itu, persoalan regulasi bisa sekaligus menjadi kesempatan bagi Iraola untuk membentuk skuad sesuai keinginannya.

Ia dapat menyingkirkan pemain yang tidak masuk rencana.

Liverpool Harus Cermat di Bursa Transfer

Situasi ini juga membuat Liverpool harus berhati-hati jika ingin membeli pemain baru.

Klub memang masih bisa melakukan transfer.

Namun, setiap pemain baru akan menambah persoalan pendaftaran.

Jika pemain baru tidak memenuhi kriteria tertentu, Liverpool harus menyediakan ruang tambahan.

Karena itu, sebelum merekrut pemain, manajemen harus menghitung dampaknya terhadap daftar skuad.

Tidak cukup hanya mempertimbangkan harga dan kualitas.

Aspek regulasi juga menjadi sangat penting.

Iraola Tidak Boleh Salah Langkah

Bagi pelatih baru, kehilangan terlalu banyak pemain juga berisiko.

Iraola membutuhkan kedalaman skuad untuk menghadapi banyak kompetisi.

Liverpool akan bermain di Premier League.

Mereka juga akan tampil di Liga Champions.

Ada Piala FA.

Ada Carabao Cup.

Jadwal pertandingan akan sangat padat.

Jika terlalu banyak pemain dilepas, Liverpool bisa mengalami kekurangan tenaga ketika badai cedera datang.

Karena itu, Iraola harus menemukan keseimbangan.

Skuad harus cukup ramping agar memenuhi aturan, tetapi juga cukup dalam untuk menjalani musim panjang.

Liverpool Sedang Memasuki Era Baru

Persoalan skuad ini datang ketika Liverpool memang sedang memasuki periode perubahan.

Arne Slot telah meninggalkan klub setelah hasil buruk pada musim 2025/2026.

Kini Andoni Iraola dipercaya menjadi pelatih baru.

Pergantian pelatih tentu membawa perubahan dalam gaya permainan.

Selain itu, Liverpool juga kehilangan beberapa pemain penting.

Mohamed Salah, Ibrahima Konate, dan Andrew Robertson telah pergi.

Dengan perubahan sebesar itu, Liverpool sebenarnya membutuhkan stabilitas.

Namun, regulasi justru memaksa mereka melakukan perubahan tambahan.

Kehilangan Pemain Bintang Bisa Berdampak Besar

Jika Liverpool benar-benar kehilangan pemain seperti Gakpo, Jones, atau Mac Allister, kedalaman tim akan berkurang.

Masing-masing memiliki kualitas berbeda.

Gakpo memberikan fleksibilitas di lini depan.

Jones dapat membantu mengontrol lini tengah.

Mac Allister memberikan kualitas teknis dan kemampuan membaca permainan.

Kehilangan ketiganya sekaligus tentu akan menjadi pukulan.

Karena itu, jika transfer terjadi, Liverpool harus memastikan ada pengganti yang sepadan.

Liverpool Masih Bisa Mengubah Situasi

Meski terlihat rumit, Liverpool masih memiliki waktu sebelum bursa transfer ditutup.

Klub bisa melakukan beberapa langkah.

Mereka dapat menjual pemain.

Mereka bisa meminjamkan pemain.

Mereka juga dapat mengatur ulang daftar skuad.

Selain itu, beberapa pemain muda dapat dipindahkan ke kategori yang berbeda jika memenuhi persyaratan.

Namun, semua keputusan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Kesalahan administrasi bisa membuat pemain tidak dapat tampil dalam kompetisi tertentu.

Tantangan Besar Menanti Iraola

Musim pertama Iraola di Liverpool akan penuh tekanan.

Ia tidak hanya harus memenangkan pertandingan.

Ia juga harus membangun kembali identitas permainan tim.

Liverpool ingin kembali menjadi pesaing papan atas Premier League.

Namun, mereka mengawali musim dengan sejumlah persoalan.

Skuad terlalu gemuk.

Beberapa pemain penting telah pergi.

Beberapa pemain lain dikaitkan dengan klub rival.

Dan aturan pendaftaran semakin memperumit keadaan.

Iraola harus segera menemukan solusi.

Liverpool Tidak Boleh Kehilangan Fokus

Di tengah masalah transfer, Liverpool tetap harus mempersiapkan pertandingan pertama Premier League.

The Reds akan menghadapi Newcastle United pada 23 Agustus 2026.

Pertandingan tersebut menjadi ujian awal bagi Iraola.

Ia harus memastikan persoalan administrasi tidak mengganggu persiapan tim.

Pemain juga harus tetap fokus.

Tidak mudah bermain ketika masa depan sejumlah rekan setim masih menjadi bahan pembicaraan.

Namun, itulah tantangan yang harus dihadapi.

Persaingan Premier League Semakin Berat

Liverpool juga tidak bisa menganggap musim ini akan mudah.

Arsenal datang sebagai juara bertahan.

Manchester City tetap memiliki kualitas tinggi meskipun memasuki era baru.

Manchester United juga sedang berkembang.

Chelsea terus memperkuat skuad.

Liverpool sendiri diprediksi masih mampu bersaing di papan atas, tetapi harus melewati banyak persoalan terlebih dahulu.

Jika masalah skuad tidak segera diselesaikan, perjalanan mereka bisa semakin sulit.

Iraola Membutuhkan Skuad yang Tepat

Salah satu kunci keberhasilan Iraola adalah memilih pemain yang benar-benar cocok dengan filosofinya.

Ia tidak membutuhkan terlalu banyak pemain.

Ia membutuhkan pemain yang tepat.

Pemain yang mampu menjalankan pressing.

Pemain yang berani bermain vertikal.

Pemain yang cepat bertransisi.

Dan pemain yang memiliki mental kuat.

Jika aturan pendaftaran memaksa Liverpool memangkas skuad, Iraola harus memastikan pemain yang tersisa benar-benar sesuai dengan kebutuhannya.

Keputusan Sulit Menanti

Dalam beberapa pekan ke depan, Anfield kemungkinan akan menjadi tempat berlangsungnya sejumlah keputusan besar.

Siapa yang bertahan?

Siapa yang dipinjamkan?

Siapa yang dijual?

Siapa yang tidak didaftarkan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus segera dijawab.

Dan setiap keputusan akan memengaruhi perjalanan Liverpool sepanjang musim.

Kesimpulan

Liverpool menghadapi persoalan besar menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026 pada 1 September.

The Reds memiliki sekitar 31 pemain senior, sementara regulasi Premier League hanya mengizinkan maksimal 25 pemain dalam daftar skuad utama. Kedatangan Ronald Araujo juga membuat slot pemain non-homegrown Liverpool telah mencapai batas maksimal 17 pemain.

Akibatnya, Liverpool disebut harus mencoret enam pemain untuk kompetisi domestik dan delapan pemain untuk Liga Champions. Jumlah tersebut bahkan dapat berubah jika klub kembali mendatangkan pemain baru.

Persoalan tersebut kemudian memunculkan spekulasi mengenai sejumlah pemain yang berpotensi meninggalkan Anfield.

Cody Gakpo dikaitkan dengan Tottenham Hotspur, Curtis Jones disebut diminati Inter Milan, sementara Alexis Mac Allister sempat dikaitkan dengan Manchester City meskipun agennya telah memberikan klarifikasi.

Di sisi lain, Liverpool juga harus memperhatikan aturan Liga Champions. Tidak semua pemain muda otomatis bisa dimasukkan ke List B UEFA. Jeremy Jacquet dan Giovanni Leoni, misalnya, tetap harus diperhitungkan dalam skuad karena tidak memenuhi persyaratan tersebut.

Situasi ini membuat pekerjaan Andoni Iraola semakin berat.

Pelatih asal Spanyol tersebut baru memulai petualangannya di Anfield, tetapi sudah harus mengambil keputusan besar mengenai komposisi skuad.

Liverpool membutuhkan tim yang cukup ramping untuk memenuhi regulasi, tetapi juga cukup dalam untuk menghadapi Premier League, Liga Champions, Piala FA, dan Carabao Cup.

Jika salah mengambil keputusan, Liverpool bisa kehilangan pemain penting sekaligus kehilangan kedalaman skuad. Namun jika Iraola mampu menyelesaikan masalah ini dengan tepat, persoalan sembilan pemain tersebut justru dapat menjadi awal dari terbentuknya Liverpool baru yang benar-benar sesuai dengan filosofi sang pelatih.